Sebuah Kemenangan

Segmen 36
(lebaran)
“Sebuah Kemenangan”

Suara takbir bergemuruh di kota Jogja yang ramai itu, suara beduk dari masjid ke masjid mulai terdengar oleh mereka. Vino, Kelvin, Radit, Faisal, Joni, Clara, Fina dan Veronika tengah asyik berkeliling kota untuk melihat takbiran. Nyala kembang api dan petasan menambah kemeriahan malam takbiran itu, satu persatu mereka mulai mengumandangkan takbir sambil berada dalam mobil Vino. “Akhirnya besok kita lebaran juga ya kawan-kawan” kata Vino sambil mengendarai mobilnya, dengan nada penuh semangat Radit pun menjawab “iya Vin, terasa senang dan nyaman banget sekarang”.
Clara: (tersenyum) sekarang apa yang akan kita lakukan Vin?
Vino: (berpikir sejenak) gimana kalau kita berkunjung ke panti asuhan saja….
Veronika: ide yang bagus Vin…gimana kamu Dit?
Radit: jelas aku setuju dong dengan ide Vino,,iya nggak kawan-kawan (tertawa)
Kelvin: sip dah….(tersenyum)
Vino: ok! aku mau belikan mereka pakaian buat lebaran kasihan mereka belum bisa menikmati hidup secara baik….
Faisal: iya Vin..mereka kasihan juga, selama ini kan kita selalu makan enak, pakaian mewah dan mereka hanya menggunakan sebuah kelayakan saja…
Kelvin: hmmm kalau beli pakaian buat mereka jangan terlalu mahal Vin…yang murah tapi bagus, kan mereka di sana cukup banyak..
Joni: iya betul kata Kelvin (tersenyum)
Clara: kita mau ke panti asuhan mana Vin,,kan di Jogja banyak panti asuhan…
Vino: kita ke Panti Asuhan Al Mubarok saja,,untuk alamatnya di Pulihrejo Donokerto Turi Sleman (tersenyum)
Fina: kok kamu bisa tahu Vin,,,,kamu sering ke sana (tersenyum)
Vino: nggak,, biasa ayahku pernah jadi donator di sana (tersenyum)
Kelvin: memang kamu nggak beda jauh dengan ayah kamu Vin (tersenyum)
Clara: (tersenyum dan memandang Vino)
Vino: (tersenyum) kita beli pakaiannya di Malioboro saja ya kawan…terserah kalian mau belikan apa nggak harus selalu baju….
Fina: kira-kira di sana jumlah anak-anaknya berapa Vin?
Vino: setahuku sich 25 orang termasuk putra dan putri…ya sudah kita sudah sampai Malioboro, silahkan kalian mau belikan apa (tersenyum)

Mereka pun dengan sibuk membeli sesuatu untuk mereka, ada yang membeli celana, baju, makanan, dan lain-lain untuk di bagikan di Panti Asuhan itu. Satu jam telah berlalu setelah selesai berbelanja, mereka akhirnya menuju ke Panti Asuhan Al Mubarok. “Kamu membeli apa sayang” kata Vino kepada Clara yang duduk di sampingnya. “Aku beliin mereka jilbab Vin” sambil melihat jilbab yang tadi dibelinya.
Vino: oh…ya bagus dech (tersenyum)
Radit: aku lihat-lihat tadi, belanjaan kamu banyak banget Vin…beli apa saja kamu Vin..
Vino: aku beliin mereka baju dan celana (tersenyum), kamu sendiri apa Dit?
Radit: aku beliin mereka busana muslim,,,ya lumayan buat dipakai sholat besok (tersenyum)
Vino: oh iya…sebelumnya makasih banyak yang teman-teman sudah repot-repot bantu aku buat mereka….
Kelvin: ahh nggak masalah Vin,,untuk hal yang positif pasti kita berpartisipasi kok Vin…
Joni: tapi, anak muda jaman sekarang jarang banget seperti kita Vin…lihat saja di luar sana…
Vino: itu sich urusan mereka.. hidup itu hanya ada dua kemungkinan ke jalan yang baik atau ke jalan yang buruk sebagai manusia kita sudah berusaha mengingatkannya dan selanjutnya itu terserah mereka,,,yang terpenting kita melakukan hal ini dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab..
Faisal: kita bersyukur Vin,,berada dalam pergaulan yang positif,,,,
Vino: sudah seharusnya Sal (tersenyum)
Tak sadar asyik mengobrol, mereka telah sampai di sebuah Panti Asuhan Al Mubarok. Sebelumnya mereka bertemu dengan pimpinan Panti Asuhan yaitu Bapak H. Bustanul Airifin.
Vino: assalamu’alaikum Pak Haji (bersalaman)
Haji Bustanul: wa’alaikum salam wr.wb…iya ada apa mas…?
Vino: sebelumnya mohon maaf ganggu pak haji kedatangan kami ke sini mau memberi sedikit sumbangan berupa pakaian, makanan dan lain-lain (tersenyum)
Haji Bustanul: alhamdulilah…silahkan duduk (berkata kepada mereka)
Kelvin: mohon maaf pak,,ganggu sebentar,,,bapak sedang ngurusin zakat fitrah ya?
Haji Bustanul: iya mas,,,tapi, ini barusan selesai…ngomong-ngomong kalian kok tahu ada Panti Asuhan di sini…
Vino: begini pak,,kebetulan dulu ayah saya pernah menjadi donator di sini dan banyak bercerita tentang Panti Asuhan Al Mubarok ini begitu pak (tersenyum)
Haji Bustanul: oh iya,,,kalau boleh tahu ayah kamu namanya siapa?
Vino: bapak Johan …(tersenyum)
Haji Bustanul: oh iya,,saya tahu…(menganggukan kepala)
Fina: anak-anaknya pada ke mana pak?
Haji Bustanul: mereka sedang ngrayain malam takbiran ..itu di mushola…
Vino: sebentar ya pak haji..saya ambil sumbangannya dulu (berkata dengan Haji Bustanul) ayo Kelvin, Radit, Joni, Faisal bantu aku nurunin belanjaannya…

