Ilmu Agama Di Atas Ilmu-Ilmu Lainnya

Segmen 34
(Bulan Ramadhan)
Ilmu Agama Di Atas Ilmu-Ilmu Lainnya

       “Oh iya, mens jalan-jalan kita dilanjutkan besok lagi ya” kata Vino sambil mengendarai mobilnya. “Iya Vin, lagian ini kan sudah sore” ucap Kelvin.
Radit: btw besok kamu mau ngajak Clara nggak Vin? (tersenyum)
Vino: iya nggak…kan, bulan puasa …aku sama Clara waktu bulan puasa begini paling kalau keluar cuma buber saja (tersenyum)
Kelvin: iya…benar banget kamu Vin (tertawa)
Vino: memangnya ada yang lucu Vin..kamu kok ketawa (tersenyum)
Faisal: wah…jangan-jangan kamu masih pacaran kalau bulan puasa ya (berkata dengan Kelvin)
Kelvin: (tertawa) iya nggaklah…Kirananya di Semarang maklum, libur kuliah…
Vino: kamu kalau nakal-nakal…aku masukin ke hotel di kamar nomor 13 lho (berkata dengan Kelvin)
Kelvin: malah asyik dong…gratisan (tersenyum)
Vino: aku belum selesai bicara…itu lho hotel yang deket  pantai Parangtritis (tertawa)
Kelvin: wah Vin…kalau yang itu nggak usah repot-repot dech..kirain hotel yang lain..
Radit, Joni dan Faisal: (tertawa)
Joni: besok kita mau jalan-jalan ke mana lagi Vin….
Vino: hmmmm, ke mana ya..aku juga bingung….
Radit: gimana kalau besok kita jalan-jalan ke Kotagede…
Kelvin: sip…aku sangat setuju (tersenyum)
Vino: aku juga sependapat dengan Kelvin,,,gimana kalian?
Joni: sama dong…aku juga setuju..iya nggak Faisal….
Faisal: aku juga setuju mens………
Vino: baik…kita berangkat jam 8…ok!

       Akhirnya tujuan mereka selanjutnya ke Kotagede lalu beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah Kelvin dan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing karena hari sudah sangat sore.
       Sesampai di rumah, Vino langsung mandi dan disaat menuju ke kamar mandi tiba-tiba Pak Johan bertanya kepada Vino “Vin dari mana saja kok baru pulang” sambil mematikan televisi. “Oh iya, maaf yah…Vino tadi pagi lupa bilang, Vino tadi habis ke museum batik yang ada di Imogiri itu lho yah” kata Vino sambil mengambil handuknya.
Pak Johan: oh iya ayah tahu, sama siapa saja ke sana?
Vino: biasa sama Kelvin, Radit, Joni dan Faisal (tersenyum)
Pak Johan: kok tumben kamu ke sana (tersenyum)
Vino: iya nggak apa-apa yah…dari pada tidur di rumah (tertawa) tadi, di sana Vino juga diajari membatik lho yah…
Pak Johan: memangnya siapa yang ngajari….?
