Ketika Mencintai Dan Dicintai Part III

Segmen 27
“Ketika Mencintai Dan Dicintai Part III”

       Sebulan sudah Radit mendekati Veronika banyak hal yang mereka dapatkan terutama dari sifat masing-masing. Di samping itu, Radit juga banyak belajar dari Veronika dan begitu pula sebaliknya mereka saling mengisi satu sama lain. Suatu ketika Veronika sedang melayani konsumen di percetakan dia kerja, ada seorang cowok yang ingin membeli buku kelihatannya cowok itu tertarik dengan kecantikan Veronika yang sederhana. Cowok itu berpenampilan sangat rapi dan ganteng. “Mbaknya sudah lama kerja di sini ya” ucap cowok itu.
Veronika: iya mas (tersenyum)
Si cowok: oh …btw rumahnya mana mbak?
Veronika: di jalan Malioboro ….
Si cowok: kenalin mbak namaku Rizal (penuh percaya diri)
Veronika: Veronika (bersalaman dengan Rizal)
       Veronika memang cewek yang sangat lugu dia juga baik dengan semua orang dan ramah menjadikan banyak orang yang menyukainya, beberapa menit kemudian setelah mereka mengobrol, cowok itu meminta nomor hp Veronika. Veronika pun agak bingung kalau dia nggak ngasih takut dikira sombong dan melukai perasaannya akhirnya Veronika memberikan nomor hpnya dengan sedikit terpaksa. Terlihat dari wajah Rizal yang cukup senang ketika Veronika memberikan nomor hpnya.
       Malam hari yang terang diselimuti bulan dan bintang Veronika sedang sibuk membantu adiknya yang sedang belajar matematika. Ketika itu hpnya berbunyi dan ada sms dari Rizal sejenak Veronika membalas sms dari Rizal. Rizal adalah lulusan sarjana dari UNY, masih berumur 23 tahun dan dia bekerja di bank swasta yang ada di Yogyakarta. Rizal berusaha mendekati Veronika pada waktu itu tanpa disadari oleh Radit karena Veronika tak pernah cerita dengan Radit kalau ada cowok yang minta nomor hpnya. Pada hari minggu Radit main ke rumah Veronika tujuannya sebenarnya hanya satu yaitu ingin mengungkapkan perasaannya dengan Veronika. Di saat Radit ingin mengungkapkan perasaannya, ternyata Veronika dipanggil ibunya sejenak Radit menunggu. Di depan Radit nampak hp Veronika berbunyi, itu adalah sms dari Rizal dan tanpa sepengetahuan Veronika dibukalah sms dari Rizal. Terasa sangat sakit hati Radit ketika membaca pesan dari Rizal bertuliskan “sayang” lalu cepat-cepat Radit mengembalikan hp seperti posisi semula kerena Veronika telah datang. “Maaf ya Dit lama nunggunya soalnya tadi bantu ibu goreng kerupuk” kata Veronika. “Iya nggak apa-apa” dengan perkataan yang dingin tanpa memandang Veronika.
Veronika: kamu kenapa Dit…kamu sakit..
Radit: oh..nggak kok Ver..ya sudah aku pulang dulu (dengan senyum terpaksa)
Veronika: kok tumben kamu buru-buru pulang (tersenyum)
Radit: soalnya nanti aku mau diajak ibuku ke rumah nenek….
Veronika: oh begitu..yang sudah pulangnya hati-hati ya Dit…(tersenyum)
Radit: iya………….

