5 Panca Indra Alat Pencari Ilmu

Segmen 33
(Bulan Ramadhan)
“5 Panca Indra Alat Pencari Ilmu”

       Di ruang tamu terlihat bu Santi sedang menjahit baju yang sobek dan di sampingnya Rico sedang main game di hpnya. “Bu kak Clara kok belum pulang sich” kata Rico sambil main game. Dengan senyum bu Santi menjawab “paling sebentar lagi pulang”.
       Suara kendaraan motor terdengar di depan rumah sambil membuka pintu dan membaca salam “assalamu’alaikum” kata Clara sambil membawa bungkusan.
Bu Santi: wa’alaikum salam, dari mana saja kamu Clara (tersenyum)
Clara: tadi kita habis buber sama Vino dan sholat magrib di luar (berkata dengan ibu) sini Vin…masuk (berkata dengan Vino)
Vino: iya Clara…
Bu Santi: masuk saja nak Vino…….(berkata dengan Vino) itu bungkusan apa yang kamu bawa Clara (berkata dengan Clara)
Clara: ini bebek goreng super enak bu (nada bercanda) tadi Vino yang beliin buat ibu….
Bu Santi: waduh..makasih banyak nak Vin (tersenyum)
Vino: iya bu sama-sama…..oh iya bu, Vino langsung pamit saja soalnya kan sudah cukup malam (tersenyum)
Bu Santi: oh iya nak Vino…ya sudah hati-hati di jalan ya nak Vino (bersalaman dengan Vino)
Vino: iya bu (tersenyum) ya sudah aku duluan ya Clara….
Clara: iya Vin..hati-hati di jalan (tersenyum)

       Ada 2 kebahagiaan dalam hati Vino yang pertama Vino berhasil menemukan jawaban dari pertanyaan ayahnya dan yang ke dua Vino bisa buber dengan kekasihnya Clara. Sesampai di rumah Vino nggak sabar untuk memberitahu ayahnya.”Yah, Vino sudah tahu jawabannya” kata Vino. “Apa itu Vino?” kata Pak Johan yang sedang duduk di teras rumahnya.
Vino: ya nanti saja yah, Vino juga dapat sumbernya dari sebuah buku (tersenyum)
Pak Johan: oh iya…wah, bagus kalau begitu (tersenyum)
Vino: mama tadi terawih nggak yah,,,,
Pak Johan: nggak, biasa mama kamu sedang nggak sholat…..
Vino: oh…ya sudah Vino ambil air wudhu dulu….(masuk ke dalam rumah)

       Setelah waktu menunjukan pukul 9 malam, Vino dan ayahnya duduk di ruang tamu. “Katanya mau beritahu ayah, apa coba jawabannya” kata Pak Johan sambil memandang Vino.
Vino: baik yah…jawabannya adalah ilmu, Vino dapat jawaban ini dari sebuah buku yang menceritakan tentang kisah nabi Sulaiman a.s (menunjukan bukunya)
Pak Johan: (membaca sedikit tentang buku itu)
Vino: dalam cerita itu kan dijelaskan bahwa nabi Sulaiman a.s di sudutkan oleh 3 pilihan yaitu akan diberi sebuah harta, tahta dan wanita namun, beliau tidak memilih ketiga pilihan itu yang beliau pilih adalah ilmu karena dengan ilmu bisa mendapatkan itu semua…begitu yang Vino baca dari buku itu….
Pak Johan: bagus…jawaban kamu memang tepat sekali….yaitu ilmu, dengan ilmu kita bisa mengatur manusia dan kehidupan di dunia ini makanya, ada hadist yang menyebutkan carilah ilmu sampai ke negeri cina artinya carilah ilmu sebanyak mungkin kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja…
Vino: iya yah…apa maksud arti oleh siapa saja yah?
Pak Johan: oh itu, yang artinya begini carilah ilmu sampai ke negeri cina itu dimaksudkan mencari ilmu tidak dibatasi dengan usia yaitu anak-anak, remaja atau dewasa …walaupun sudah tua kita juga tetap harus mencari ilmu…sampai kita berada di liang lahat atau meninggal begitu…
Vino: iya yah..berarti kita dilahirkan dari kandungan ibu dan kita juga akan kembali ke kandungan ibu pertiwi (tersenyum)
Pak Johan: bahasa kamu bagus juga (tersenyum)
Vino: makasih yah atas sharingnya…ini sangat bermanfaat untuk Vino, ya sudah kalau begitu Vino mau tidur dulu biar nggak ngantuk nanti waktu sahur….
Pak Johan: iya, kamu kan anak bisnis jadi kamu harus bisa mencari banyak ilmu lain…(tersenyum)
Vino: ok yah..(menuju ke kamarnya)