Vino: sama pemilik museum itu….ya sudah Vino mandi dulu ya yah keburu magrib nanti…
Pak Johan: oh….ya sudah silahkan….(menuju ruang tamu)

       Adzan magrib pun berkumandang, mulailah keluarga Pak Johan berbuka dengan yang manis-manis seperti, kurma. Suasana berbuka sangat tenang dan penuh keharmonisan tidak lupa sebelum berbuka mereka berdo’a terlebih dahulu. Rutinitas Vino pada bulan Ramadhan yaitu sering membaca al-qur’an selain itu Vino juga sholat tahajud, sholat dhuha dan membaca surat yasin setiap habis sholat magrib. Itu semua Vino lakukan untuk bekal di akhirat nanti terkadang para sahabatnya juga sedikit heran sama Vino, walaupun Vino ganteng, kaya tetapi Vino selalu peduli dengan orang lain bahkan dalam hubungan percintaan Vino adalah seseorang yang setia. Maka dari itu semua, para sahabatnya selalu mencintainya. Bagi mereka Vino seperti malaikat hanya sebuah kebaikan yang mereka lihat dari sosok Vino. Vino baik karena latar belakang keluarganya juga baik, Pak Johan adalah seseorang yang dermawan sedangkan Bu Risma seorang yang ramah dan peduli dengan para tetangganya. Sahabat Vino yang bernama Kelvin sebelum kenal dengan Vino, dia adalah anak yang nakal tetapi setelah Kelvin bertemu dengan Vino menjadi berubah 180 derajat. Dia menjadi anak yang baik dilatar belakangi faktor pergaulan yang sangat mempengaruhi kepribadiannya. Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan melainkan sebuah kebersamaan yang menjunjung tinggi sebuah hal positif dan rasa saling menghargai serta menghormati. Mungkin, di bulan puasa ini mereka sedikit aktif melakukan segala sesuatu yang bermanfaat seperti yang dilakukan mereka kemarin banyak hal yang mereka dapat dari belajar membatik yaitu sebuah kesabaran dan ketelatenan.
       Pukul 6 pagi secara tiba-tiba Vino menelepon Kelvin, dia ingin memberitahu bahwa sekarang mobilnya di pakai ayahnya untuk keluar kota dan secara kebetulan mobil Kelvin tidak dipakai oleh orang tuanya. Jadi, untuk perjalanan ke Kotagede menggunakan mobil Kelvin. Seperti biasa, Radit, Joni dan Faisal berkumpul di rumahnya Kelvin selanjutnya, mereka yang menjemput Vino di rumah. Kesimpulannya, ada sebuah saling pengertian dalam menjalin sebuah persahabatan.
       Tidak perlu berlama-lama mereka mulai berangkat menuju ke Kotagede atau pesona kota tua bertabur kilau perak. Untuk sejarah Kotagede, pada tahun 1522 M, Ki Ageng pemanahan yang mendapatkan hadiah sebuah wilayah di Mataram dari Sultan Pajang karena jasanya mengalahkan Aryo Penangsang, membangun istananya di Kotagede (cikal bakal Kesultanan Yogyakarta). Kerajaan Mataram yang beribukota di Kotagede ini mengalami perkembangan pesat pada masa kekuasaan Sultan generasi keempat, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Setelah Sultan Agung wafat dan digantikan putranya, Amangkurat I, Kerajaan Mataram mengalami konflik internal yang dimanfaatkan oleh VOC hingga berakhir perjanjian Giyanti pada bulan februari 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta. Pangeran Mangkubumi kemudian menjadi Sultan pertama Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sultan Hamengku Biwono I kemudian membangun pusat pemerintahan baru di tempat yang sampai sekarang masih bisa kita saksikan sebagai Keraton Yogyakarta.
       Di daerah selatan perkampungan Kotagede, terdapat Pasar Gede atau Sergede yang merupakan pasar tradisional yang dibangun pada masa Panembahan Senopati. Keistimewaan Kotagede terdapat sentra kerajinan perak Yogyakarta. Bengkel-bengkel dan toko-toko kerajinan perak bisa kita temui disepanjang jalan kemasan hingga pertigaan ex-Bioskop Istana. Selain sebagai pusat produksi dan penjualan perhiasan perak, Kotagede juga menyimpan sekitar 170 bangunan kuno buatan tahun 1700 hingga 1930. Hal tersebut menjadikan Kotagede tidak hanya sebagai Kota Perak, tetapi juga Kota Tua bersejarah. Suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini.
       Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di Kotagede kemudian buru-buru turun dari mobil karena mereka tidak sabar untuk melihat bangunan dan suasana yang masih terbilang tradisional. “Wah, di sini ternyata budaya tradisionalnya masih sangat kental juga ya” kata Vino sambil memakai kacamata.