       Radit terpaksa berbohong dengan Veronika karena Radit merasa sakit hati dan kecewa dengan Veronika. Dalam hatinya Radit menangis, sesampai di rumah Radit langsung masuk kamar dan merenung dia sebenarnya nggak percaya tetapi Radit sudah melihat buktinya waktu di rumahnya Veronika. Saat berangkat kuliah Radit terus saja diam, Veronika sms pun nggak dibalas lalu datanglah Vino yang menghampiri Radit di parkiran. “Tumben kamu hari gini sudah sampai di kampus” kata Vino. “ya sudah aku masuk kelas dulu Vin” dengan wajah yang dingin.
Vino: (berkata dalam hati) nggak biasanya Radit kayak begitu,, ahh paling cuma perasaanku saja….
       Di kampus Radit banyak diam dan masih terbayang peristiwa kemarin. Dalam hati Radit berkata “mungkin, saat ini aku harus menjauhi Veronika dan mungkin juga dia bukan terbaik untukku”. Saat itu Radit benar-benar frustasi. “Woi Dit,,,dari tadi kamu diem terus emangnya ada apa?” kata Joni. “nggak ada apa-apa kok mens” jawab Radit dengan sedikit lesu.
Joni: daripada bengong…nanti pulang kuliah tak ajak ke rumahe Dodi yuk…
Radit: mau apa emangnya?
Joni: biasa mau ngopy game (tersenyum)
Radit: iya terserah kamu saja….
Joni: ok!!….

       Sore harinya seperti biasa Veronika menunggu angkutan umum “wah ada angkot nggak ya jam segini mana tadi ada sedikit masalah dengan bosnya” kata Veronika. Sudah lima belas menit Veronika menunggu tetapi tidak ada angkot juga. Tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti di depannya dan membuka helmnya itu adalah Rizal “Ver, aku antar pulang yuk” kata Rizal. “Nggak usah “ tersenyum.
Rizal: nggak apa-apa lagi,,jam segini itu nggak ada angkutan nanti kamu kenapa-kenapa lagi…
Veronika : (berpikir sejenak) ya sudah ayo….
       Dalam perjalanan pulang dari rumah Dodi kebetulan mereka berpas-pasan dengan Veronika tetapi Veronika tak menyadarinya. “Dit…coba lihat ke sana itu kan Veronika tapi kok sama cowok ya” kata Joni.
Radit: iya Jon….ya sudah biarin saja (tambah sakit hati)
       “Makasih ya Zal” kata Veronika sambil turun dari motor Rizal. Setelah sampai di rumah Veronika.
Rizal: iya sama-sama…oh ini rumahmu….hampir deket dong dengan rumahku…
Veronika: oh,,,,,
Rizal: kapan-kapan aku boleh main ke rumahmu dong (tersenyum)
Veronika: (hanya tersenyum)

      Setelah itu, Veronika pun mandi, sholat magrib dan tiduran di kamarnya. “Kenapa sih Dit, kamu jadi seperti ini sama aku smsku sekarang nggak pernah kamu balas. Apakah kamu sudah menemukan cewek lain yang lebih dari aku” sambil meneteskan air mata.
      Di kamar Radit juga memikirkan Veronika dan berkata dalam hati “oh tadi itu cowok kamu, aku pikir kamu benar-benar mencintaiku apakah aku terlambat buat mengutarakan isi hatiku sampai-sampai kamu menerima cowok lain yang lebih dariku dan aku tahu kamu nggak benar-benar mencintaiku padahal aku benar-benar mencintaimu” mata yang berkaca-kaca.
      Sejak itulah, Radit menjauh dari Veronika dan Rizal pun semakin mendekati Veronika. Di sinilah cinta mereka benar-benar diuji. Sebetulnya itu semua adalah kesalahpahaman antara Radit dengan Veronika. Radit tak bercerita dengan Veronika ketika ada sms dari Rizal dan Veronika pun juga tak bercerita ketika Rizal minta nomor hpnya. Dalam sebuah hubungan apa saja yang terpenting adalah keterbukaan agar tak terjadi kesalahpahaman yang akan menimbulkan sebuah masalah. Saat Radit sudah menjauh dengan Veronika, justru sekarang giliran Rizal yang akan mengungkapkan perasaannya kepada Veronika. Momen itu terjadi pada saat malam minggu dan Rizal berharap cintanya diterima oleh Veronika. “Oh iya malam ini kamu terlihat cantik” kata Rizal.
Veronika: nggak kok Zal biasa saja (tersenyum)
Rizal: beneran kok (tersenyum)
Veronika: (hanya tersenyum)

