Ketika Mencintai Dan Dicintai Part I

Segmen 25
“Ketika Mencintai Dan Dicintai Part I

       Segmen ini masih menceritakan tentang kisah cinta Radit dan Veronika. Matahari sudah mulai tenggelam mereka baru sampai di rumah Veronika, ketika Radit memutuskan untuk langsung pulang setelah mengantarkan Veronika tiba-tiba hujan jatuh dari atas langit yang menghambat Radit untuk segera pulang ke rumahnya. Akhirnya, Radit berteduh di rumah Veronika sampai hujannya reda kebetulan Radit lupa menaruh mantel di jok motornya. Sambil mengobrol di teras rumah Veronika, untuk menghangatkan badan dua gelas teh yang masih hangat menghilangkan suasana yang dingin pada sore hari itu. Dari dalam rumah nampak ibu-ibu setengah baya membawa pisang goreng yang masih hangat untuk mereka, itu adalah ibu Veronika yang bernama bu Novi. “Ini ada pisang goreng untuk kalian” ucap ibu Novi.
Radit: wah kok repot-repot sih bu (tersenyum)
Bu Novi: nggak apa-apa nak Radit…ya sudah silahkan dimakan mumpung masih hangat…ibu ke dalam dulu (tersenyum)
Radit: iya bu..makasih (tersenyum)
Veronika: dimakan Dit (tersenyum)
Radit: iya ini aku makan..(makan pisang goreng) wah..pisang gorengnya enak..ibu kamu pintar masak ya Ver (tersenyum)
Veronika: (tersenyum) habisin saja kalau enak..
Radit: kamu juga ikut makan dong..(tersenyum)
Veronika: iya ini aku makan (mengambil pisang goreng)
Radit: oh iya Ver,,ayah kamu ke mana kok nggak kelihatan..
Veronika: ayahku…sedang tidur di kamarnya…biasa kecapekan habis pulang kerja (tersenyum)
Radit: oh…kasihan ya ayahmu….kerja jadi kuli bangunan kan memang sangat berat (sedikit terharu)
Veronika: iya begitulah Dit…kita syukuri saja..yang penting bisa makan dan nyari rezeki yang halal (tersenyum)
Radit: iya Ver…masih banyak orang yang kesusahan di luar sana yang lebih susah daripada kita,… ada yang hidup dikolong jembatan, ada yang nggak punya rumah bahkan ada yang hidup sendiri tanpa ditemani satupun keluarganya…tapi, kita harus bersabar sesuatu akan indah pada waktunya (melihat hujan di luar)
Veronika: betul kamu dit (tersenyum) oh ya btw kamu di rumah tinggal sama siapa?
Radit: aku cuma tinggal dengan mamaku (tersenyum)
Veronika: lha berarti kamu anak satu-satunya…terus, ayah kamu ke mana?
Radit: iya,,ayahku sudah nggak tinggal lagi denganku..soalnya sudah bercerai dengan mamaku (sambil minum teh)
Veronika: pasti kamu sedih dan kecewa ya…kalau orang tua kamu cerai…
Radit: iya sedih dan kecewa sih,,,tapi, mau bagaimana lagi itu sudah jalan yang terbaik untuk mereka..dan aku harus bisa menerima kenyataan itu.. (tersenyum)
Veronika: sabar saja ya Dit (tersenyum)
Radit: iya Ver….makasih… (tersenyum)
Veronika: iya sama-sama (tersenyum)
Radit: itu hujannya sudah reda..lagian ini kan mau magrib…nggak enak dilihat orang…ya sudah aku pulang dulu…makasih pisang gorengnya (tersenyum)
Veronika: iya sama-sama Dit…makasih juga sudah ngantar aku…(tersenyum)
Radit: (hanya tersenyum dan menganggukan kepala)

