Kesan Terindah Selama Di Kota Semarang

Segmen 30
“Kesan Terindah Selama Di Kota Semarang”

       Di dalam kelas Kirana sedang sibuk membaca sebuah buku diam-diam ada seseorang yang masuk ke dalam kelasnya karena terlalu fokus membaca buku Kirana pun tak menyadarinya dan kemudian dari arah belakang seseorang itu menutup mata Kirana “siapa sich ini?” kata Kirana lalu Kirana berpikir sejenak “ahh pasti ini angel kan”. Dan seseorang melepaskan tangan dari mata Kirana. “Kelvin! Kok kamu sampai sini” kata Kirana dengan jantung yang cukup kaget.
Kelvin: iya dong…kan, aku pengen ngajak kamu pulang bareng (tersenyum dan memandang Kirana)
Kirana: (tersenyum) ya sudah Vin,,kamu duduk sini dulu….
Kelvin: kamu sedang baca apa Kirana (duduk di sebelah Kirana)
Kirana: ini aku lagi baca buku psikologi (tersenyum)
Kelvin: oh iya Kirana, nanti kamu pulang ke Semarang nggak,,,kan sekarang hari jum’at….(memandang kelas Kirana)
Kirana: nanti aku pulang kok Vin,,,,kenapa masih kangen ya (bercanda)
Kelvin: (tersenyum) kan dulu kamu pernah janji sama aku,,,kalau kamu ingin ngajak aku main ke rumahmu di Semarang (memandang Kirana)
Kirana: kapan ya (bercanda)
Kelvin: waktu kita main ke Malioboro itu (tersenyum)
Kirana: ahh nggak ahh…aku nggak bilang kayak begitu (tertawa)
Kelvin: oh …begitu tow…aku marah lho (sedikit cemberut)
Kirana: (tertawa) marah kok bilang-bilang sich Vin…iya, kan aku tadi cuma bercanda…(tersenyum)
Kelvin: aku juga bercanda kali (tertawa) begini saja nanti aku antar kamu pulang sekalian aku tidur di sana juga (tersenyum)
Kirana: maksudnya kamu tidur di rumahku begitu….
Kelvin: iya nggaklah…aku tidurnya di mobil kali (tertawa)
Kirana: oh,,kirain (tersenyum) kasian banget tow sayang,,,kamu kok tidur di mobil sich…
Kelvin: iya nggak apa-apa sayangku….daripada tidur di jalan,,,lagian kan di mobil kursinya empuk,,,emang keras kayak batu,,,kalau keras ya badanku sakit semua (tertawa)
Kirana: ahh kamu bisa saja (tertawa)
Kelvin: sudah ahh…jangan banyak ketawa nanti perutnya sakit (tersenyum)
Kirana: habis kamu lucu kok Vin (tersenyum)
Kelvin: ya sudah pulang sekarang yuk,,,kan aku mau jum’atan juga (tersenyum) nanti aku antar pulangnya habis sholat jum’at saja ya Kirana…
Kirana: ok! dech Vin…(memasukan bukunya ke dalam tas)

       Sebelum pulang ke rumahnya, Kelvin mengantar Kirana ke kos-kosan yang tak jauh dari kampus. Suasana yang mendung membuat Kelvin terburu-buru pulang “oh iya aku hampir lupa, aku kan pernah kecelakaan” kata Kelvin dalam hati, akhirnya pun Kelvin memperpelan laju motornya. Kelvin pun tak sabar ingin bisa main ke Semarang.
       Sesampai di rumah Kelvin bersiap-siap untuk sholat jum’at. Dari teras rumahnya ibu Kelvin bertanya kepada Kelvin “oh iya Kelvin, kamu habis ini mau main lagi nggak”. “Oh iya mah, hampir lupa habis ini Kelvin mau nganter Kirana pulang ke Semarang mah” sambil memakai sarung dan peci.
Mama Kelvin: jauh banget main ke Semarang (memandang Kelvin)
Kelvin: iya nggak apa-apa mah..sekali-kali,,boleh ya mah (tersenyum sambil merayu mamanya)
Mama Kelvin: terus kamu tidurnya di mana…pasti kamu kan nggak mungkin langsung pulang (cukup tegas)
Kelvin: iya di mobil kan bisa mah (tersenyum)
Mama Kelvin: kasian banget anak mama tidur di mobil (memandang Kelvin)
Kelvin: emang apa salahnya mah kan cuma dua hari, minggu Kelvin pulang kok kalau tidur di hotel mahal mah (sedikit cemberut) kan di luar sana masih banyak yang menderita dari Kelvin…lihat saja orang-orang yang hidup di jalanan pasti ngrasain panas pada siang hari dan dingin pada malam hari….izinkan Kelvin buat nganter kirana ya mah,,,karena tanpa izin mama Kelvin tak akan berangkat (kepala tertunduk)
Mama Kelvin: (diam sejenak sambil memandang Kelvin) ya sudah….mama izinkan kamu buat nganter Kirana….
Kelvin: (wajah yang senang) makasih ya mah,,,mama memang baik bener,,,ya sudah Kelvin berangkat sholat jum’at dulu (mencium tangan mamanya) assalamu’alaikum..
Mama Kelvin: (tersenyum) wa’alaikum salam…..

