Tak Ada Sesuatu Yang Tak Mungkin

Segmen 24
“Tak Ada Sesuatu Yang Tak Mungkin”

       Apa yang kalian pikirkan tentang judul pada segmen 24 ini, pasti banyak spekulasi yang kalian pikirkan. Daripada lama-lama memikirkan, mari kita simak cerita pada segmen ini. Pagi yang indah, awal yang bagus untuk memulai aktivitas dari membaca novel, membuat tugas kuliah sampai dengan memanjakan diri bermain game itulah yang dilakukan Faisal pada hari itu. Faisal sangat tertarik untuk membaca novel tetapi bukan berarti Faisal pintar menulis sebuah karya tulis. Memang hobby Faisal selain bermain bola, juga suka membaca dari Koran, majalah sampai pada sebuah novel. Alasan Faisal suka membaca novel yang pertama adalah dia menyukai cerita non fiktif atau nyata seperti sebuah novel, yang kedua penyampain novel menurut Faisal sesuai dengan pikiran dan hati yang dituangkan dari cerita dalam novel tersebut dengan kata lain kita berusaha mengekpresikan pikiran, hati dan jiwa kita ketika membuat alur cerita yang menyenangkan atau yang menyedihkan sehingga benar-benar tertuang sebuah ekpresinya ke dalam cerita itu. Waktu itu sebuah novel yang Faisal baca adalah novel buatan Fina. Di dalam cerita itu menggambarkan sebuah kesungguhan dari seseorang untuk dapat bersekolah, tentunya sangat tidak mudah untuk mencapai tujuan itu pasalnya seseorang itu hidup dari kalangan orang yang tidak mampu. Banyak usaha yang seseorang itu lakukan tetapi hasilnya tetap nihil. Suatu ketika seseorang itu diselimuti keputus asaan, setiap apa yang dia lakukan dituangkan dalam sebuah tulisan termasuk kehidupannya seperti diary tetapi berbentuk sebuah cerpen tentang keinginannya bersekolah. Dia menulis dengan air mata karena dia merasa benar-benar tak mampu, memang sungguh malang nasib seseorang itu. Anehnya dia selalu membawa sebuah buku ke mana pun dia pergi ternyata dia menulis setiap fenomena yang ada di sekitar kehidupannya yang susah. Waktu itu ada seorang laki-laki yang berpakaian resmi mengalami mogok pada mobilnya, kebetulan dia berada di sekitar orang itu. Dan bertanya tentang bengkel terdekat kemudian dia menunjukannya. Laki-laki itu tertarik dengan buku yang selalu dia bawa. Dan dibacalah cerita yang ada dibuku itu, dan terkejutlah laki-laki itu. Pada saat itu, judulnya adalah “Harapanku Sebatas Mimpi”. Laki-laki itu sangat tertarik dengan kehidupan ceritanya. Dan tanpa disangka laki-laki itu ternyata pemilik sebuah percetakan yang ada di Yogya. Akhirnya, dicetaklah sebuah buku itu. Apakah kalian tahu, kemudian buku itu diganti judulnya yaitu “Harapanku Bukan Sebatas Mimpi” dan Seseorang itu adalah Fina sendiri, sekarang Fina mampu untuk kuliah kerena hasil dari penjualan novel itu best seller. Jadilah dia seorang penulis. Sebuah cerita yang mengajarkan tentang kesungguhan dan keajaiban.
       Selesai membaca Faisal melontarkan kata pujian untuk Fina melalui pesan singkat atau sms. Dia bangga bisa menjadi teman Fina yang memberi sebuah motivasi dan inspirasi untuk kehidupannya yang lebih baik. Mungkin, yang kalian pikirkan cerita ini yang dimaksud dari judul di atas, cerita ini memang berkaitan dengan judul yang di atas tetapi bukan itu inti cerita dari segmen ini. Kemudiaan, Fina mengajak ke sebuah percetakan yang menerbitkan novel pertama miliknya. Biar semakin ramai, Faisal akhirnya mengajak Radit yang kebetulan di rumah karena Radit juga teman Fina satu jurusan bersama dengan Faisal. Bertiga mereka berangkat dengan mengendarai motor. Mereka kemudian sampai di percetakan itu dan Fina menunjukan novel-novelnya yang sudah diterbitkan. Novel yang Faisal baca adalah Novel yang pertama sedangkan Fina sudah mengeluarkan 3 novel. Fina dan Faisal sedang sibuk tentang sebuah novel sedangkan Radit sedang sibuk melihat kondisi sekitar di dalam percetakan itu. Radit mengaggumi ruangan dan tata letak yang strategis dari dalam percetakan itu. Tak sengaja Radit melihat seseorang di dalam percetakan itu, seorang itu adalah Veronika tak lama kemudian Radit menghampirinya. Dan menanyakan kabarnya. “Veronika kamu kerja di percetakan ini, gimana kabarnya” ucap Radit sambil memberi senyum manis.
Veronika: iya dit,,kabarku baik (tersenyum sambil memandang Radit) kuliah kamu gimana?
Radit: kuliah aku alhamdulilah lancar….(tersenyum sambil melihat-lihat buku)
Veronika: kamu sama siapa ke sini?
Radit: kebetulan tadi aku diajak kedua temanku…eh, nggak nyangka ketemu kamu di sini (tersenyum)
Veronika: oh begitu…(tersenyum manis) yang mana temanmu…?
Radit: itu cowok dan cewek yang di pojok sana (menunjukan temannya)
Veronika: oh…yang itu…(tersenyum) oh iya bentar ya Dit…aku ke sana sebentar (menuju toilet)
Radit: oh iya silahkan….(tersenyum)