Satu persatu belanjaan di turunkan, semuanya akan di berikan kepada anak-anak panti. “Karena keterbatasan, kami semua hanya mampu memberikan ini semua pak” kata Vino sambil memberikan barang-barang belanjaan.
Haji Bustanul: makasih mas dan mbak..kami sangat terbantu dengan apa yang kalian berikan,,semoga ini bermanfaat untuk anak-anak panti dan semoga kalian diberi rejeki yang melimpah atas apa yang kalian lakukan…
Vino: iya pak haji..sama-sama, karena ini waktu sudah malam kami pamit pulang ya pak haji…salam kami buat anak-anak panti (tersenyum)
Itulah yang bisa mereka lakukan untuk mengisi sebuah kehidupan agar selalu dalam ridho dan berkah-Nya. Memperjuangkan dan memberi kebahagian untuk orang lain adalah hal yang “keren”, peduli merupakan sebuah tindakan yang mencerminkan rasa belas kasih antar sesama dan dengan kepedulian kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan seperti, kepedihan, kesendirian, kesengsaran dan penuh segala kekurangannya.
Kini mereka telah cukup merasakan apa yang orang lain rasakan. Manusia itu seperti lambang Yin dan Yang yang berasal dari Cina artinya bahwa manusia itu tak sempurna di setiap kelebihan pasti terkandung kelemahan yang mengibaratkan ada banyak warna putih yang terdapat pada lambang Yin tapi, ada juga terdapat warna hitam meskipun itu kecil begitu juga sebaliknya.
Di dalam perjalanan Kelvin merasa rindu dengan Kirana, menyayangkan Kirana tak bisa merayakan malam takbiran bersamanya karena Kirana pulang kampung ke Semarang. Secara tidak langsung Kelvin mengirim kata-kata mutiara melalui pesan singkat untuk Kirana yang berisi :
“Ya Allah……
Perkayalah Kekasihku ini dengan keilmuan…
Hiasi hatinya dengan kesabaran….
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan…
Perindalah fisiknya dengan kesehatan…
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan….
Selamat hari lebaran , mohon maaf lahir Dan batin”.