       Tiba-tiba hujan pun turun dengan deras, di kamarnya terlihat Kelvin sedang mempersiapkan sesuatu untuk di bawa ke Semarang “bawa pakaian, handuk dan perlengkapan mandi sudah, apa lagi ya yang belum” ucap Kelvin. Dan setelah berpikir sejenak Kelvin menemukan ide “oh iya, untuk orang tua Kirana aku bawain saja oleh-oleh dari sini pasti ortunya senang” sambil tersenyum. Kemudian, Kelvin berangkat dan tak lupa berpamitan dengan kedua orang tuanya “hati-hati ya Vin di jalan” kata ayahnya. “Iya yah” jawab Kelvin sambil membawa tasnya. Beberapa saat kemudian, Kelvin sampai di kos-kosan Kirana. Dari dalam kosnya Kirana sedang bersiap-siap dan seorang teman kosnya bertanya kepada Kirana “itu Kirana, pangeranmu sudah datang” sambil melihat ke jendela. Dan Kirana hanya tersenyum saja.
       Dalam perjalanan, sejenak Kelvin berhenti di Malioboro untuk membeli oleh-oleh. “Kok berhenti di sini emang ada apa Vin” sambil memakai jaket dari dalam mobil.
Kelvin: sebentar ya Kirana ,,,kamu tunggu di sini nggak usah keluar soalnya hujannya deras (membuka pintu mobilnya)
Kirana: iya Vin…..(sedikit kedinginan)

       Dari dalam kaca jendela mobil, Kirana nampak melihat Kelvin sedang membawa bungkusan yang cukup banyak.
Kelvin: (membuka pintu mobilnya) ini sayang,,,ada oleh-oleh untuk orang tuamu (tersenyum)
Kirana: (menerima bungkusan itu) wah, makasih banyak ya Vin (tersenyum)
Kelvin: (kembali menyetir) iya sama-sama Kirana (tersenyum)