       Setelah menjalani rutinitas pada bulan puasa, keesokan harinya Vino ingin mengajak para sahabatnya untuk jalan-jalan tentunya jalan-jalan yang tidak sembarangan. Radit, Joni dan Faisal mereka berkumpul di rumah Kelvin sedangkan Vino menuju rumah Kelvin dengan membawa mobil jazznya. Pukul 8 pagi mereka sudah mulai berangkat, setelah diskusi dengan para sahabatnya tujuan mereka yang pertama yaitu di sebuah museum  batik “Ciptowening”, Imogiri, Bantul. Museum ini memiliki koleksi-koleksi bernilai sejarah tinggi, tersimpan kolesi batik kuno yang usianya lebih dari 100 tahun. Konon batik-batik kuno di museum ini pernah digunakan oleh Pakualam VII dan Pakualam VIII. Beberapa saat kemudian mereka sampai di museum batik, “akhirnya kita sampai juga ya mens” kata Vino sambil membuka pintu mobilnya. Akhirnya, mereka berjalan masuk ke museum itu kebetulan sekarang hari sabtu jadi museum ini bisa di buka untuk umum karena museum yang di buka untuk umum setiap sabtu dan minggu sehingga masyarakat awam dan siswa bersekolah bisa belajar membatik. Setelah mereka masuk, mereka bertemu dengan seorang pendiri sekaligus pemilik museum ini yang bernama Linda heri Diyana Bondan Gunawan. Dia menjelaskan pada mereka tentang sejarah museum batik . “Apa kabar?” kata Vino kepada seseorang sambil berjabatan tangan.
Pemilik Museum: iya baik, saya pemilik museum ini… kalau boleh tahu kalian dari mana?
Vino: kami mahasiswa UGM yang mengadakan kunjungan non formal untuk menyempatkan kesibukan di bulan puasa ini (tersenyum) oh iya, nama anda siapa?
Pemilik Museum: kenalkan nama saya Linda heri Diyana Bondan Gunawan…(berjabatan dengan sahabat Vino yang lain)
Pemilik Museum: oh iya…(tersenyum) dalam musem ini batik-batiknya rata-rata berusia 100 tahun lebih….(sambil menunjukan batik-batik yang ada disekitar)
Kelvin: wah..keren, kalau itu batik motif apa? (menunjukannya)
Pemilik Museum: itu batik motif slogan….
Faisal: wah, aku kok baru dengar (nada bercanda)
Joni: kalau boleh saya tahu museum ini didirikan tahun berapa?
Pemilik museum: Museum ini didirikan pada tahun 2004 kemudian museum lingkungan batik Ciptowening ini diresmikan kembali oleh Gebernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Joni: oh…(sambil melihat-lihat batik)
Vino: ada berapa motif batik di museum ini?
Pemilik Museum: museum batik ini memiliki 250 hingga 300 koleksi batik dari berbagai motif, batik-batik ini berasal dari batik Yogya dan batik Solo. Batik Yogya sendiri barasal dari batik Imogiri, Bantul dan motif-motif lain…(tersenyum)
Kelvin: membatik itu apakah sulit?(tersenyum)
Pemilik Museum: tergantung dari motifnya…tapi, beberapa batik saat ini sudah sulit ditemukan mulai dari motif lereng atau beberapa batik kuno seperti, motif sidomukti, sidoluhur atau wahyu tumurun pasalnya, banyak pembatik yang sudah tidak bisa membuatnya selain sulit, butuh ketelatenan yang lebih dibandingkan membuat batik biasa begitu……….
Vino: apakah semua batik-batik ini sudah patenkan?
Pemilik Museum: pertanyaan yang bagus….baru sebagian kecil batik di Yogyakarta yang sudah dipatenkan,,dari 1400 motif batik..baru sekitar 300-an diantaranya yang telah dipatenkan….
Vino: wah….masih banyak juga ya,,padahal mematenkan batik ini dipandang cukup penting agar batik tetap bisa lestari dan terjaga
Pemilik Museum: iya…memang benar itu…kalian mau belajar membatik….(tersenyum)
Radit: boleh juga itu…di mana tempatnya..(tersenyum)
Pemilik Museum: mari ikut saya…(menunjukan tempatnya)
Vino: oh ini ruangan untuk membatik….(tersenyum)
Pemilik museum: mari saya ajarkan sedikit tentang cara membatik….ini semua alat-alat yang diperlukan untuk membatik…di sini ada canting, gawangan, wajan, kompor kecil, malam atau lilin dan bahan pewarna..
Kelvin: rumit juga alatnya pasti sulit….(tertawa)
Pemilik Museum: wah..kalau sudah belajar nggak ada yang namanya sulit (tersenyum)..tolong kalian perhatikan baik-baik (memraktekannya) yang pertama siapkan kain lalu buat motif di atas kain dengan pensil….buatlah yang sederhana dulu, lakukan semampu kalian…
Vino: ini sudah aku buat motifnya (tersenyum)
Pemilik Museum: ya,,,seperti itu tolong ikuti..setelah itu sampirkan kain pada gawangan….
Joni: ya…ini sudah saya sampirkan (tersenyum)
Pemilik Museum: setelah itu,,nyalakan kompor taruh malam atau lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna…..(tersenyum)

