Sesuatu Untuk Mama

Segmen 22
Sesuatu Untuk Mama”

       Langit yang biru, awan yang seputih kapas dan burung-burung yang berterbangan di langit terlihat indah pada siang hari. Suara orang yang menggergaji kayu terasa ngilu di telinga di tambah suara klakson mobil yang berisik di telinga. Nampak sebuah rumah yang sangat mewah di pinggir jalan, di selimuti bunga-bunga yang indah tertata rapi di halaman depan dengan cat yang berwarna biru ikut menghiasi rumah yang sangat mewah itu. Di teras rumah, nampak seorang anak muda yang tampan yang sedang memainkan laptopnya, itulah Vino yang sedang sibuk membuat tugas kuliahnya. “Wah ini tugas, memang susah bener tapi aku suka” ucap Vino dalam hati. Vino nggak ingin memaksakan untuk membuat tugas kuliah yang susah itu, tetapi dia ingin mencari referensi dulu tentang tugas kuliah yang susah itu. Teringat sesuatu di benak Vino sambil memandang kalender yang ada di teras rumah itu “ada Sesuatu apa ya, pada tanggal 22 april besok”. Dia berusaha mengingat-ingat sesuatu dan tiba-tiba dia mengingat sesuatu bahwa tanggal 22 april besok adalah ultah mamanya yang ke 40 tahun. Dan dia berusaha mencari ide membuat surprise untuk mamanya. Tak lama kemudian dia keluar rumah sambil mengendarai motornya menuju ke suatu tempat, Vino menuju ke rumah Clara. Perjalanan ke rumah Clara sedikit terhambat karena ban Vino yang belakang bocor, untung saja 20 meter di depan ada sebuah tambal ban dan warung kecil. Sambil menambalkan ban motornya, dia memesan minuman di warung itu. Udara memang sangat panas, yang menjadikan Vino haus.
       Di samping Vino, juga ada seorang cewek cantik yang juga menunggu motornya di perbaiki. Dengan perasaan yang sedikit malu, Vino memberanikan diri untuk bertanya dengan cewek itu. “Mbaknya motornya kebanan juga” kata Vino sambil basa-basi.
Cewek: iya ini mas…banku bocor (tersenyum) masnya juga…
Vino: iya mbak..untung saja deket dengan tambal ban (memandang motornya)
Cewek: oh…kamu kuliah atau kerja mas (memandang Vino)
Vino: aku kuliah kok mbak….btw mbaknya juga kuliah (tersenyum)
Cewek: iya mas…aku kuliah di UNY…
Vino: oh…Universitas Negeri Yogya…semester berapa mbak…?
Cewek: aku semester 2…(tersenyum)
Vino: wah…berarti sama dong mbak…oh iya mbak…aku mau tanya (sedikit malu-malu)
Cewek: mau tanya apa mas? (tersenyum)
Vino: jadi begini mbak..besok kan mamaku ultah..kira-kira kado yang cocok untuk mamaku apa ya? soalnya aku baru pertama kali ini ngado untuk mamaku…(tersenyum)
Cewek:oh,,(berpikir sejenak)…hmmm,, mama kamu suka fashion?
Vino: nggak…mamaku sederhana….nggak suka style yang berlebihan (tersenyum)
Cewek: oh…kalau menurutku sih…kamu belikan tas saja..kan, biasanya kalau ada acara resmi pasti kan kebanyakan bawa tas…(tersenyum)
Vino: oh…boleh juga itu mbak..terus kalau warnanya apa mbak..merah, kuning, hijau atau apa…?
Cewek: (tertawa)
Vino: kok malah ketawa sih mbak (tersenyum)
Cewek: jelas…ketawa, kamu saja lucu…emangnya mama kamu umurnya 17 tahun…pakai di kasih warna yang cerah-cerah begitu (menahan tawa) kalau untuk ibu-ibu setengah baya itu,,kamu belikan tas yang warnanya hitam atau coklat….(tersenyum)
Vino: oh..iya, aku paham….makasih ya mbak….jasamu tak akan kulupakan..(bercanda)
Cewek: ahh kamu lebay dech…tapi, aku juga ngucapin makasih juga lho…
Vino: kok makasih sama aku sih mbak….