       Kirana pun tertidur di dalam mobil Kelvin, lalu dilepasnya jaket yang Kelvin pakai untuk menyelimuti Kirana yang cukup kedinginan. Beberapa jam kemudian, mereka sampai di Semarang, rumah Kirana berada di kawasan simpang lima.
       Kota Semarang terletak di pesisir Utara Pulau Jawa dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Tengah, sama seperti letaknya yang berada tepat ditengah-tengah antara pesisir Timur dan Barat Pulau Jawa. Lingkungan Kota Semarang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melakukan day trip and side dan side excursions.
       Kenangan masa lalu di kota ini akan membawa kita kembali ke abad 15 sampai dengan abad 18 sesudah Masehi di mana sebuah monumen yang kolonial dan kuno masih berdiri sampai sekarang, selain itu juga, di bagian lain Kota Semarang, dekat dengan pelabuhan, kita dapat menemukan berbagai bangunan menarik yang akan mengingatkan kita kembali pada masa kolonial Belanda dan VOC seperti Gereja Blenduk, gereja umat kristiani tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda pada tahun 1753. Bangunan ini menunjukkan arsitektur abad 18 dengan aulanya yang sangat besar dan bergaya seni abad 17. Berdekatan dengan gereja, terdapat beberapa bangunan yang berasal dari jaman kolonial Belanda, seperti Stasiun Tawang, Stasiun Kereta Utama dengan arsitektur masa lampaunya juga terletak di area ini. Sementara itu, Lawang Sewu atau biasa disebut sebagai bangunan seribu pintu, yang terletak di Semarang kota juga merupakan sebuah gedung bersejarah dari masa Belanda.
       Selain berbagai koleksi bangunan-bangunan kolonial Belanda yang menarik, di Semarang terdapat juga bangunan bersejarah dengan arsitektur khas dari negeri Cina. Di bagian barat Kota Semarang terdapat sebuah kuil Sampokong atau biasa dikenal sebagai Gedong Batu (Bangunan Batu) yang didedikasikan kepada seorang China yang muslim, Laksamana Cheng Ho, yang pertama kali datang pada Tahun 1406 sebelum Masehi. Selain itu terdapat pula kuil China Buddha, Tay Kak Sie yang berada pada jalan Lombok dan dibangun pada Tahun 1772.
       Itulah kilasan sedikit mengenai sejarah Kota Semarang, lalu mereka sampailah di rumah Kirana yang cukup mewah. “Oh ini, rumahmu Kirana” sambil memandang dari dalam jendela. “Ya sudah kita masuk sekarang Vin” sambil membuka pintu mobil. Dari depan rumahnya, kedua orang tua Kirana sudah menunggunya dengan penuh rasa sopan Kelvin bersalaman dan memberikan senyum terhangat kepada kedua orang tua Kirana. “Oh ini yang namanya den Kelvin” kata mama Kirana.
Kelvin: (rasa malu) kok den sich tante, emang Kelvin anak ningrat (tersenyum)
Mama Kirana: kan, nggak apa-apa,, biar enak saja manggilnya (tersenyum)
Kelvin: ahh tante bisa saja (tersenyum)
Ayah Kirana: ya sudah silahkan masuk…den Kelvin…(mempersilahkan masuk)
Kelvin: (melangkahkan kakinya masuk dengan wajah yang masih terlihat malu) iya om…
Kirana: ya sudah Vin…aku buatin minum dulu ya (tersenyum)
Kelvin: (duduk di kursi ruang tamu) iya Kirana…
Mama Kirana: iya sudah den Kelvin….habis ini makan dengan Kirana kan pasti kalian laper,, (tersenyum)
Ayah Kirana: iya den Kelvin…sudah dimasakin mama Kirana rendang (tersenyum)
Kelvin: iya om…makasih…(tersenyum sambil memandang kedua orang tua Kirana)
Mama Kirana dan Ayah Kirana: (masuk ke dalam)
Kirana: (membawa dua gelas teh hangat) ini Vin minumanya…(duduk di samping Kelvin)
Kelvin: iya sayangku…makasih (meminum tehnya)
Kirana: gimana Vin…rumahku jelek kan (merendah)
Kelvin: kalau rumahmu kayak begini dibilang jelek..terus yang mewah seperti apa (tersenyum) rumah kamu mewah kali Kirana….oh iya ini kan sudah sore,,ya sudah kamu mandi dulu sana…habis ini temani aku keliling kota semarang ya (memandang Kirana)
Kirana: ok!! tapi, habis ini kita makan dulu..sudah disiapkan mama di meja makan tuh,,(tersenyum)
Kelvin: iya dech sayang…..
Kirana: sayang juga mandi ya,,,biar baunya nggak kecut (ngledek sambil masuk ke dalam untuk mandi)
Kelvin: (hanya tersenyum)

       Setelah mereka mandi dan makan bersama akhirnya mereka pamit keluar kepada orang tua Kirana untuk jalan-jalan di sekitar kota semarang. Di dalam mobil Kelvin bertanya kepada Kirana “kita sekarang mau kemana dulu nie Kirana” sambil menyetir.
Kirana: yang dekat dulu saja…di simpang lima (tersenyum)
Kelvin: terus mobilku diparkir di mana Kirana (memandang Kirana)
Kirana: kita parkir di CL saja…
Kelvin: ok! dech…..