Kelvin: sekarang kita berada di Pasar gede….silahkan kalau mau beli apa (tersenyum)
Vino: wah..nanti saja Vin,,kita menikmati pemandangannya dulu (sambil berjalan)
Kelvin: ok!! bos Vino (tertawa)
Vino: wah kamu bisa saja Vin..(tersenyum)
Radit: kamu nggak mau belikan Clara kerajinan perak Vin..untuk oleh-oleh (berkata dengan Vino)
Vino: yah…pastinya nanti, aku juga suka banget sama kerajinan perak…
Joni: kita mau ke mana dulu ini kawan….
Kelvin: yang dekat-dekat dulu mens gimana…
Faisal: boleh…ya sudah kita ke kampung alun-alun dan ke kampung Ndalem saja dulu….
Vino: sip..ayo jangan berlama-lama keburu panas…

       Mereka benar-benar mengaggumi kemegahan bengunan itu dan begitu menikmatinya. Setelah cukup lama berjalan-jalan mereka berhenti di sebuah gapura dengan benteng panjang untuk istirahat sejenak. “Lumayan capek ya kawan” kata Joni sedikit ngos-ngosan.
Vino: sini Jon…kita foto-foto dulu buat kenang-kenangan (tersenyum)
Joni: (menuju ke Vino dan sahabat lainnya)
Radit: ya sudah…tolong Fotoin dulu Jon kita berempat nanti saling bergantian…
Joni: ya sudah..aku fotoin…muka biasa saja,,,jangan diimut-imutin (tertawa)

       Mereka saling berfoto secara bergantian tidak lupa terselip canda dan tawa diantara mereka. Lalu, mereka melihat-lihat pohon-pohon beringin di sekitar tempat itu.
Vino: mungkin…ini pohon usianya sudah tua banget ya….(memegang batang pohon)
Joni: iya Vin…ini, pohon berjulur panjang…
Radit: pohon-pohon itu mungkin, menjadi penjaga tempat keramat ini sob…(melihat ke atas pohon)
Kelvin: ayo kawan…kita ke gapura dua….
Radit: ayo..(berjalan menuju ke sana)

       Melewati gapura kedua, ada sebuah tembok tinggi sekitar 2 meter dengan jalan di kedua sisinya menghalangi pandangan dari gapura ketiga yang menjadi jalan menuju kompleks Masjid Agung Kotagede, masjid pertama di Kotagede yang di kelilingi rumah para Abdi Dalem. Selanjutnya, Vino dkk menuju ke kompleks makam, mereka di wajibkan untuk memakai pakaian adat jawa dan melaksanakan tahlilan sebelum memasuki makam. “Harga sewa pakaian ini berapa mas” kata Vino kepada orang yang menyewakan pakaian adat. “lima belas ribu mas, setiap pakaian” kata orang itu. “Ya sudah ini uangnya tujuh puluh lima ribu mas untuk berlima” ucap Vino sambil memberikan uangnya.
        Mereka sangat puas dengan keindahan di Kotagede itu, hampir semuanya mereka kunjungi mulai dari Pasar Gede sampai ke bangunan utama yang menjadi tempat bersemayam keluarga besar kerajaan kerena sudah waktu dhuhur mereka menyempatkan diri untuk sholat di Masjid Agung Kotagede yang berada di jalan Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta.
       Mereka sepakat untuk mengerjakan sholat dhuhur secara berjama’ah dengan Vino yang sebagai imamnya. Beberapa menit kemudian mereka selesai mengerjakan sholat. Di samping mereka nampak seorang laki-laki setengah baya yang berpakaian seperti ustadz, tidak menyangka laki-laki itu menghampiri mereka yang baru mengerjakan sholat dhuhur berjama’ah. Sepertinya, laki-laki itu sedikit simpati dengan Vino dkk. Laki-laki itu bertanya kepada seorang diantara mereka “anak muda, kalian datang dari mana?” sambil duduk diantara mereka. “Kami juga orang Jogja kok pak” kata Vino sambil tersenyum.
Kelvin: apa ada yang bisa kami bantu pak….?