Sebaliknya, Kirana juga mengirimkan kata-kata mutiara untuk Kelvin.
Jiwa Akan sepi Tanpa Kekasih..
Hati akan Mati tanpa Iman..
Hari ini adalah Kenyataan…
Kemarin adalah Kenangan…
Esok Adalah Impian..
Awali dengan Senyuman..
sucikan hati jernihkan Fikiran..
Untuk menyambut sebuah kemenangan..
MOHON MAAF LAHIR BATIN JUGA YA SAYANG”
Sampailah mereka pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat dan mengerjakan sholat idul Fitri untuk besok pagi. Ayam berkokok dan matahari mulai terbit, Vino berangkat sholat idul fitri bersama ayah dan mamanya. Di masjid yang berbeda nampak para sahabat Vino juga ikut melaksanakan sholat idul fitri. Hari kemenagan pun tiba setelah menahan haus, lapar dan nafsu serta syahwat selama satu bulan penuh. Setelah mengerjakan sholat idul fitri, di sebuah ruang tamu nampak  Pak Johan dan Bu Risma sedang duduk manis, Vino akan meminta maaf kepada orang tuanya dengan penuh rasa hormat dan ketulusan serta tutur kata yang lembut, sopan dan penuh makna. Sebuah kondisi yang mengharukan dan juga menyenangkan, dari pintu depan banyak tetangga Vino yang berdatangan untuk bersilaturahmi di rumahnya. Pintu maaf terbuka dan kata maaf pun terucap “minal aidzin walfaizin” mohon maaf lahir dan batin. Setelah bermaaf-maafan Vino dan keluarga besarnya makan di ruang makan yang tertata rapi yang bermenu masakan opor ayam, sambal goreng hati dan tak lupa terdapat lontong dan ketupat.
Di rumahnya Joni sedang asyik bermain game di laptopnya seusai makan. Tiba-tiba datang seorang wanita yang cantik memakai jilbab, begitu kagetnya setelah Joni ke depan dan melihatnya. Itu adalah kekasihnya Tiara dari Jakarta dan berkata “maaf Jon, nggak memberitahu dulu” dengan senyum manis.
Joni: iya nggak apa-apa…ya sudah sini “sungkem” dulu sama aku (sedikit bercanda)
Tiara: minal aidzin walfaizin ya sayangku (tersenyum)
Joni: iya..aku juga minta maaf ya sayang (tersenyum) ya sudah ayo masuk…
Tiara: (masuk ke dalam) waduh, kok ramai Jon rumah kamu..
Joni: iya…tahun ini acaranya di rumahku begitu…berarti acara lebaran ini di rumah Radit ya Tiara…
Tiara: iya..makanya, aku bisa ke rumah kamu (tersenyum)
Joni: ya sudah..aku buatin sirup dulu tunggu bentar…di makan jajanya..
Tiara: iya Jon,,(tersenyum)

Dari dalam rumah, ibu Joni menghampiri Tiara.
Bu Ratih: eh,, Tiara kapan datang ke sini (bersalaman)
Tiara: barusan nyampai sini kok tante… minal aidzin walfaizin ya tante (tersenyum)
Bu Ratih: iya sama-sama…
Tiara: om ke mana tante…
Bu Ratih: om..keluar sebentar…nggak tahu ke mana (tersenyum)
Tiara: oh…(tersenyum)
Joni: (membawa minuman) ini minumnya Tiara…
Bu Ratih: ya sudah itu Joni..sudah datang, tante tinggal ke dalam dulu ya…
Tiara: iya tante (tersenyum)
Joni: oh iya Tiara…besok kita mau main ke pantai…kamu masih di sini kan…
Tiara: iya masih kok Jon…aku seminggu di sini…(tersenyum)
Joni: iya baguslah…aku kangen banget sama kamu…(memandang Tiara)
Tiara: aku juga kangen banget sama kamu Jon….btw puasa kamu full nggak ?hayo…
Joni: jelas full dong…(tersenyum)hmmm,,sudah makan belum?
Tiara: sudah…tadi, di rumah Radit..
Joni: ya sudah..habis ini aku dan teman-teman mau kumpul…sekalian aku mau ngenalin kamu sama teman-temanku…
Tiara: (tersenyum)

Hampir semua bisa berkumpul di hari kemenangan ini kecuali Kirana kekasih Kelvin yang masih di Semarang. Meskipun begitu, mereka tetap senang bisa ketemu dan saling memaafkan. Sebuah kebersamaan mampu menciptakan sebuah kebahagiaan, disela-sela itu Joni tak lupa memperkenalkan Tiara kepada teman-temanya agar menjadi dekat dan menjadi sebuah satu komunitas. Semua para sahabat Vino sudah memiliki malaikat kecil atau kekasih yang akan menjadi sebuah ikatan yang utuh dan kuat dalam mengarungi hidup yang membutuhkan kerja sama ini. Mereka memanfaatkan libur hari lebaran ini dengan sebaik-baiknya termasuk rencana besok ke Pantai Parangtritis. Dan Tiara pun menjadi akrab dengan teman-teman Joni, hari kemenangan yang mampu memperkuat kesatuan antara sesama manusia. Tentunya, cobaan dan hambatan akan menanti di kehidupan mereka kelak. Apakah sebuah cinta kasih dan persahabatan di antara mereka mampu bertahan?

minato

 

 

Kunjungi juga Tempat wisata di Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s