       Mereka berjalan-jalan di CL, Matahari dan Robinson. Mereka membeli sesuatu mulai dari aksesoris sampai baju, Kelvin dan Kirana begitu menikmatinya ketika itu kemudian mereka istirahat sejenak sambil makan es krim di CL. “Kok di sekitar sini banyak pengemis ya Kirana” sambil makan es krimnya.
Kirana: iya aku juga kurang tahu latar belakang ekonomi mereka seperti apa,,,,kan, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah (tersenyum)
Kelvin: kita jangan buruk sangka dulu ….mungkin, saja mereka benar-benar tak mampu mencari rezeki dengan cara bekerja atau nggak tingkat pendidikan mereka yang rendah (memandang orang di sekitar CL)
Kirana: benar juga kamu Vin…tapi, kan setahuku di agama islam mengajarkan kita boleh benar-benar mengemis apabila sudah tak mampu lagi untuk bekerja..seperti, sudah tua renta atau cacat fisiknya….
Kelvin: bahkan terkadang nie…orang yang memiliki keterbatasan saja bisa mencari uang yang tidak bisa kita duga…bahwa sebuah keterbatasan tidak menjadikan sebuah alasan untuk kita selalu berusaha…(tersenyum)
Kirana: iya Vin…(tersenyum)
Kelvin: oh iya…untuk seseorang yang boleh mengemis,,,kan uangnya hanya boleh digunakan untuk menyambung hidupnya saja…
Kirana: maksudnya Vin? (memandang Kelvin)
Kelvin: maksudnya, uang itu hanya boleh digunakan untuk makan saja…
Kirana: wah,,barati selain itu nggak boleh…seperti membeli sesuatu yang mewah begitu..(sambil mengusap mulutnya dengan tisu)
Kelvin: iya, orang yang mengemis itu terkadang sedikit ada benernya juga kok…
Kirana: kok bisa Vin? (tersenyum)
Kelvin: iya lebih baik mereka mengemis …daripada mereka harus mencuri atau merampok…malah itu sangat merugikan orang lain…kan, banyak kasus di luar sana…seorang perampok membunuh korbannya,,,hanya gara-gara uang…
Kirana: (tersenyum) iya sich Vin….kehidupan orang selalu berbeda-beda,,,
Kelvin: ya mungkin, yang membedakannya adalah kebutuhan, pola pikir dan gaya hidupnya….begitu…
Kirana: iya…tapi, kan masih banyak faktor-faktor lain (tersenyum) sekarang kita lihat orang main sepatu roda saja yuk…
Kelvin: di mana emangnya (membuang bungkus es krimnya)
Kirana: di alun-alun simpang lima (tersenyum)
Kelvin: ayo,,,,boleh juga (menggandeng tangan Kirana)

      Duduk berdua di bawah pohon, mereka asyik memandang orang yang sedang bermain sepatu roda. Sambil menikmati indahnya dan ramainya kota semarang pada waktu itu, Kelvin dan Kirani asyik bercerita mengenai tempat tinggalnya masing-masing. Asyik bercerita, ternyata waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam dan mereka segera pulang ke rumah Kirana. Lalu, Kelvin buru-buru mengambil mobilnya di parkiran CL karena parkirannya akan tutup pukul 10 malam. Ketika sudah sampai di depan rumah, Kirana bertanya kepada Kelvin “beneran kamu mau tidur di mobil Vin” memandang Kelvin dengan rasa kasihan.
Kelvin: iya nggak apa-apa Kirana….kan, aku juga nggak enak dengan tetangga kamu masak belum apa-apa sudah tinggal satu rumah…(tersenyum)
Kirana: kan, masih ada kedua orang tuaku di dalam rumah lagian, kamu kan seperti tamu…dan tamu itu adalah raja juga kan.
Kelvin: ahh kamu bisa saja Kirana (tersenyum)
Kirana: nggak ahh…aku nggak mau kamu tidur di dalam mobil (sedikit memaksa) kamu tidur saja di kamar sebelah, kebetulan itu kamarnya nggak ada yang meniduri …(memandang Kelvin)
Kelvin: ya sudah…terserah kamu saja (membuka pintu mobil)
Kirana: nah,,,begitu nurut sama ceweknya (tersenyum)

