Latar Belakang Sebuah Novel Motivasi

Segmen 20
“Latar Belakang Sebuah Novel Motivasi”

       Pada awalnya novel ini berjudul “Tulang Rusukku” namun setelah melihat alur ceritanya yang menampilkan sebuah cinta, persahabatan dan kehidupan sehari-hari maka, penulis mengganti judulnya dengan judul “Arti Cinta, Persahabatan dan Kehidupan”. Bahwa judul yang menarik dan relevan dapat menarik para minat pembaca, banyak di luar sana novel-novel yang bagus dengan gaya bahasa, pewatakan tokoh, alur cerita dan tempat  yang menarik. Tetapi penulis ingin membuat sebuah novel yang berbeda dari yang lain dengan kata lain novel ini memiliki karakteristik yang khas. Kebanyakan di luar sana novel yang menarik adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata tetapi novel yang penulis buat ini adalah novel fiksi atau karangan. Novel fiksi ataupun novel non fiksi apabila meninggalkan kesan yang bagus dan nilai-nilai yang benar maka sebuah novel itu memiliki nilai moral tersendiri. Penulis membuat novel ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda supaya berada dalam suatu rel yang artinya berada dalam norma-norma dan nilai-nilai yang benar kita tahu bahwa generasi muda adalah masa depan bangsa, penerus bangsa dan fondasi dasar sebuah bangsa. Itu pada hakekatnya tetapi kita tahu sendiri bangsa kita seperti apa terutama pada generasi mudanya mulai dari masalah sex, narkoba, perkelahian, tawuran dan kriminal-kriminal lainnya. Bermanfaat atau tidaknya sebuah novel motivasi yang kita baca tergantung dari diri kita sendiri apakah kita mau benar-benar ingin berubah ke arah yang lebih baik atau tidak. Apabila diri kita tidak mau benar-benar ingin berubah novel motivasi yang penulis buat ini tidak akan berpengaruh. Jadi, penulis kembalikan pada diri kita masing-masing. Mungkin, banyak sekali hal-hal yang kita jumpai di dunia ini mulai dari kegagalan sampai pada proses menuju kesuksesan. Semua itu membutuhkan waktu, kesabaran, niat, usaha dan do’a. Yang pertama hidup itu berawal dari sebuah cinta karena disaat pertama kita lahir yang kita dapatkan yaitu cinta dan perhatian dari orang tua. Bagaimana pertama kalinya orang tua merawat kita dari kecil sampai pada usia remaja bahkan pada saat dewasapun orang tua kita masih memperhatikan kita. Kesimpulannya, kasih sayang itu tak akan pernah habis dan selalu ada. Misalnya, ketika kita benar-benar mencintai apa yang kita kerjakan pasti rasa letih dan lelah tak terasa namun, apabila kita tidak mencintai apa yang kita kerjakan waktunya terasa lama sekali, mudah capek dan letih. Hanya cinta yang mampu menggerakan kita ke arah yang positif. Di dunia ini memang tak ada yang sempurna sebaik-baiknya manusia tetaplah mengandung sebuah dosa. Orang yang tidak lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang merugi, kita tahu bahwa masa lalu itu tidak lebih baik dari masa sekarang dan masa depan. Kuncinya hanya satu kita hidup harus selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bukankah tujuan hidup kita hanya menjauhi larangan-Nya dan mentaati perintah-Nya.
       Yang kedua hidup berawal dari sebuah moral bahwa moral yang baik akan mencerminkan sebuah perilaku yang baik pula. Moral itu ibarat rencana dan konsep yang tersusun dalam pikiran kita sedangkan perilaku adalah operasionalnya artinya suatu langkah atau tindakan dari sesuatu yang sudah kita rencanakan dari dalam pikiran kita atau moral itu sendiri. Sebelum kita sukses pastikan kita sudah menjadi pribadi yang baik sehingga dalam dunia kerja pun tak ada yang namanya kecurangan, menjatuhkan nama baik untuk memperoleh reward dan korupsi. Jadi, tidak ada yang dirugikan baik perusahaan maupun karyawanya.
       Ketiga hidup berawal dari sebuah pengetahuan, kita tahu mencari ilmu itu hukumnya wajib. Seperti kata pepatah carilah ilmu sampai ke negeri cina artinya mencari ilmu tidak ada batasnya kapan, dimana dan oleh siapa saja. Dari pengetahuan pun dapat mengubah kita pada kehidupan yang lebih baik. Orang pintar mahir dalam menentukan sesuatu sedangkan orang cerdas mahir dalam menciptakan sesuatu.
        Keempat hidup berawal dari sebuah pengalaman dapat dikatakan pengalaman itu masa lalu yang mampu menjadi pedoman untuk kehidupan sekarang dan masa depan. Suatu kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kegagalan itu pengalaman sedangkan kesuksesan adalah kenyataan yang dialami kita sekarang apabila kita mau mempelajari sebuah kegagalan yang kita lakukan dulu.
       Kelima hidup barawal dari sebuah niat, usaha dan do’a ketiga itu adalah proses menuju sebuah tujuan yang akan kita capai nantinya bahwa Tuhan menyukai hambanya yang mau bekerja keras dan meminta kepada-Nya.
       Keenam hidup barawal dari sebuah keyakinan atau kepercayaan artinya kita harus yakin atas apa yang kita lakukan bahwa keyakinan akan menghasilkan sebuah kepercayaan diri yang akan membangkitkan semangat hidup kita. Sebuah prinsip itu berkaitan dengan sebuah keyakinan seperti, seorang memiliki sebuah prinsip kedisiplinan jadi dia yakin bahwa kedisiplinan dapat mengatur kehidupannya ke arah yang lebih baik.
       Ketujuh hidup barawal dari ikhlas semua apa yang kita rencanakan pasti sebagian tidak terwujud dan di sinilah peran sebuah keikhlasan yang akan menguatkan kita untuk bertahan pada kehidupan selanjutnya. Seperti, ikhlas kehilangan seseorang yang dicintainya.
       Dan kedelapan hidup berawal dari ridho orang tua artinya sebagai penyempurna dari tujuh hal di atas karena ridho orang tua adalah juga ridho illahi. Apabila kita ingin melakukan atau menjalani sesuatu mintalah do’a orang tua niscaya apa yang kita lakukan menjadi mudah.
       Jadi kehidupan yang baik adalah sebuah kehidupan yang membawa kita ke dalam keseimbangan antara kehidupan duniawi dan akhirat. Marilah kita membuka diri untuk menerima hal-hal yang positif dan meninggalkan kebiasaan kita yang buruk dan merugikan. Seorang pecundang saja bisa menjadi pejuang karena dia ingin berubah ke arah yang lebih baik dan menguntungkan, hidup itu penuh dengan perjuangan. Dengan kita berjuang kita dapat menaklukan apa yang namanya sebuah cobaan. Tanpa perjuangan kita tak mungkin hidup di dunia ini. Masih banyak orang-orang yang miskin dan tak mampu tetapi mereka bisa hidup bahkan mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi karena mereka berjuang untuk menempuh hidup mulai dari bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Bukan, mengemis yang penulis maksud. Rezeki bisa datang dari mana saja asalkan kita mau berjuang!!!! Perlu penulis perjelas bahwa kita hidup itu prioritaskanlah untuk orang lain!!
      
      

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s