Sebuah Kebenaran Yang Pahit

Segmen 28
“Sebuah Kebenaran Yang Pahit”

       Malam yang gelap gulita dipenuhi bintang dan bulan serta suara desas-desis angin yang melewati dedaunan, di kamarnya yang rapi Joni sedang asyik bermain game. Dari kecil hingga sekarang Joni memang menyukai game menurutnya game adalah sebuah permainan yang selalu menghibur dirinya. Pada malam itu, dia teringat dengan seseorang tidak lain adalah kekasihnya Tiara yang tinggal di Jakarta rasa rindu pun membayangi Joni ketika bermain game yang pada akhirnya mematikan laptopnya karena pikirannya tertuju pada Tiara. “Waduh liburan kuliah semester 2 masih lama” kata Joni sambil membereskan laptopnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi, sepertinya itu adalah panggilan dari Tiara dan cepat-cepat Joni mengangkat panggilan itu. “Wa’alaikum salam, kebetulan sayang telepon aku lagi kangen” kata Joni saat ditelepon Tiara.
Tiara: iya pah, mama juga kangen kok (tersenyum manja)…oh iya btw gimana kuliahnya?
Joni: alhamdulilah lancar mah…mama sendiri gimana?
Tiara: kuliah mama juga baik-baik saja kok pah (tersenyum)
Joni: liburannya masih lama ya mah (tersenyum) mah…liburan besok papa yang main ke rumah mama ya…..
Tiara: beneran pah…kan, Jakarta jauh banget pah…
Joni: jauh atau dekat kalau naik pesawat kan cepet…wust!! Dua jam nyampai (tertawa)
Tiara: ahh papa bisa saja…tapi, papa harus minta izin dulu sama ibu tow….hayo,,
Joni: oh iya,,,,mudah-mudahan saja boleh (tersenyum)
Tiara: iya….papa di sana nggak macem-macem tow….
Joni: nggaklah mah…kalau nggak percaya tanya Radit….oh iya mah, Radit ternyata sekarang sudah punya pacar lho….(tersenyum)
Tiara: yang bener pah….? (sedikit nggak percaya)
Joni: iya beneran…jadiaanya sudah agak lama sich..1 minggu yang lalu…emang kenapa mah…kayak nggak percaya gito….
Tiara: oh..bukannya nggak percaya…tapi, setahuku Radit orangnya sulit jatuh cinta…btw ceweknya cantik nggak pah? (tersenyum)
Joni: wah…kalau menurut papa sich cantik…begitu…
Tiara: sipz dong…mudah-mudahan mereka langgeng ya pah..
Joni: amin….mama lagi apa sekarang?
Tiara: ini mama lagi nglipet baju….
Joni: waduh,, mama sregep bener (tersenyum)
Tiara: iya dong…zaman sekarang nggak boleh malas-malasan….harus tetap semangat (tertawa)
Joni: setuju mah…(tertawa)
Tiara: lanjutkan (tertawa) papa sudah makan belum?
Joni: sudah kok mah….mama juga sudah makan?
Tiara: iya sudah barusan….pah, menurut papa hubungan jarak jauh itu menyakitkan nggak pah?
Joni: iya mau gimana lagi? itu sich tergantung kita yang menyikapinya..kalau dibuat enak ya pasti enak….tapi, ya kalau dibuat ngeluh hasilnya tak nyaman….yang penting kan kita harus bisa saling percaya itu modal pertama menjalani hubungan jarak jauh (tersenyum)
Tiara: iya pah….(tersenyum)
Joni: pasti ada saatnya kita benar-benar bersama….ya sabar saja….yang penting kita kuliah yang bener dulu dech…ok!!
Tiara: ok!! pah….
Joni: (tersenyum) mama cantik…sekarang tidur dulu yuk…kan, besok kita kuliah…
Tiara: iya papa ganteng….i love u..
Joni: love u too….

       Mereka akhirnya sudah mengobati rasa rindunya dengan berbicara melalu handphone dan mereka bisa tidur nyenyak untuk mempersiapkan kegiatan besok.