       Orang tua Kirana malah menyarankan Kelvin tidur di kamar sebelah dan akhirnya Kelvin tidur di dalam rumah Kirana. Kelvin merasa senang dengan perlakuan orang tua Kirana yang baik dan menghargai Kelvin. Dengan nyala lampu yang terang dan gambar poster ungu di dinding Kelvin tidur terlelap. Keesokan harinya, bunyi ringtone dari alarm membuat Kelvin terbangun, lalu dia mengerjakan sholat subuh dan setelah sholat subuh Kelvin keluar rumah untuk menikmati segarnya udara pada pagi hari. Dari dalam kamarnya Kirana menuju ke kamar Kelvin yang ternyata Kelvin tak berada di kamarnya lalu Kirana mencoba keluar, dilihatnya Kelvin sedang terduduk di teras rumahnya. “Kamu sudah bangun Vin” kata Kirana sambil duduk di dekatnya.
Kelvin: iya, kamu sudah bangun juga (melihat pemandangan sekitar) sudah sholat subuh belum kamu Kirana (memandang Kirana)
Kirana: sudah kok Vin…ayo kita jalan-jalan yuk Vin,,,
Kelvin: kemana sayangku…?
Kirana: di alun-alun simpang lima saja yang dekat, iya sekalian kita cari sarapan…
Kelvin: ayo…kita jalan kaki…?
Kirana: iya..sekalian kita olah raga tow…ya sudah aku ganti baju dulu…masak aku pakai baju tidur (tertawa)
Kelvin: (memandang Kirana sambil tersenyum)

       Beberapa waktu setelah jalan-jalan di simpang lima mereka berhenti sejenak. “Capek banget ya Kirana” kata Kelvin sambil mengusap keringatnya. “Ahh belum apa-apa Vin” memberi Kelvin minum. Mereka pun melanjutkan jalan-jalannya lagi. Di kota Semarang yang indah, pagi yang cerah dan kedua wajah mereka yang ceria menambah suasana yang semakin romantis pada waktu itu. Lama berjalan-jalan Kelvin dan Kirana berhenti sejenak di suatu tempat untuk sarapan pagi “oh kamu kalau beli sarapan di sini” kata Kelvin.
Kirana: iya..di sini makanannya enak kok Vin (tersenyum)
Kelvin: oh…kamu mau pesan apa? nanti aku pesankan…
Kirana: aku nasi rames saja Vin….
Kelvin: ok! ya sudah kamu duduk dulu…kalau aku mau pesan nasi soto (tersenyum)
Kirana: oh iya,,,kamu sukanya nasi soto kok ya (tersenyum)
Kelvin: nanti malam kan malming ya sayangku…kita mau main ke mana lagi (memandang Kirana)
Kirana: nanti malam kita ke kampung laut, tugu muda dan kota lama…
Kelvin: wah kayak melancong saja (tertawa) denger-denger sich di sini ada tempat wisata lawang sewu, kita nggak ke sana Kirana (tersenyum)
Kirana: (tersenyum) aku takut tempat kayak gituan sayangku……
Kelvin: oh ya sudah nggak apa-apa kalau kamu takut…berarti lain kali saja ya (tersenyum)
Kirana: iya Vin…lain kali nunggu aku berani dulu ya (tertawa)
Kelvin: terserah apa kata sayangku ini (tertawa)
Kirana: kayak bahasa mana gitu (tertawa)
Kelvin: ini nasi rames buat kamu….dan ini nasi sotonya buat aku….mari makan (tersenyum)
Kirana: ahh sayangku lebaynya kumat tow (tertawa)
Kelvin: (tersenyum) oh iya,,nanti bungkusin makanan buat ortu kamu buat sarapan di rumah…btw ortumu biasanya sarapan sama apa?
Kirana: (makan nasi ramesnya) iya biasanya sama kayak aku,,,nasi rames…
Kelvin: oh….(mendekati penjual) bu, nasi ramesnya 2 dibungkus ya (tersenyum)
Penjual: iya mas..(tersenyum)

       Setelah mereka sarapan, mereka memutuskan untuk segera pulang. Di dalam rumah ayah Kirana bertanya kepada mereka “dari mana saja kalian” dengan tersenyum. “habis jalan-jalan om… oh iya, ini om ada nasi bungkus buat om dan tante” kata Kelvin sambil memberikan nasi bungkusnya.
Ayah Kirana: oh iya, makasih ya den Kelvin (tersenyum)
Kelvin: iya om sama-sama (tersenyum)