       Radit berpikir sejenak “oh iya itu kan ada teman kerjanya, coba ahh aku tanya Veronika sudah punya cowok belum?” kata Radit dari dalam hati. Memberanikan diri Radit bertanya dengan teman kerja Veronika di sebelahnya. “Mbak, aku mau tanya mbaknya kenal dengan Veronika” sambil menahan malu.
Teman Veronika: iya kenal dong mas….(tersenyum) emangnya kenapa? Btw masnya siapanya (penasaran)
Radit: aku temannya mbak,,,mau tanya dia sudah punya cowok belum ya kira-kira (sedikit terbata-bata)
Teman Veronika: masnya naksir ya (bercanda)
Radit: (hanya tersenyum)
Teman Veronika: hmm setahuku sih..belum kan dia sering curhat sama aku..tapi sih, kata dia suka sama cowok yang pernah nemuin hpnya namanya radit begitu..
Radit: (kaget) oh..begitu….
Teman Veronika: (tersenyum)
Radit: makasih ya mbak atas infonya…itu orangnya sudah datang aku ke sana dulu..tapi, mbaknya jangan bilang Veronika kalau aku tanya kayak gito (tersenyum)
Teman Veronika: iya mas (tersenyum)
Veronika: maaf Dit lama..soalnya aku habis dari toilet (tertunduk malu)
Radit: iya nggak apa-apa Ver…btw kamu pulangnya naik apa?(sedikit percaya diri)
Veronika: aku naik angkot kok Dit….tapi sebentar lagi aku pulang…
Radit: ya sudah aku antar yuk..(tersenyum)
Veronika: (merasa sangat senang) aku nggak ngrepotin kamu Dit....
Radit: nggak kok Ver tenang saja lagi…kebetulan aku juga mau pulang,,,ini temanku sudah sms ngajak pulang…..(tersenyum)
Veronika: iya dech…(tersenyum)
Radit: btw aku minta nomor hp kamu dong (tersenyum dan sedikit malu)
Veronika: oh iya boleh…(membacakan nomor hpnya)
Radit: ya sudah aku keluar dulu…nanti aku tunggu di luar ya …(tersenyum)
Veronika: iya Dit..(tersenyum)

       Radit, Faisal dan Fina pun keluar dari dalam ruangan itu. “Tadi kamu ngapain saja Dit” kata Faisal.
Radit: oh..baca-baca di pojokan sana dan kebetulan aku tadi ketemu dengan temanku yangt kerja di sana (tersenyum)
Fina: teman apa teman hayo (bercanda)
Radit: (tersenyum) hanya sekedar teman kok Fin…
Faisal: teman apa Dit..?
Radit: wah..kalau kamu tanya kayak begitu..ceritanya panjang (tertawa)
Fina: wah berarti teman baru dong asyik nie (tersenyum)
Radit:iya (tersenyum)…maaf banget ya ..aku nggak bisa pulang bareng kalian …aku soalnya mau nganter dia pulang (sambil garuk-garuk kepala)
Faisal: iya nggak apa-apa Dit…nyantai saja (tersenyum)
Radit: sekali lagi maaf ya (sambil bersalaman dengan Faisal dan Fina)
Faisal: ya sudah kita duluan ya…
Fina: mari Dit.. (tersenyum)
Radit: iya..hati-hati di jalan (tersenyum)

       Akhirnya Faisal dan Fina pulang berdua sedangkan Radit pulang bareng Veronika. Pada saat itu Radit merasa sangat senang ternyata apa yang dia pikirkan selama ini salah. Dan Veronika pun juga demikian. Mereka berdua sangat senang, bisa saling mengenal. Mulai saat itulah Radit semakin dekat dengan Veronika. Terkadang apa yang kita rasakan belum tentu benar, dalam hidup ini yang terpenting berusaha mencari sebuah kebenaran dulu baru kita melakukan sebuah tindakan. Spekulasi hanya bersifat sementara dan kita harus mencari verifikasinya atau sejauh mana realita atau kebenaran itu. Di dunia ini, tak ada yang tidak mungkin disaat kita sudah benar-benar merasa putus asa dan tak mampu meyakininya lagi Tuhan pasti akan menolong kita dengan keajaiban-keajaibannya yang sudah terencana secara rapi. Bahwa setiap manusia mempunyai keterbatasan berpikir dan kemampuan melakukan tindakan. Kehendak Tuhanlah yang memberi kesempurnaan dan keberhasilan dalam kehidupan manusia. Hidup itu sudah ada alurnya, apabila kita berada di alur kepastiaan dan kehendaknya tak ada yang tak mungkin di dunia ini semua bisa terjadi. Ibarat seekor katak bisa berubah menjadi seorang pangeran. Dalam hidup itu, kita diwajibkan untuk selalu berusaha termasuk berusaha menemukan jodoh kita walau jodoh sudah ada yang mengatur tetapi proses itulah yang membuat hidup kita merasa indah dan bermakna. Pasrah bukan berarti berdiam diri. Seperti kata pepatah tak ada asap yang timbul jika tak ada api. Tak ada tujuan yang tercapai tanpa dibarengi dengan sebuah usaha.   

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s