       Pag-pagi di kantin mereka sudah pada kumpul yaitu Vino, Kelvin, Faisal, Joni dan Radit. Semuanya sarapan dengan menu makanan yang berbeda-beda. Seperti biasa mereka melahirkan canda dan tawa.
Vino: dengar-dengar teman kita ada yang punya cewek baru (nada bercanda)
Kelvin: wah..siapa ya Vin? (tertawa)
Radit: (tertawa) kalian ada-ada saja….sok nyindir-nyindir….
Joni: mending ngaku saja Dit…daripada disindir-sindir (sambil minum teh hangatnya)
Radit: ngaku gimana mereka kan sudah pada tahu….gara-gara kamu Jon (mengaduk minumannya)
Joni: setiap ada apa-apa dengan salah satu diantara kita….kita harus cerita dong,,,mau senang atau sedih..semuanya harus tahu (tersenyum)
Kelvin: wah,,,berarti kita sudah punya pasangan semua dong….(tertawa)
Faisal: kurang satu Vin…aku yang belum (tertawa)
Kelvin: emang kamu belum jadian Sal?
Faisal: ya mau gimana lagi…waktu aku mau nyatain perasaan ke dia,,,ayahya sakit keras,,jadi, aku tunda dulu (tersenyum)
Vino: benar kamu Sal….emang ayah Fina sakit apa?
Faisal: sakit kanker paru-paru Vin…(makan nasi sotonya)
Vino: apa ayah Fina,,,perokok berat….? (memandang Faisal)
Faisal: dulu iya….tapi, ketika sudah berhenti merokok malah kena penyakit kanker paru-paru
Vino: berarti memang sudah terlambat….(melihat jam di tangan)
Faisal: iya Vin….
Joni: merokok itu tidak akan menguntungkan kita mens….yang pertama kalau sudah kecanduan pasti berapa uang yang harus kita keluarin buat beli rokok per harinya…kedua awalnya memang tak ada apa-apa tapi ketika kita sudah lama merokok organ kita akan rusak dengan sendirinya akibat nikotinya itu…(memandang para sahabatnya)
Radit: betul Jon…hanya kenikmatan sesaat,,,tetapi dibalik kenikmatan itu…ada sesuatu yang dapat menghancurkan kita….(sambil membalas sms)
Kelvin: padahal kan di bungkus rokok itu sudah ada indikasinya…(membayar makanannya ke penjaga kantin)
Vino: itulah orang Indonesia (tersenyum) tidak bisa berpikir kritis ….memang kita merokok dapat menguntungkan petani tembakau dan sebuah perusahaan rokok…tetapi, itu semua tidak setimpal dengan apa yang kita terima akibat dampak dari merokok itu…jadi, merokok sama halnya melahirkan penyakit di dalam tubuh kita….
Faisal: semua tergantung dari kesadaran kita masing-masing Vin…tapi, tetap sangat susah melarang orang agar tidak merokok…..padahal bukti sudah ada, banyak orang yang mati akibat merokok….
Vino: mau gimana lagi…itulah cara mereka memilih dan menentukan kehidupannya sendiri….hidup ini ikutilah hati nurani kita…karena hati nurani kita itu suci….hati itulah yang membawa kita selalu pada porosnya yaitu sebuah kebaikan…ya sudah mens,,,kita kembali ke kelas…sudah jam mata kuliah MO I sekarang

       Mereka semua pun masuk kelas dan mengikuti mata kuliah MO I. Di samping itu, Joni lega karena tugas MO I nya sudah selesai itu semua berkat hasil tugas Radit yang dijadikan referensi dan dirinya yang berusaha mencari buku MO I di perpustakaan.