       Kirana dan Kelvin sejenak menyempatkan diri sebelum mandi untuk mengobrol di ruang tamu. “Ternyata kota Semarang, asyik juga ya” kata Kelvin.
Kirana: iya dong…kota semi metropolis gitu (tersenyum)
Kelvin: oh iya, btw kenapa kamu kok bisa kuliah sampai Jogya padahal universitas di sini nggak kalah bagusnya seperti UNDIP atau UNNES (tersenyum)
Kirana: ya sebenarnya pengen saja melihat dunia luar sekalian mencari pengalaman begitu…
Kelvin: oh,,, dulu kamu SMA nya mana tow?
Kirana: ahh paling kamu juga nggak bakalan tahu (tertawa) aku dulu di SMA Kesatria Samarang…..
Kelvin: (tersenyum) kalau waktu pulang begini kamu kesibukannya apa sayang?
Kirana: apa ya? kadang-kadang nyapu, ya bantuin mama nyuci baju…emang kenapa kok tanya-tanya mau bantuin apa? (tersenyum)
Kelvin: iya namanya saja pengen tahu banget…nggak apa-apa dong sekedar nanya (tersenyum) ternyata aku lihat-lihat dagumu kok belah ya, diapain itu sayang (melihat dagu Kirana)
Kirana: iya emang begini dengan sendirinya aneh kamu Vin…kata orang sich, kalau dagu belah menandakan orangnya setia (tertawa)
Kelvin: oh setia,,,nggak selingkuh tiada akhir kan (tersenyum)
Kirana: iya nggaklah sayangku…satu saja cukup…..(tersenyum)
Kelvin: (memegang tangan Kirana) tanganmu kok lembut banget ya Kirana…
Kirana: namanya saja tangan cewek Vin…(tertawa)
Kelvin: nggak ini beda kok sayang…tanganmu itu imut-imut kayak gantungan kunci di Malioboro….
Kirana: (tertawa) kamu lucu Vin…eh Vin, kamu kok cerewet banget ya…..(tertawa)
Kelvin: daripada bengong Kirana,,nanti di masukin hantu gimana coba (tertawa)
Kirana: bukan itu maksudnya….yang kamu omongin itu ada saja (tersenyum)
Kelvin: oh begitu….(melihat jam) ini sudah jam 9, kamu mandi dulu Kirana….biar makin cantik…(tersenyum)
Kirana: mana ada mandi kok makin cantik, yang ada itu mandi makin bersih dan wangi (tertawa)
Kelvin: terserah apa kata kau ini sajalah (tertawa)
Kirana: wah lebaynya kumat…ya sudah aku mandi dulu…paling cuma 45 menit sabar saja (tertawa)
Kelvin: kamu mandi atau sambil nguras bak Kirana (terawa) 45 menit kok cuma …
Kirana: namanya saja cewek Vin….(tersenyum)
Kelvin: kasihan ya orang tuamu bayar PAM nya (tertawa)

       Malam minggu yang ramai di sekitar tugu muda mereka asyik berfoto-foto tak disangka-sangka ada sebuah keramaian di luar tugu muda itu. “Kok itu ada ramai-ramai ya, kamu di sini sebentar ya Kirana aku mau lihat ke sana” kata Kelvin yang cukup panik. Ternyata keramaian itu adalah ada seseorang yang dipukuli akibat kepergok akan mencuri sepeda motor milik orang lain, orang itu di kepalanya penuh dengan lumuran darah di sana juga tak ada aparat yang menenangkannya. Selang beberapa menit kemudian aparat pun datang, tapi pencuri itu telah sekarat lalu polisi mengamankan pencuri itu. Dan Kelvin kembali ke tempat Kirana berada “ada apa Vin?” kata Kirana.
Kelvin: itu ada pencuri yang di pukuli…
Kirana: ihh,,,pasti ngeri banget (wajah yang cukup miris)
Kelvin: iya Kirana, kepalanya saja sampai berdarah semua (memandang ke tempat perkara itu)
Kirana: kasihan banget ya Vin…pasti itu benar-benar sakit…(membayangkan)
Kelvin: padahal andai motor curian itu di jual paling hasilnya nggak seberapa….tapi, dampak kepergoknya yang benar-benar merugikan….tahu nggak Kirana hidup di dunia ini sangat beresiko…makanya, kita harus benar-benar hati-hati…sekarang mencari kerja susah yang dapat meningkatkan angka kriminalitas……
Kirana: memang hidup di dunia makin lama makin kurang nyaman saja…kejahatan di mana-mana…aku jadi takut ikk kalau pergi ke mana gitu….
Kelvin: (tersenyum) tenang saja Kirana…kan, masih ada aku sebagai kekasihmu pasti aku kan berusaha melindungimu….kamu pergi denganku itu sudah menjadi tanggung jawabku (memegang pipi Kirana)
Kirana: (menyandarkan kepalanya ke bahu Kelvin) makasih ya sayangku….aku nyaman bila di dekatmu (tersenyum)
Kelvin: iya sayangku (tersenyum dan memandang Kirana) ya sudah kita cari makan dulu yuk…pasti kamu sudah laper kan….
Kirana: ayo…kita makanya ke kampung laut saja Vin (tersenyum)