       Lama mereka mengobrol, akhirnya saat yang ditunggu tiba.
Rizal: aku pengen ngomong sesuatu (memandang Veronika)
Veronika: (bingung dan merasa deg-degan) iya pengen ngomong apa?
Rizal: waktu aku bertemu denganmu…ternyata kamu orangnya baik dan ramah…itu yang membuatku senang….kamu mau nggak jadi cewekku…?
Veronika: (kaget dan bingung) gimana ya?
Rizal: apa kamu sudah punya cowok?
Veronika: aku memang belum punya cowok mas…tetapi aku mencintai seorang cowok di luar sana mas (terbayang Radit) tetapi cowok yang aku cintai tiba-tiba menjauh…dan aku nggak mau kalau aku menerima cintamu takutnya hanya sekedar pelampiasan saja….kamu tahu kan mas maksudku?
Rizal: iya aku tahu…memang cinta itu nggak bisa dipaksain…tapi, aku senang walau cuma berteman denganmu (tersenyum)
Veronika: iya mas…ya sudah diminum tehnya (tersenyum)

       Veronika pun dalam kamarnya menangis “apa Radit yang selama ini aku kenal hanya bisa membuat aku kuatir dan menangis, andai kamu tahu Dit kalau aku benar-benar mencintaimu” sambil memandang foto Radit.
       Radit pun akhirnya menceritakan semua yang dia alaminya dengan Joni. “Tapi, apa mungkin Veronika seperti itu, coba kamu pikir-pikir dulu lagi Dit andai kamu menjauhi Veronika” kata Joni.
Radit: kan kamu tahu sendiri kemarin kita lihat dia boncengan sama cowok dan ada cowok yang sms dia dengan kata “sayang” kurang bukti apalagi Jon…
Joni: sekarang aku mau tanya kamu…apakah dia masih sms kamu (memandang Radit)
Radit: iya sms,,tapi, nggak aku balas (memandang langit)
Joni: kamu pikir,,,andai dia punya cowok pasti dia nggak bakalan sms kamu lg dan dia bakal cerita sama kamu!!…(sedikit emosi)
Radit: (hanya terdiam)
Joni: itulah kamu…kamu nggak mau mencari kebenarannya dulu..langsung mutusin begitu saja…sekarang kamu nyesel tow…aku tahu kamu benar-benar mencintai Veronika…!!!(emosi)
Radit: (dalam hati) Joni nggak pernah semarah ini…apa aku benar-benar salah…
Radit: terus apa yang harus aku lakukan Jon…?
Joni: ya sudah begini saja…kalau kamu nggak mau cerita sama Veronika…biar aku yang akan menceritakan masalahmu ini ke dia….
Radit: tapi Jon….
Joni: kamu tenang saja..besok kan dia libur jadi aku yang akan ke rumahnya…ok!! ya sudah sekarang kita pulang sudah malam,,,,,
       Keesokan harinya Joni ke rumah Veronika dan bertanya kepada ibu yang sedang duduk di luar. “Permisi bu,,Veronikanya ada” kata Joni.
Bu Novi: oh iya ada, ini siapa?….ya sudah ibu panggilkan dulu..silahkan masuk…(tersenyum)
Joni: saya teman Veronika bu,,iya bu (tersenyum)

       Betapa kagetnya ketika Veronika keluar.
Veronika: ada apa Jon? (terlihat bingung)
Joni: aku mau tanya tentang Radit..apa kalian ada masalah?
Veronika: (terdiam sejenak) aku saja sebenarnya bingung tiba-tiba Radit menjauhiku dan smsku nggak pernah dibalas ….
Joni: Radit sudah cerita sama aku..katanya di hp kamu ada seorang cowok yang manggil kamu “sayang” terus waktu itu kamu pulang kerja diboncengin sama cowok…aku juga lihat dengan Radit…
Veronika: iya itu semua memang benar….
       Veronika berusaha menjelaskan apa yang terjadi termasuk dia ditembak oleh Rizal dan menangis memikirkan Radit.
Joni: oh ternyata begitu…berarti ini salah paham…..lain kali kalau ada apa-apa itu cerita…saling terbuka…kalian itu merepotkan aku saja (tertawa)
Veronika: (wajah yang senang) makasih ya Jon,,,,(tersenyum)
Joni: iya….ya sudah habis ini aku nggak mau lihat kalian ada masalah seperti ini lagi….(tersenyum) aku pulang dulu Ver…(minum tehnya)