       Panasnya siang hari membuat Joni gerah, setelah pulang kuliah Joni memutuskan untuk tidur siang biasanya siang begini Joni bermain game tetapi untuk siang ini Joni memilih tidur siang. Dua jam telah berlalu, dia bangun dari tidurnya dan minum segelas air putih. Dan dia melihat sebuah kertas yang berserakan dilantai depan kamar ibunya, diambilah kertas itu, dia sedikit bingung karena yang dia temukan adalah Kartu Keluarga tetapi namanya dia tak ada. “Lho ini kan KK tetapi, kenapa tak ada namaku” ucap Joni. Setelah penasaran dia ingin menanyakan hal itu kepada orang tuanya. Ayah Joni bernama Pak Firman yang bekerja di bank swasta sedangkan ibunya bernama Bu Ratih yang bekerja sebagai PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Kehidupan Joni memang sedikit mewah dia selalu dituruti oleh kedua orang tuanya tetapi Joni tak meminta yang aneh-aneh kepada orang tuanya dan dia sangat senang dengan kehidupan keluarganya, selalu harmonis dan perhatian dengannya. Tak lama kemudian, kedua orang tuanya pulang kerja. “Sudah makan belum Jon?kata Pak Firman. Joni menjawab dengan sedikit gelisah “sudah kok yah”
Pak Firman: ya sudah ayah mau istirahat dulu (tersenyum)
Joni: iya yah (memandang ayahnya)
Bu Ratih: (melepas sepatu)
Joni: tumben mama pulang bareng ayah…
Bu Ratih: iya Jon…kebetulan tadi pulangnya bareng biasanya ayahmu pulangnya agak sorean dikit (tersenyum)
Joni: mah, Joni mau tanya sesuatu (sedikit gugup)
Bu Ratih: iya mau tanya apa nak? (memandang Joni dengan penasaran)
Joni: (tersenyum) ya sudah nanti saja dech mah….kasian mama kan baru pulang kerja….
Bu Ratih: (hanya tersenyum)

       Saat makan malam pun tiba, Joni dan kedua orang tuanya berkumpul di meja makan. Joni masih kepikiran dengan KK tadi. “Sebentar ya mah, Joni mau ambil sesuatu” sambil menuju kamarnya. “Mau ambil apa nak?” kata mamanya sambil gudeg.
Pak Firman: Joni kok tumben sedikit aneh ya mah (tersenyum)
Joni: ini Joni bawa sesuatu..tapi, Joni pengen mama dan papa jujur dengan Joni…
Pak Firman dan Bu Ratih: (kaget dengan perkataan Joni)
Joni: Joni mau tanya mah, pah…tadi, sore Joni menemukan ini di depan kamar mama dan papa (menunjukan KK) tetapi kenapa tak ada nama Joni di KK itu….
Pak Firman: (kaget hanya memandang Bu Ratih)
Joni: kenapa pada diam……apa mungkin, Joni bukan anak kandung kalian? (mata yang berkaca) jujur saja mah, pah..
Bu Ratih: (terdiam sejenak sambil memandang Joni) iya mungkin, mama harus jujur sekarang………..
Pak Firman: sabar nak…duduklah jangan berdiri seperti itu….pasti ayah dan mama kamu yang akan jelasin …..
Bu Ratih: iya kamu memang bukan anak kandung kami…tapi, kamu sudah kami anggap sebagai anak kandung sendiri (menangis)
Joni: (menangis) kenapa kalian nggak bilang dari dulu…?
Pak Firman: kami sengaja nak, menyembunyikan masalah ini….kami akan cerita setelah kamu dewasa nanti…dan ini saat yang tepat…(terharu)
Joni: terus di mana orang tua kandung Joni? (semakin menangis dan emosi)
Bu Ratih: iya nak…sabar mama akan cerita….Jadi begini, pada mulanya kami tak percaya karena dokter memfonis kami nggak bisa memiliki keturunan……suatu ketika saat perjalanan pulang dari rumah sakit…mobil ban kami bocor dan kami berusaha mencari bengkel terdekat….tanpa disengaja kami mendengar teriakan orang minta tolong “kebakaran! Kebakaran” begitu dan kami berusaha mendekati suara teriakan itu…ternyata memang betul ada rumah yang cukup mewah terbakar…..apakah kamu tahu itu adalah rumah orang tua kamu?
Joni: apakah orang tua Joni masih hidup,,katakan mah!! (nada yang cukup tegas)
Bu Ratih: (menggelengkan kepala) kedua orang tua kamu tak tertolong nak (menangis)
Joni: kenapa Joni tak mati saja dengan orang tua Joni (cukup histeris dan menangis)
Pak Firman: (mendekati Joni dan menenangkannya) sabar nak…itu semua adalah takdir tuhan…..