Ustadz: bukan…saya merasa senang melihat kalian sholat berjama’ah….coba yang tadi imam siapa namanya…(tersenyum)
Vino: nama saya Vino….apakah anda ini seorang ustadz?
Ustadz: nama yang keren juga…kalau saya dikatakan ustadz belum layak, saya juga masih belajar (tersenyum) kalau boleh tahu tujuan kalian ke sini mau apa ya? ini kan bulan puasa ….
Vino: tujuan kami jalan-jalan ke sini sekadar mencari aktivitas di bulan puasasedikit mencari sebuah ilmu lah Pak Ustadz(tersenyum)
Radit: betul itu pak, dari pada di rumah tidur..mending kita mencari sesuatu yang lebih bermanfaat…(tersenyum)
Joni: apakah bapak warga sini juga?
Ustadz: iya…rumah saya nggak jauh dari sini..(tersenyum)
Vino: tapi, saya yakin..anda seorang ustadz (tersenyum) saya boleh nanya sesuatu pak?
Ustadz: silahkan….akan saya jawab semampu saya…mau tanya apa?
Vino: saya mau tanya tentang sebuah ilmu, ilmu apa yang paling tinggi kedudukannya di dunia ini Pak Ustadz?
Ustadz: sebelum saya jawab…apakah kalian bisa menjawab pertanyaan dari teman kalian Vino (tersenyum)
Kelvin: menurut saya sich…ilmu teknologi dan komunikasi pak…karena dengan perkembangan sebuah ilmu dan teknologi dapat mempermudah kehidupan manusia….misalkan, seperti sebuah kendaraan bermotor..dari dulu hingga sekarang mengalami sebuah perkembangan yang sangat signifikan…mulai dari kecepatan dan sebuah kenyaman berkendara….apakah jawaban saya benar pak (tersenyum)
Ustadz: sebentar…ada yang mau menambahkan lagi…ayo silahkan…
Radit: saya pak…hhmm, ilmu yang paling tinggi kedudukannya kalau menurut saya adalah ilmu kesehatan pak..kita tahu sebuah kesehatan adalah mahal harganya…tanpa, sebuah penemuan obat-obatan sulit bagi manusia untuk menyembuhkan penyakitnya pak….
Ustadz: iya benar…biar adil kalian semua memberi persepsi saja….nanti terakhir akan saya jelaskan…sekarang kamu (menunjuk Faisal)
Faisal: baik pak…semua kita tahu kan pak,,,bahwa Sumber Daya Manusia itu adalah sangat penting bagi kehidupan kita..dengan SDM kita bisa menggerakan dan mengendalikan sesuatu…dengan kemampuan seorang manusia kita bisa menciptakan sesuatu..bahkan yang sangat luar biasa pak…seperti, nuklir….
Ustadz: ya..(menganggukan kepala) yang terakhir kamu….apa pendapat kamu?
Joni: kalau menurut saya ya…SDA atau Sumber Daya Alam…betapa pentingnya itu bagi kelangsungan hidup manusia…sebuah sumber daya yang tidak terbatas pak yang diberikan Allah kepada umat manusia…contoh kecil saja adalah air, kita tahu air adalah sumber kehidupan manusia terutama mendapatkan sebuah air yang bersih…mungkin, tanpa air manusia tak akan bisa hidup pak (tersenyum)
Ustadz: semua yang kalian katakan pada dasarnya memang benar dan penting bagi kehidupan manusia…di hadapan Allah manusia itu nggak ada yang ditinggikan derajatnya semuanya sama…tetapi, Allah hanya melihat manusia dari imannya dan hanya sebuah iman yang akan mengangkat derajat manusia itu sendiri….ini bicara tentang sebuah keutamaan…Imam Ibnu Hajar Al-Asqalaani berkata “Dalam hadist ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya”.
Vino: oh…berarti ilmu agama memilki keutamaan yang lebih tinggi dari pada ilmu lainnya Pak Ustadz…(tersenyum)
Ustadz: iya benar…ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta’ala dan Rosul-Nya adalah ilmu agama begitu….