       Setelah ke rumah Veronika Joni langsung menuju ke rumah Radit dan menceritakan semua kepada Radit dan Radit ngaku bersalah, terutama sudah membuat Veronika khawatir dan menangis. Sebagai permintaan maafnya, nanti malam Radit ingin membawakan sesuatu untuk Veronika.
       Waktu menunjukan pukul 7 malam, dinyalakanlah motornya dan bergegas Radit menuju rumah Veronika dengan perasaan yang benar-benar bahagia dan ditengah perjalanan Radit membeli sesuatu untuk Veronika. Tiga puluh menit kemudian Radit sampai di rumah Veronika sebelumnya Radit tak sms Veronika dulu kalau dia ingin main ke rumahnya. Lalu, Radit mengetuk pintu dan berharap Veronikalah yang membukakan pintu itu, selang kemudian harapan Radit dikabulkan Veronika yang membukakan pintunya dan Veronika sedikit kaget dengan kedatangan Radit. Tak disangka-sangka malah Veronika nangis ketika membukakan pintu.
Radit: kamu kok malah nangis (mengusap air mata Veronika)
Veronika: kamu nakal kok (merasa terharu)
Radit: ya sudah sini..kita duduk di luar saja (menggandeng Veronika)
Veronika: kamu itu,,,nggak pernah cerita kalau ada masalah (air mata yang sudah terhenti)
Radit: iya aku minta maaf ya…aku ngaku salah…ini ada coklat untuk kamu sebagai permintaan maafku (tersenyum sambil member coklatnya)
Veronika: iya..makasih ya Dit…(tersenyum)
Radit: nah begitu dong….kalau senyum kan tambah cantik (memegang tangan Veronika)
Veronika: (tersenyum) aku juga minta maaf ya Dit….aku juga salah karena aku nggak bilang kalau Rizal minta nomorku……
Radit: iya nggak apa-apa kok…aku maafin..makanya jadi orang jangan cantik-cantik (bercanda) nantinya aku yang selalu memikirkanmu (tersenyum)
Veronika: ahh kamu bisa saja Dit……(tersenyum)
Radit: aku mau bilang sesuatu…kamu mau kan jadi ceweku (memegang tangan Veronika)
Veronika: iya Dit…aku mau kok…kan, aku juga cinta Radit yang nakal ini….(memandang Radit dengan senyum manis)
Radit: iya,,,maksih ya cantik…oh iya, aku janji dech…aku nggak akan buat kamu menangis lagi…karena air matamu adalah suatu kesalahanku kepadamu (tersenyum)
Veronika: iya Dit….ya sudah aku suapin coklatnya ya,,,
Radit: iya cepetan dong….(memandang Veronika dengan tersenyum)
       Begitulah kisah cinta Radit dan Veronika ternyata memang mereka benar-benar saling mencintai. Meski, ada seorang yang ganteng, mapan dan keren seperti Rizal tetaplah Veronika mencintai Radit. Cinta itu adalah pilihan tetapi cinta itu tetap ada satu di hati kita. Cinta tak memandang paras, status atau apa karena cinta itu terjadi di dalam bawah kesadaran manusia yang tidak bisa dikontrol oleh pikiran kita. Cinta itu memang indah, indahnya cinta itu tergantung dari orang yang menjalankannya. Yang harus kita pahami dari sebuah “cinta” adalah ketika kita pertama mendapatkannya maka, kita kan selalu mengingat perjuangan kita dan kenangan pertama ketika kita mendapatkannya sehingga dengan itu kita akan bisa menghargai sebuah hubungan yang kita jalin. Cinta yang indahnya datangnya dari dalam hati, dari dalam hati menuju sebuah harapan yang akhirnya akan direalisasikan menuju sebuah pernikahan.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s