       Kampung lautlah yang mereka tuju sekarang, mereka tentunya makan dengan menu masakan laut mulai dari ikan, kepiting, udang dan cumi. Setelah makan, mereka menuju ke tempat yang terakhir yaitu kota lama. Di kota lama semakin malam nampak semakin romantis, di sana cukup ramai mereka berjalan-jalan di area kota lama itu dan Kelvin bertanya kepada Kirana “berarti ini adalah bangunan tua peninggalan pada masa penjajahan belanda ya sayangku, terlihat dari bentuk desain bangunannya”. “Iya Vin, kamu benar tapi lama-lama seram juga ya Vin” menggandeng Kelvin dengan erat. Cukup lama berputar-putar, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang karena Kirana sudah merasa ngantuk.
       Keesokan harinya Kelvin memutuskan untuk pamit pulang kepada orang tua Kirana bersama dengan Kirana. “Makasih ya om, tante sudah ngizinin Kelvin bermalam di sini…Kelvin juga minta maaf kalau Kelvin merepotkan om dan tante waktu Kelvin tinggal di sini” kata Kelvin sambil bersalaman dengan kedua orang tua Kirana.
Ayah Kirana: halah,,,biasa saja den Kelvin…makasih juga oleh-olehnya kemarin (tersenyum)
Mama Kirana: iya den Kelvin,,,ini ada sedikit oleh-oleh dari kami (memberikan kepada Kelvin)
Kelvin: wah,,,tambah ngrepotin om dan tante nie…makasih ya om, tante..
Mama Kirana: iya sama-sama…itu lunpia makanan khas kota Semarang (tersenyum)
Ayak Kirana: den Kelvin satu lagi…tolong jagain Kirana di sana ya (melihat Kirana)
Kelvin: iya om,,pastinya (tersenyum)
Kirana: ya sudah mah, yah…Kirana berangkat dulu..(mencium kedua tangan orang tuanya)
Ayah Kirana: ya sudah…kalian hati-hati di jalan (tersenyum)
Mama Kirana: (hanya tersenyum)
Kelvin: iya om, tante mari (tersenyum)
Mama dan Ayah Kirana: iya mari-mari (tersenyum)

       Kelvin pun merasa puas bisa main di kota Semarang dan bisa ketemu dengan kedua orang tua Kirana. Kirana dan Kelvin juga sangat bahagia bisa bermain berdua, banyak kesan yang mereka temui ketika berada di Semarang bahwa cinta terasa sangat indah. Dan mereka berusaha menghadapi bersama untuk menjalani hidup yang penuh dengan resiko ini. Hanya dengan sebuah cinta dunia bisa merasa nyaman. Cinta, Persahabtan dan Kehidupan adalah ketiga komponen yang saling melengkapi. Dengan kata lain kekasih=cinta, ikatan solidaritas=persahabatan dan kepedulian terhadap orang lain=kehidupan. Itulah arti khusus tentang judul novel ini.
       Memang benar cinta itu sempurna, Mari dengan sebuah cinta, persahabatan dan kehidupan kita bawa diri kita dan orang lain ke arah yang lebih baik. Dengan itu kita akan menciptakan surga dunia yaitu sebuah kebahagiaan, ketenangan dan kenyamanan hidup di dunia ini sambil menyelam minum air, sambil memperbaiki diri kita kita ke arah lebih baik, kita juga bisa memperbaiki diri orang lain ke arah lebih baik juga.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s