      Radit pun pulang dengan wajah yang benar-benar bahagia, selalu tersenyum di dalam hatinya. Radit berharap suatu saat nanti bisa memiliki Veronika karena dia yakin Veronikalah seorang wanita yang dia butuhkan. Sesampai di rumah Radit menceritakan itu semua kepada mamanya dan mamanya sangat senang karena terkadang Radit selalu kesepian di rumahnya ditambah ayahnya yang sudah bercerai. Radit bersyukur bahwa keinginannya terjawab sudah, tinggal dia sendiri berusaha untuk mendapatkan Veronika. Malam harinya Radit smsan dengan Veronika dan berlanjut dengan seiring berjalannya waktu. Keesokan harinya Radit berangkat kuliah seperti biasa tetapi dengan sesuatu yang berbeda. Radit yang sekarang nampak lebih bersemangat dari yang dulu mungkin, itu semua berkat cinta yang melekat di hatinya untuk Veronika. Pada hari itu, dosennya tidak masuk hanya meninggalkan sebuah tugas untuk mata kuliah manajemen operasi I. Dia ingin membuat tugasnya bersama Veronika sekalian menerangkan seperti inilah kuliah begitu maksud Radit. Setelah Radit meminta Veronika untuk menemani membuat tugasnya akhirnya Veronika bersedia menemaninya. Tetapi, menunggu Veronika libur kerja biar waktunya lebih panjang. Veronika libur kerja setiap hari minggu, akhirnya pada hari minggu itu Radit menjemput Veronika di rumahnya untuk membuat tugas MO I di rumah Radit. Veronika berpenampilan lebih menarik dari hari-hari biasanya yang membuat Radit semakin menaruh hati dengannya. Tiga puluh menit kemudian, mereka sampai di rumah Radit dan tak lupa memperkenalkan Veronika dengan mamanya. Mamanya sangat senang, Radit bisa dekat dengan Veronika paling tidak untuk menambah motivasi Radit untuk segala hal mulai dari kuliah sampai pada masa depannya. Selain membuat tugas, Radit juga bercerita tentang dirinya ketika di rumah dan di kuliah bahkan ketika Radit masih kecil dan Veronika menanggapinya dengan senyuman. Veronika sudah mulai nyaman berada dengan Radit dan mama Radit. Mereka semakin saling jatuh cinta dan saling membuka diri. Setelah membuat tugas dan mengobrol untuk ucapan terima kasih Radit kepada Veronika, Radit ingin mengajak Veronika ke pantai Parangtritis. Dan Veronika pun bersedia untuk main di pantai dengan Radit akhirnya, mereka sampai di pantai itu. Di pantai Parangtritis mereka benar-benar menikmati pemandangannya dan mereka duduk di bawah pohon kelapa sambil menikmati makanan dan minumannya. “Oh iya Ver…kamu sering main ke pantai ini” kata Radit sambil memandang Veronika dengan mesra.
Veronika: iya lumayan…paling ke sini dengan teman kerja atau nggak ya dengan keluarga…(tersenyum)
Radit: nggak dengan cowok kamu (bercanda)
Veronika: (tersenyum) iya itu sih kenangan waktu SMA dulu…tapi, sekarang aku sudah nggak bersama dia lagi (memandang Radit untuk memberi sebuah harapan)
Radit: oh begitu…pasti indah ya kalau kita di tempat yang indah seperti ini ditemani seorang yang kita cintai..(tersenyum)
Veronika: (berkata dalam hati) ya termasuk dengan kamu Dit….(tersenyum dan memandang Radit dengan beda)
Radit: (tersenyum) kenapa kok memandangku seperti itu….
Veronika: ahh GR kamu Dit…(tersenyum) ayo Dit kita jalan-jalan ke sana…
Radit: ayo…boleh juga…(tersenyum)

       Di tepi pantai mereka bercanda sambil bermain air dan kejar-kejaran. Mereka benar-benar merasa bahagia pada waktu itu.“Ver, ayo kita foto-foto biar exis” kata Radit. “Ayo” jawab Veronika. Mereka berdua berfoto dengan pose yang berbeda-beda setelah berfoto, sejenak Radit memandang foto itu dalam hatinya berkata “kamu lebih cantik diaslinya dari pada di foto”. Dan sore hari mereka menikmati sunset di pantai Parangtritis. Bagi Radit momen itu adalah kesan yang pertama saat mengenal Veronika bahwa sesuatu yang paling indah ketika mencintai dan dicintai, itu semua adalah langkah awal untuk menjalin sebuah hubungan. Rasa saling memilikilah yang membuat mereka saling peduli, mendukung dan memotivasi walaupun mereka belum menjadi sepasang kekasih. Cinta adalah masalah hati yang tidak bisa ditawar lagi kerena cinta seperti angka yang hasilnya pasti. Janganlah memaksakan sebuah hubungan apabila sudah tidak ada cinta lagi dari dalam hati, itu bisa membuat perasaan kita tersiksa dan hanya sebuah rasa kasihan yang didapat. Cinta itu adalah perasaan murni dari dalam hati bukan karena ada apanya. Seperti angka, bila hasilnya tidak sesuai pasti jawaban itu adalah salah. Berarti kalau kita memaksakan sebuah hubungan berarti itu adalah suatu tindakan yang salah. Apakah kalian bisa selalu mencintai pasangan kalian? mungin, sekarang kalian menjawab iya tetapi besok, minggu depan dan seterusnya apakah tetap sama yang kalian katakan? terkadang manusia tergiur oleh sesuatu yang baru, menurutnya sesuatu yang baru adalah momen yang baru. Jangan samakan cinta dengan sebuah produk, style dan globalisasi yang semakin dahulu semakin ketinggalan zaman atau dapat dikatakan semakin lama zaman semakin modern karena cinta yang baik dapat kita lihat dari kuantitas dan kualitas. Kuantitas menandakan sudah berapa lamakah menjalin hubungan kerena cinta juga butuh proses jadi, semakin lama hubungan cinta akan semakin dalam. Sedangkan, Kualitas bagaimana cara menjalaninya menuju hal yang positif atau negatif dan untuk laki-laki bagaimana cara membimbing pasangannya karena laki-laki itu adalah calon pemimpin dan kepala rumah tangga. Terkadang penulis kurang setuju dengan sebuah perkataan lebih baik dicintai daripada mencintai. Mungkin, itu jawaban bagi orang yang pernah merasakan sakit hati karena jatuh cinta tapi, jauh lebih menyakitkan apabila memaksakan sebuah hubungan yang jelas-jelas kita tidak mencintainya. Kesimpulannya, jangan katakan cinta apabila kita tidak benar-benar cinta. Apabila kita mencintai seseorang coba bandingkan dengan seseorang yang kamu anggap sempurna di luar sana, apabila cinta yang kamu berikan terhadap orang lain hilang akibat kamu bertemu dengan orang yang sempurna tadi. Itu menandakan kamu tidak benar-benar mencintai cewek yang kamu cintai pertama sebelum ada orang lain. Janganlah kita tergesa-gesa dalam memilih cinta coba tanyakan pada hati nuranimu. Apakah aku benar-benar mencintainya atau tidak kerena hati nurani tak akan pernah berbohong. Dan pastikan kamu mencintainya dan dia juga mencintaimu bahwa itu adalah sesuatu yang terindah dari cinta.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s