       Mereka serentak mengikuti apa yang diajarkan Pemilik Museum itu.
Pemilik Museum: biarkanlah api tetap menyala kecil…mulailah membatik dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas…goreskanlah canting dengan motif yang kalian buat tadi…..
Faisal: seperti ini ya….(menunjukannya)
Pemilik Museum: hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes di atas permukaan kain karena akan mempengaruhi hasil motif batik….(tersenyum) nah begitu, nyatanya kalian sudah lumyan bisa….
Joni: kan karena belajar (tertawa)
Pemilik Museum: baik…setelah motif tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan…..ya sudah sekarang kalian siapkan bahan pewarna dalam ember….aku tunggu bentar….
Vino: iya kami sudah semua (tersenyum)
Pemilik Museum: kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna dengan menggunakan kuas, ulangi sampai beberapa kali……untuk tahap selanjutnya, adalah proses penghilangan lilin batik dengan cara pengerakan dan melarod….

        Setelah beberapa menit kemudian.
Pemilik Museum: ini adalah tahap terakhir dari proses pembuatan batik yaitu proses pencucian dan penjemuran…mari kita bawa ke sana…
       Mereka benar-benar memerhatikan dengan beberapa indra mereka untuk membuat batik tentunya mereka sangat menikmati proses belajar membatik. Tidak terasa mereka hampir dua jam di sana dan mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemilik Museum batik karena telah mengajarkan sedikit tentang belajar membatik. Meskipun sedikit itu tetaplah ilmu yang mereka dapatkan selanjutnya tinggal mereka mengembangkannya sendiri. Dalam proses mencari ilmu yang terpenting mencari sebuah kebenaran dan sebuah proses utuk mendapatkannya. Hanya belajar, belajar dan belajar yang harus kita lakukan di dunia ini. Berpikirlah kita selalu merasa bodoh karena dengan seperti itu kita akan terus menggali dan menggali ilmu yang ada di dunia ini. Mencari ilmu di bulan puasa kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih, Allah akan melipat gandakan pahala kita karena mencari ilmu itu hukumya wajib. Mereka akan melanjutkan perjalannannya lagi di suatu tempat lain dengan ilmu-ilmu yang menarik. Jadi, kelima indra kita adalah sebagai alat untuk mendapatkan sebuah ilmu. Tanpa indra mustahil kita bisa merealisasikan semuanya dalam mencari sebuah ilmu maka, jagalah kelima indra kita karena itu adalah aset kita yang tidak ternilai.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s