Cewek: maksudnya makasih…sudah buat aku terhibur.. dengan ucapan kamu yang lucu tadi (tersenyum)
Vino: ahh mbaknya bisa saja..padahal aku tadi nggak ada niat mau nglucu lho mbak..(tersenyum)
Cewek: memang ada ya…nglucu tapi nggak disengaja..(tertawa)
Vino: wah mbaknya kok hobinya ketawa sih mbak..nggak takut giginya kering….(tertawa)
Cewek: ngapain mesti takut…kan, bisa dibasahin sama air (tertawa)
Vino: jangan bilang setelah itu dijemur lho mbak…(tersenyum)
Cewek: kamu ada-ada saja….itu motor kamu sudah selesai (tersenyum)
Vino: oh iya…ya sudah aku duluan…ya mbak,,,senang ketemu dengan kamu mbak…mudah-mudahan nggak ketemu lagi lain kali ya mbak (bercanda)
Cewek: (tertawa) kamu itu memang lucu kok…
Vino: kalau ini serius dech…makasih lho mbak atas sarannya tadi, ya sudah mbaknya hati-hati….itu sudah aku pesankan minuman buat kamu barusan…sebagai ucapan terima kasihku (bersalaman)
Cewek: wah,,jadi ngrepotin…iya mas..sama-sama….hati-hati di jalan juga mas..(tersenyum)
       Vino pun melanjutkan perjalan ke rumah Clara setelah selesai menambalkan ban motornya yang bocor. Sesampai di rumah Clara Vino pun menceritakan apa yang barusan terjadi tetapi Clara tetap saja cemburu namanya saja cinta. Di samping itu, Clara juga senang karena Vino selalu cerita tentang apa yang dialaminya, selalu terbuka dan jujur itu yang membuat Clara senang dan percaya dengan Vino kalau Vino adalah seorang cowok yang bisa menjaga perasaan pasangannya. Mereka akhirnya duduk berdua di ruang tamu rumah Clara di temani dengan secangkir teh yang dingin. Vino ingin merencanakan sesuatu buat ultah mamanya dengan Clara. “Oh iya Clara, besok kan ultahnya mamaku..aku ingin ngajak kamu ke rumahku..soalnya dari kemarin mamaku ngomongin kamu terus, paling mamaku kangen sama kamu kata Vino sambil memandang Clara.
Clara: iya Vin…lagi pula aku juga kangen sama mama kamu,,kan sudah beberapa hari aku nggak main ke sana (tersenyum)
Vino: bagus dech..terus rencana yang kedua aku ingin belikan mamaku sebuah tas yang warnanya coklat dan kue tar (tersenyum)..nanti rencananya begini,,,kamu yang bawa kue tarnya..aku kan masuk rumah duluan…berarti kamu berdiri di depan pintu…setelah aku miscall kamu…kamu bunyikan bel yang ada di samping pintu depan rumahku…nanti kan mamaku yang tak suruh bukain pintunya…setelah mamaku buka pintu…kamu nyanyikan saja lagu selamat ulang tahun sambil membawa kue tar…sederhana kan (tersenyum)
Clara: ok!! sip dah Vin (tersenyum)
Vino: nanti acaranya kita mulai besok jam 7 malam biar romantis begitu…(tersenyum)
Clara: iya..kalau malam memang lebih indah (tersenyum) berarti sekarang kita mau beli tas dan memesan kue tar untuk mama kamu..
Vino: ya bagus,,,sangat tepat….ya sudah kamu siap-siap dulu…(tersenyum)
Clara: ok!! aku siap-siap dulu ya Vin..
Vino: jangan lama-lama ya sayangku…
Clara: iya sayang….