Joni: kenapa aku bisa hidup mah (mengusap air matanya)
Bu Ratih: kami dulu juga tak percaya…ternyata ada bayi yang masih hidup di dalam rumah yang terbakar itu…terus, akhirnya kami yang mengadopsi kamu nak…
Pak Firman: tenang ya Jon…besok kami antar kamu ke makam orang tua kamu (memegang bahu Joni)
Joni: (sedikit tenang) iya pah…(terbayang kedua orang tuanya)

       Pagi-pagi buta mereka menuju ke sebuah desa di sekitar Yogyakarta, di sanalah kedua orang tua kandung Joni dimakamkan. Di samping makam kedua orang tuanya Joni menangis dan mendo’kan untuk pertama kalinya. Di sana Joni cukup lama, karena dia tak pernah melihat wajah kedua orang tuanya pada waktu itu Joni memang benar-benar sedih mungkin, itulah cobaan bagi Joni ketika dia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tua kandungnya sudah tak ada dalam dunia ini dan ditambah lagi dia baru mengetahuinya sekarang. Beberapa menit kemudian, Joni menghampiri mereka yang menunggu di luar makan dan Joni berkata “Sebelumnya Joni mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian, karena kalian Joni bisa hidup hingga sekarang…maafkan Joni, yang belum bisa menjadi anak yang baik untuk kalian walaupun, kalian bukan orang tua kandung Joni tapi, Joni merasa bersyukur bisa dibesarkan oleh keluarga yang baik seperti kalian” memeluk Pak Firman dan Bu Ratih.
Pak Firman: iya nak…kami kan selalu memberikan yang terbaik untuk kamu terutama untuk masa depan kamu…..(tersenyum)
Bu Ratih: benar kata ayah kamu…meski kamu bukan anak kandung kami,,,kami tulus memberikan kasih sayang dan perhatian kami untuk kamu Jon (memandang Joni)
Joni: makasih ya pah,,ya mah…Joni sayang kalian berdua….(tersenyum) ya sudah…kita pulang sekarang yuk….(memandang makam orang tuanya)
       Joni tetap berusaha menerima kenyataan meskipun rasa sedih masih menghampiri di wajah Joni. Orang tua tidak selalu seseorang yang melahirkan kita tetapi seseorang yang merawat kita dari kecil, menyayangi kita dengan tulus dan yang terpenting selalu memberikan yang terbaik untuk kita, itu sudah seperti orang tua kita sendiri. Kasih sayang orang tua itu seperti air yang selalu kita butuhkan sedangkan jasanya seperti bintang yang tak bisa dihitung jumlahnya artinya apapun yang kita berikan kepada orang tua kita tak akan pernah cukup untuk membalas jasanya
       Jadi, kita masih beruntung kedua orang tua kandung kita masih ada, “sangatlah menyesal apabila orang tua kandung kita telah tiada tetapi kita belum bisa membuatnya bahagia”. Orang tua adalah bagian yang terpenting dari kehidupan kita karena yang pertama kita sebagai anak adalah titipan illahi sehingga wajib hukumnya bagi orang tua agar selalu membimbing kita, dengan bimbingannya kita bisa menjadi pribadi yang baik. Kedua kita adalah cerminan dari orang tua kita apapun yang orang tua ajarkan pasti akan melekat dalam kehidupan kita. Ketiga kasih sayang orang tua adalah sebuah ketulusan yang tak mengharapkan apa-apa dari kita dan orang tua selalu mendo’akan kita agar menjadi sejatinya seorang manusia. Dengan kata lain, kita sebagai anak harus bisa berbakti kepada orang tua dengan kita berbakti saja sebagai orang tua sudah merasa bahagia tetapi banyak juga orang tua yang menerlantarkan anaknya begitu juga sebaliknya. Hidup itu sangatlah beragam banyak kita jumpai fenomena-fenomena yang buruk, kembalikanlah pada tugas seorang manusia di dunia ini bahwa manusia hidup di dunia ini hanya untuk mencari bekal buat di akhirat kelak jangan sampai kita terlena dengan kehidupan di dunia. Kita harus tahu apa yang seharusnya kita lakukan, kita sebagai anak dan kita sebagai orang tua. Pahamilah peran kita masing-masing dan berikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s