Kelvin: berarti dengan kata lain ilmu agama akan membawa kita dalam kebahagiaan dunia dan akhirat…begitu Pak Ustadz…
Ustadz: (menganggukan kepala) karena ilmu agama itu berbeda dari ilmu lainnya…
Joni: bedanya apa itu Pak Ustadz…?
Ustadz: ilmu lain mencari kebenaran dengan jalan penyelidikan, pengalaman dan percobaan sebagai batu sandungan.. sementara ilmu agama, manusia mencari dan menemukan kebenarannya melalui kitab suci, hadist dan firman-firman illahi semuanya terangkum dalam sebuah kitab suci yang bernama Al-Qur’an….begitu….(tersenyum)
Joni: berarti ilmu yang lain nggak begitu penting ya Pak Ustadz….?
Ustadz: bukan begitu maksudnya…Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim” secara garis besar kita harus selalu belajar dan belajar…seperti, hak dan kewajiban…mana dulu yang harus dilaksanakan…
Faisal: kewajiban dulu dong Pak Ustadz….
Ustadz: sama halnya mencari ilmu…ilmu agama lebih diutamakan daripada ilmu yang lain..bukan berarti mengesampingkan….setiap manusia hidup di dunia harus di bekali dengan ilmu lainnya agar kita bisa hidup dengan baik…kalian ingin mencari ilmu yang berkaitan dengan profesi atau kepentingan kalian itu adalah hak kalian…tetapi, untuk masalah ilmu agama adalah sebuah keharusan yang wajib kita cari karena ilmu ini adalah jalan menuju akhirat nanti kehidupan kita yang sebenarnya…
Vino: oh begitu ya Pak Ustadz….kalau begitu terima kasih ya Pak Ustadz atas dakwahnya…semoga itu semua dapat bermanfaat bagi kami…maaf sudah menyita waktu Pak ustadz…
Ustadz: iya…sama-sama, dalam diri kalian yang tidak kalian ketahui berusahalah untuk mencari tahu….mulai dari bertanya hingga membaca buku,,,bekali diri kalian dengan ilmu yang sebanyak mungkin…(tersenyum)
Kelvin: iya Pak Ustadz…kalau begitu kita mau jalan lagi…(bersalaman dengan Pak Ustadz)
Ustadz: iya…ya sudah hati-hati di jalan…
Vino: mari Pak Ustadz….(bersalaman)
Faisal, Joni dan Radit: (bersalaman dengan Pak Ustadz dan mengucapkan pamit)

       Setelah ini mereka akan membeli kerajinan perak sebagai oleh-oleh. Oleh-oleh itu akan diberikan kepada orang-orang yang mereka cintai seperti, keluarga, pacar atau teman. Waktu sudah sore saatnya mereka bersiap-siap untuk pulang. Dengan hati yang puas dan senang mereka menuju perjalanan pulang ke rumah masing-masing. Untuk kali ini mereka mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting, selamanya mereka akan mengingat dan melakukan apa yang dikatakan Pak Ustadz tadi. Bahwa ilmu agama adalah ilmu yang wajib kita pelajari karena itu merupakan sebuah kewajiban kita sebagai umat beragama. Dengan ilmu agama juga, kita dapat mengendalikan ilmu-ilmu yang lain. Sifat manusia yang tidak terlepas dari sebuah keserakahan, sebagai bukti ketika bayi manusia lahir, pasti tangannya mengepal atau menggenggam itu menandakan manusia ingin menguasai segala sesuatu yang ada di bumi ini. Maka dari itu, diperlukan ilmu agama sebagai pengendali ilmu yang lain. Kalau tidak ada ilmu agama manusia akan menghancurkan manusia yang lain dengan kemampuan yang mereka miliki. Ilmu agama adalah ilmu murni dari Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini yang tidak bisa diubah ketentuannya oleh manusia.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s