       Mereka pun akhirnya, pergi bersama untuk membeli tas dan memesan kue tar untuk bu Risma tidak lain adalah mama Vino. Susah-susah mencari tas yang berwana coklat dengan kualitas yang bagus dan corak yang sederhana, akhirnya mereka dapatkan juga dan kemudian berhentilah mereka di sebuah toko roti dan memesannya. Di belinya kue tar rainbow kesukaan mamanya. Roti dan tas sudah mereka dapatkan, setelah itu mereka sejenak istirahat dan membeli bakso di sebuah warung. “Makasih ya sayangku, kamu selalu ada untukku meski aku terkadang sengaja atau tidak sengaja melukai perasaanmu” sambil memegang tangan Clara.
Clara: nggak kok Vin,,kamu selalu buat aku bahagia..(tersenyum)
Vino: aku tahu kamu kok Clara..tadi kamu cemburu dan sakit kan ketika aku menceritakan cewek tadi (memandang Clara)
Clara: (menepis pandangan Vino) iya Vin aku cemburu..tapi, aku menutupi dengan senyumku…
Vino: maafin aku ya sayang..aku tak bermaksud seperti itu,,,(mengusap rambut Clara)
Clara: iya sayang..kamu kan nggak salah (tersenyum)
Vino: iya aku tahu….aku itu cinta banget sama kamu…(memegang kedua tangan Clara)
Clara: (mata yang berkaca-kaca) aku juga cinta banget sama kamu Vin…sudah ya Vin lama-lama aku nangis lho (tersenyum)
Vino: iya sayangku,,,kan kamu mudah terharu (tersenyum)
Clara: (tersenyum) ya sudah ayo Vin…baksonya dimakan nanti keburu dingin..
Vino: iya sayangku…ya sudah sini aku tuangin sausnya (tersenyum)

       Yang terpenting dalam sebuah hubungan adalah sebuah kejujuran dan keterbukaan sehingga tidak ada yang ditutupi dan bisa menumbuhkan rasa saling percaya. Menjadi seorang laki-laki kita harus pandai-pandai menjaga perasaan seorang wanita karena perasaan seorang wanita itu sangat sensitif sekecil apapun kita berbicara wanita akan merasakan dengan hati dan memikirkannya. Maka dari itu, wanita adalah sebuah permata dunia yang harus kita jaga perasaan dan kehormatannya, kehormatannya ibarat sebuah cahaya yang terpancar dari permata itu sendiri dan bagaimana, apabila sebuah permata yang tak lagi memancarkan kilauan cahaya pasti menjadi tidak menarik lagi bukan. Cintailah dan hargailah seorang wanita seperti kamu mencintai dan menghargai ibu kamu sendiri.
       Malam yang ditunggu pun tiba, Vino dan Clara sudah melakukan sesuai dengan rencana. Bu Risma sangat senang dan benar-benar merasa bangga memiliki seorang anak yang seperti Vino. Baik dan pandai membahagiakan seseorang yang dicintainya. Dan dengan kedatangan Clara menambah suasana yang indah pada malam hari itu. Suasana makan malam hari itu terasa sangat hangat meski tanpa di temani ayah Vino yang sedang pergi ke luar kota. Bu Risma sangat menyukai Clara karena Clara wanita yang sederhana dan baik. Bu Risma berharap kelak mereka benar-benar bisa bersatu dalam sebuah ikatan. Dan keesokan harinya Vino bisa mengerjakan tugas mata kuliah yang benar-benar sulit itu dan baginya itu adalah sebuah keajaiban.
      Sesuatu hal yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah bahwa setiap perilaku yang kita tujukan kepada orang tua sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita. Sebelum kita membahagiakan orang lain di luar sana pastikan orang tua kita sudah bahagia. Setiap sesuatu harus kita mulai dari yang terkecil sampai pada sesuatu yang terbesar. Mulailah dari keluarga, lingkungan dan sampai pada sebuah masyarakat. Setiap anak harus berbakti dengan orang tuanya jika ingin mendapatkan sebuah kemudahan dalam hidupnya. Apa yang sudah kita lakukan untuk orang tua kita? kemudahan=berbakti terhadap orang tua. Kebahagiaan yang orang tua rasakan terpanjatkan do’a untuk kita

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s