ketika Mencintai Dan Dicintai Part II

Segmen 26
“Ketika Mencintai Dan Dicintai Part II”

       Pagi sebelum cahaya, Radit sedang asyik menulis. Dia sedang sibuk menulis sebuah puisi yang akan diberikan kepada Veronika, memang Radit mahir dalam membuat kata-kata cinta. Puisi yang dia buat tentang cinta pada pandangan pertama. Dituangkanlah imajinasinya melalui pensil di selembar kertas, setiap goresan adalah sebuah arti tersendiri bagi Radit. Inilah puisi Radit untuk Veronika yang akan disalin ke dalam pesan elektronik.
Sebuah cinta berawal dari sebuah pandangan…..
Menembus alam bawah sadar….
Tercium aroma kebahagiaan……
Dari mata turun ke hati…..

Parasmu yang indah terbayang bidadari dari surga……..
Dari pancuran air yang indah engkau duduk termenung menunggu datangnya seorang pangeran…….
Engkau terus menunggu, menunggu dan menunggu……
Rasa lelah tak terasa ketika engkau melihat seorang pria……

Terpancar aura yang indah dari parasnya……
Menutup kesedihan dan keputus asaan…..
Sebuah penantian terjawab sudah…..
Rasa rindu pun mulai ada…..

Cahaya pelangi membiaskan cintamu ke atas langit……
Bahwa engkau telah mencintainya…..
Burung pipit adalah saksi hidupmu….
Cinta antara dua insan manusia…….

Yang tak pernah pudar sepanjang masa….
Serpihan kenangan mulai terajut…..
Ketika engkau bersanding dengannya…..
Parasnya yang rupawan membawa kenyamanan dalam hatimu….

Mengukir cinta yang semakin dalam….
Menjadi sebuah kekuatan…..
Yang mampu menggerakan angan-angan menjadi kenyataan…..
Menghilangkan kesendirian melahirkan kebersamaan…….

       Puisi itu adalah saksi bisu cinta Radit dengan Veronika. Bahwa dunia juga akan terasa indah jika sebuah kisah cinta terukir sebuah kata-kata yang indah dari goresan maupun dari tutur kata. Rasa bahagia yang tak terbendung ketika Veronika membaca puisi itu. Itu adalah puisi terindah yang pernah Veronika baca. Di kampus Radit terfokus dengan mata kuliah yang sedang diajarkan oleh dosennya, dari celananya ada sebuah getaran yang berbunyi itu adalah bunyi hp Radit yang bergetar lalu di bukalah pesan itu ternyata itu pesan dari Veronika yang mengucapkan rasa terima kasih atas puisi dari Radit untuknya. Radit pun menjadi tersenyum sendiri, tanpa disangka dosen mempergoki Radit ketika sedang tersenyum ke bawah memandang pesan dari Veronika. “Hai Radit, kenapa senyum-senyum sendiri” kata dosen dengan tegas. “anu apak” jawab Radit sambil bingung mau berkata apa dengan wajah yang memerah.
Dosen: anu-anu….kamu itu,,,ya sudah fokus lagi ke pelajaran bapak!! (memandang Radit dengan telinga yang memerah)
Radit: baik pak ….
Joni: hayo smsan sama siapa (berbicara lirih)
Radit: (hanya tersenyum ke belakang)

       Tak terasa pelajaran telah selesai, Joni ingin mengajak Radit ke perpustakaan. “Ayo Dit, aku ajak ke perpustakaan sebentar”. “Ya sudah ayo Jon” jawab Radit. Sambil melangkahkan kaki mereka menuju perpustakaan Radit bertanya kepada Joni.
Radit: tumben kamu Jon, ngajak aku ke perpus (tersenyum)
Joni: ini mau pinjem buku MO I katanya waktu dosennya nggak berangkat kan ada tugas (tersenyum)
Radit: (tertawa) itu kan tugas minggu yang lalu, aku sudah jadi kali…
Joni: yang benar kamu Dit….(penasaran)
Radit: iya beneran…..
Joni: bagus itu…aku pinjem buat referansi Dit (tersenyum)
Radit: iya boleh juga….ya sudah nanti malam kamu ke rumahku (tersenyum)
Joni: ok! (sambil mencari buku MO I)
Radit: gimana sudah dapat belum bukunya ….
Joni: ini baru dapat..tapi, ini MO I yang edisi 7 karangan Jay Heizer dan Barry Render…
Radit: wah…ya bagus dong…biasanya semakin terbaru buku itu semakin berkembang…ya sudah ayo kita pulang…(tersenyum)
Joni: ayo…oh iya,,,aku sekalian nebeng kamu Dit…soalnya motorku sedang di bengkel….
Radit: ok….ya sudah nanti kita makan dulu di jalan..soalnya di rumahku seperti biasa nggak ada lauk…kan, ibuku kerja…jangan kuatir nanti aku yang bayarin (tersenyum)
Joni: iya terserah kamu saja Dit (tersenyum)

       Akhirnya mereka makan di warung berdua dengan menu makan siang nasi uduk, di sela-sela makan Radit bertanya kepada Joni. “Oh iya Jon, gimana hubungan kalian” kata Radit sambil mengaduk gula di dalam tehnya.
Joni: hubunganku dengan Tiara, baik-baik saja kok Dit (tersenyum)
Radit: oh iya bagus kalau begitu….(tersenyum) oh iya Jon, aku mau sedikit cerita nie,,sekarang aku sedang pdkt sama cewek ….
Joni: (sedikit tersedak) wah yang bener Dit….
Radit: iya beneran…..(tersenyum)
Joni: memang cewek mana Dit?
Radit: iya cewek sini..rumahnya di jalan malioboro…(makan dengan lahapnya)
Joni: cantik nggak Dit (bercanda)
Radit: soal cantik atau nggak kamu lihat sendiri nanti…kan, cantik itu relatif (tersenyum)
Joni: ok! (tersenyum)
Radit: nanti malam kan kamu mau ke rumahku…sekalian aku ajak kamu ke rumah dia…sekarang kan malam minggu..gimana?
Joni: wah..boleh juga tuh (tersenyum)
Radit: tapi, aku sms dia ….sebentar….

       Setelah Radit sms Veronika, sekalian dia membayar makanannya. Dan mereka memutuskan pulang. Menunggu sms yang belum dibalas oleh Veronika, ketika dalam perjalanan pulang hp Radit pun berbunyi sejenak Radit berhenti di pinggir jalan. “Kok berhenti Dit” kata Joni.
Radit: sebentar mau buka pesan dari Veronika (mengambil hp dari sakunya)
Joni: gimana kita boleh main ke rumahnya?
Radit: iya…boleh kok Jon (tersenyum)

       Pada malam harinya Joni keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi “Mau pergi ke mana Jon” kata seorang wanita itu. “Ini mah, mau pergi ke rumah Radit” jawab Joni. “Ya sudah jaketnya dipakai malam-malam begini kan dingin” sambil tersenyum. “Iya mah, Joni pergi dulu assalamu’alaikum” menuju pintu depan. “Wa’alaikum salam, hati-hati di jalan Jon”. Di malam yang dingin itu, Joni menuju ke rumah Radit. Di rumah, Radit sudah bersiap-siap mulai dari memakai jaket warna hitam dan celana jeans hitam serta parfum yang mengharumkan badannya, wangi parfum itu tercium ibunya yang berada ruang TV. “Wah anak mama wangi dan rapi bener, mau ke mana” memandang Radit. “Radit, mau ke rumah Veronika mah” sambil mengambil kunci motor di meja. “Jangan lupa pulangnya jangan malam-malam Dit”. “Iya mah” jawab Radit dari arah pintu depan. Tak lama kemudian Joni sampai rumah Radit yang kebetulan  sudah menunggunya di teras rumahnya. Setelah Joni meminjam tugas Radit, mereka bergegas menuju rumah Veronika yang jaraknya cukup jauh. Pada saat itu, cuaca memang sedikit mendung karena Radit sudah janji dengan Veronika maka, dia sedikit memaksakan diri untuk berangkat ke rumah Veronika.
       Di ruang tamu, Veronika menunggu Radit dengan suasana hati yang bahagia  dilihatlah foto bersama Radit ketika sedang di pantai Parangtritis. Matanya yang indah tertuju pada foto itu. Terbayang ketika dia bersamanya dan dalam hatinya berkata “suatu saat kalau kita bisa menjadi sepasang kekasih tolong jangan kecewain aku ya, karena aku dulu pernah dihianatin sama seseorang yang rasanya benar-benar menyakitkan apakah kamu tahu pertama aku melihatmu aku benar-benar merasakan detak jantung yang sangat kencang dan aku merasa kamu seorang laki-laki yang baik” mata yang berkaca-kaca nampak di wajah Veronika. Bahwa seluruh harapannya Veronika yang benar-benar ingin mendapatkan seorang laki-laki yang mencintainya dan serius dengannya ditujukan pada seorang Radit, dia percaya kalau Radit bisa membuatnya bahagia. Kini yang Veronika rasakan hanya sebuah rasa rindu dengan Radit namun, dia sedikit cemas ketika hujan mulai turun secara perlahan-lahan. Dia khawatir Radit kehujanan karena sampai saat itu Radit juga belum datang. Lima menit kemudian, Radit dan temannya Joni sampai di rumah Veronika dan Veronika menyambutnya dengan senang. “Kalian pasti kehujanan ya” kata Veronika di depan pintu.
Radit: iya nggak apa-apa..cuma basah sedikit (tersenyum) ini kenalin temenku kuliah…
Joni: joni (bersalaman dengan Veronika) dalam hati Joni berkata “pinter banget Radit memilih cewek”.
Veronika: ya sudah…kalian masuk biar nggak kedinginan,,,aku buatin minum dulu (mempersilahkan masuk)
Radit: iya Ver (masuk ke dalam)

      Sambil menunggu Veronika membuatkan minum, mereka diam-diam membicarakan Veronika. “Dia ternyata cantik kok Dit” kata Joni.
Radit: (tersenyum) yang terpenting dia baik dan ramah kok Jon……
Joni: wah sempurna Dit,,,dia cantik dan baik (tersenyum)
Radit: inikan lagi proses, jalan untuk mendapatnya masih cukup panjang yang terpenting dalam sebuah hubungan mencintai dan dicintai dulu (mencopot jaketnya yang basah)
Joni: aku yakin Dit…pasti kamu bakal dapetin Veronika (menepuk bahu Radit)
Radit: amin….itu dia datang (memandang Veronika sambil berbicara lirih)
Veronika: ini Jon,,ini Dit minumannya (menuangkan teh hangat ke dalam gelas mereka)
Radit: iya Ver…makasih…ini aku bawain kamu kue bandung buat kamu dan keluarga kamu (memberikan kuenya)
Veronika: waduh…repot-repot amat Dit (menerima kuenya)
Radit: nggak apa-apa…biasa saja (tersenyum)
Veronika: makasih ya Dit (tersenyum) oh iya masnya satu jurusan sama Radit (berkata dengan Joni)
Joni: iya mbak (sambil minum tehnya) btw kamu kenal Radit di mana?(basa-basi)
Veronika: (hanya tersenyum)
Radit: Veronika malu kalau kamu tanya kayak gito Jon (tersenyum)
Joni: (tersenyum) oh iya maaf….
Radit: btw kamu sudah bekerja di percetakan berapa tahun Ver?
Veronika: ya kira-kira kurang lebih satu tahun (tersenyum) emang kenapa Dit?
Radit: iya nggak apa-apa sih…cuma tanya saja (tersenyum) adik-adik kamu ke mana ?
Veronika: biasa adikku nonton tv…kalau nggak hujan sudah dari tadi main sama temennya (melihat hujan yang mulai reda)
Joni: kamu punya adik berapa mbak?
Veronika: dua cowok semua (tersenyum)
Joni: wah..pada nakal nggak mbak?
Veronika: namanya anak kecil ya jahil dan nakal (tertawa)

       Hampir satu setengah jam, mereka di rumah Veronika. Tak lama kemudian mereka pulang karena waktu sudah malam dan tak enak dengan orang tua Veronika, pada saat itu antara Radit dan Veronika merasa senang bisa ketemu rasa rindu pun sudah terobati. Dengan hati-hati Radit dan Joni pun pulang.
       “Temenmu yang namanya Radit itu baik ya, belum lama kenal kamu dia sudah beliin ibu makanan” kata bu Novi sambil nonton tv.
Veronika: iya bu..Radit juga sopan orangnya (tersenyum)
Bu Novi: ibu mau tanya apa kamu beneran suka sama Radit ? (memandang Veronika dengan serius)
Veronika: (tersenyum) iya bu…aku suka Radit karena dia orangnya jujur dan baik,,kan ibu tahu sendiri Radit yang ngembalikan hp Veronika yang hilang di warung…belum tentu semua orang yang menemukan hp langsung dikembalikan pada yang punya (berpikir kritis)
Bu Novi: (hanya tersenyum)
Veronika: oh iya bu…waktu aku diajak ke rumahnya Radit buat tugas kuliah ternyata Radit anak orang kaya kok bu….terlihat dari rumahnya yang mewah…(sedikit bersedih) apa Vero ini pantas bersanding dengan Radit secara kita orang nggak punya…. (memandang ibunya)
Bu Novi: apa kamu nggak sadar juga…pertama Radit ke rumah ini…andai kata Radit memang mencari seseorang yang sepadan dengan dirinya…dia nggak bakal mengenal kamu…itu tandanya Radit tidak melihat seseorang dari segi materinya…(tersenyum)
Veronika: ibu benar juga (terbayang Radit)
Bu Novi: ya mungkin, kebanyakan di dunia ini semua orang yang kaya pengennya dapetin orang yang kaya juga….agar bisa sejajar dengan dirinya…bahwa semua kekayaan tak menjamin kita bahagia…karena tujuan hidup kita kan bukan mencari itu…tetapi mencari amal atau bekal buat kehidupan yang sesungguhnya yaitu di akhirat nanti…kita di dunia ini ibaratnya hanya sekedar mampir minum saja…jadi, hidup di dunia sangat singkat..
Veronika: iya bu Vero tahu….(tersenyum)
Bu Novi: zaman sekarang jarang orang yang seperti Radit…..kamu harus bersyukur bisa dipertemukan dengan seseorang seperti Radit itu….ibu juga yakin, Radit bisa membahagiakan kamu….ibu sih terserah kamu saja…yang penting kamu bahagia…apapun yang kamu pilih itu adalah keputusan terbaik kamu…hanya kamu yang bisa menentukan masa depan kamu…ibu hanya mendukungmu dan mendo’akanmu…
Veronika: iya bu….(tersenyum) makasih atas nasehatnya ibu…..

       Hanya itu yang bisa dilakukan orang tua kepada anak, selain merawat anaknya orang tua juga wajib membimbing dan mengarahkan anaknya. Bukan, menentukan kebahagiaan untuk anaknya yang bisa menentukan kebahagiaan itu hanya kita sendiri peran orang tua hanya memberi fasilitas-fasilitas yang baik guna masa depan anaknya. Mungkin, banyak orang tua yang mengekang anaknya agar menjadi yang orang tua inginkan, semua tahu orang tua seperti itu memang semata-mata untuk kebahagiaan anak. Tapi, bukan seperti itu kita tahu masa depan kita karena kita yang menjalankan itu semua. Baik orang tua, pacar dan sahabat pun tidak bisa menentukan masa depan kita. Makanya, kita diharuskan agar bisa memilih dan menentukan sesuatu yang terbaik untuk kita. Apabila kita tidak bisa menentukan sesuatu yang terbaik untuk kita niscaya kita juga tidak sanggup memberi yang terbaik untuk orang yang kita cintai. Mulailah hidup dari diri sendiri, apabila hidup kita sudah baik dan tertata rapi silahkan boleh kita membimbing orang lain. Apapun yang kita ucapkan, itu harus yang kita lakukan. Jangan sampai kita mengucapkan sesuatu kepada orang lain, tapi kitanya tidak pernah menjalankan.
       Untuk urusan cinta banyak sesuatu yang harus kita pelajari bahwa selain mencintai pasangan kita. Kita juga harus mencintai keluarganya juga karena itu semua sudah satu paket, banyak kita jumpai menantu yang kurang baik dengan mertuanya itu disebabkan karena dia mencintai anaknya saja memang pada mulanya baik, tapi apakah menjadi seterusnya? Kebahagiaan keluarga adalah nomor satu, untuk seorang wanita memang itu menjadi dilema apakah dia harus memilih suaminya atau orang tuanya karena setelah sudah menikah surga ada di telapak kaki suaminya. Kembalikan saja kepada hal di atas  makanya, kita diharuskan agar bisa memilih dan menentukan sesuatu yang terbaik untuk kita. Bahwa poros dalam kehidupan ini adalah sebuah kebaikan mungkin, apabila sudah tak ada benar-benar orang yang baik kiamatlah sudah. Poros seperti pondasi rumah bagaimana kalau rumah yang kita bangun tidak ada pondasinya, apakah bisa berdiri kokoh? Untuk agama islam sholat itu adalah tiang agama. Sesuatu yang paling abadi itu adalah amal perbuatan. Kecantikan, keturunan dan kekayaan hanya bersifat sementara. Semua orang pasti inginnya mendapatkan seseorang yang cantik, baik dan kaya pastinya itu sempurna sekali cobalah kita bercermin apakah kita sesempurna itu apabila kita ingin mendapatkan sesuatu yang sempurna maka, kita harus menjadi sempurna dahulu. Jangan salah persepsi dulu, jika kita ingin mendapatkan wanita cantik kita harus ganteng dulu bukan itu yang penulis maksud jadi begini Tuhan itu memandang manusia dari amal perbuatannya dengan kata lain selain itu tidak berpengaruh. Kesimpulannya, sesuatu yang sempurna itu datang dari dalam hati yaitu sebuah kebaikan. Modal seorang laki-laki yang pertama untuk mendapatkan wanita cantik sebenarnya hanya sebuah iman yang kuat yang mampu membimbingnya karena dengan iman itu orang yang cantik itu bakal bahagia di dunia dan di akhirat. Kan, sangat merugikan apabila kita cuma bahagia di dunia saja. Andaikata kita punya pacar atau istri ajaklah mereka ke hal-hal yang positif bahwa berbuat baik secara massal itu lebih bermakna. Intinya lakukan sesuatu yang terkecil dulu.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s