Kamu Itu Adalah Pelangi Untuk Hidupku

Segmen 21
“Kamu Itu Adalah Pelangi Untuk Hidupku”

       Radit mulai melangkahkan kakinya dari dalam kelas ketika waktu kuliah telah selesai, hari itu Radit terasa bete karena kehidupannya hanya itu-itu saja dia ingin kehidupan yang lebih berwarna. Pada siang hari itu udara memang terasa sangat panas, asap kendaraan di mana-mana dan pohon-pohon yang hijau sedikit menambah kesejukan pada siang hari itu dengan suara burung yang menghiasi kota pada waktu itu. Radit mulai mengambil motornya dari tempat parkir dengan buru-buru dia menyalakan motornya dan pulang menuju rumahnya. Pada saat perjalanan pulang dia berpikir “enak bangat ya jadi Vino, Kelvin dan Joni mereka selalu membawa seseorang di dalam hatinya ketika di mana saja, ada seseorang yang mendukung apa yang mereka lakukan, semenjak ayah dan ibu bercerai mungkin, para sahabatku itulah yang mengisi kehidupanku andai saja aku juga menemukan seseorang pasti hidupku jauh lebih indah dan berwarna” tiba-tiba Radit tersadar dari dalam imajinasinya ketika lampu hijau mulai menyala.
       Beberapa menit kemudian Radit sampai di rumah seperti biasa rumah nampak sepi karena ibunya belum pulang kerja. Setelah itu Radit menaruh tasnya di kamarnya dan sambil tiduran di kamarnya. Akhirnya Radit pun tertidur dengan kondisi kamar yang sedikit berantakan. Waktu menunjukan pukul 15.30 wib terdengar bunyi bel dari luar rumahnya tetapi Radit masih tertidur dan tak ada yang menghampiri suara bel itu. Radit pun baru terbangun ketika hpnya berbunyi “iya ada apa mah” kata Radit. “Tolong mama bukain pintunya, mama nggak bisa masuk”. “Maaf mah, Radit tadi tidur ya sudah Radit bukain” sambil bergegas menuju pintu depan. Mamanya pulang sambil membawa makanan untuk Radit, walaupun mamanya sangat sibuk tetapi mamanya terkadang meluangkan waktu untuk Radit kerena mamanya sangat menyayangi Radit anak satu-satunya. Kebiasaan Radit di rumah ngerjain tugas kuliah, nonton film, main game di laptopnya dan kadang-kadang Radit menyempatkan diri jalan-jalan dengan mamanya. Memang kehidupan Radit sangat sederhana mungkin, gara-gara tak ditemani sosok ayahnya. Hanya ibunya yang menemaninya ketika di rumah. Pada malam hari itu, Radit menyempatkan diri untuk jalan-jalan di luar niatnya hanya untuk menghibur diri kerena Radit sedikit jenuh di rumahnya. Perut Radit tiba-tiba terasa lapar dan kemudian dia makan di sela-sela warung di sekitar malioboro. Tak sengaja Radit menemukan hp di bawah meja makannya dan dia berniat membawanya pulang dengan alasan jika dia bertanya dengan orang di sekitar warung itu dia takut kalau ada orang yang mengaku-ngaku pemilik hp itu. Radit pun menunggu sampai ada panggilan dari hp itu dan dia menduga hp itu adalah hp milik seorang cewek terlihat warna casing hp yang berwarna pink. Setelah dia lama menunggu, ternyata membuahkan hasil ada sebuah panggilan tetapi tak nampak nomornya alias disembunyikan. Lalu dengan perasaan yang deg-degan dia mengangkatnya. “hallo ini siapa” jawab Radit. “Maaf itu hp saya, kamu menemukan di mana” jawab si cewek itu.
Radit: oh iya mbak,,, tadi aku menemukannya di warung dekat malioboro aku sengaja hp kamu aku bawa pulang…takutnya nanti kalau akau bilang sama orang-orang di sana…ada orang yang mengaku-ngaku pemilik hp ini (tersenyum)
Cewek: oh begitu…makasih ya mas….rumah mas di mana…besok hpnya aku ambil (tersenyum)
Radit: nggak usah repot-repot mbak….biar aku saja yang ngembalikan di rumah mbak….rumah mbak di mana?
Cewek: rumahku ya di sekitar jalan malioboro….
Radit: ya sudah besok aku ke sana….nanti kalau aku sudah sampai sana aku sms….(tersenyum)
Cewek: ok! mas….ya sudah tolong jagain hpku ya mas…sebelumnya makasih…

       Radit pun merasa penasaran seperti apa cewek yang punya hp ini “ahh nggak usah mengira-ngira besok kan ketemu lebih baik sekarang tidur buat kuliah besok” kata Radit dalam hati. Dinginnya subuh membangunkan Radit dari dalam tidurnya dia melihat hp cewek itu ternyata banyak pesan yang masuk tetapi dia nggak mau membuka pesan itu karena dia bukan haknya. Tanpa berpikir panjang bergegas Radit mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat subuh. Setelah sholat subuh Radit menghampiri ibunya yang sedang nyuci baju, “mah tahu nggak tadi malam itu radit nemuin hp di warung” kata Radit sambil bersandar di tembok dekat mesin cuci.
Mama: lha terus hpnya harus dikembalikan dong…pasti orangnya nyari itu..(sambil mencuci baju)
Radit: memang benar mah…tadi malam orangnya telepon, cewek lagi mah (tersenyum)
Mama: terus kenapa kalau cewek (tersenyum)
Radit: iya nggak apa-apa sih mah (tersenyum sambil salah tingkah)
Mama: ahh kamu ada-ada saja (tersenyum) tolong ambilkan mama deterjen di sana…
Radit: ini mah (memberikan deterjennya) oh iya mah,, nanti pulang kuliah Radit mau ngembalikan hp ini ke pemiliknya..
Mama: emangnya rumahnya mana?
Radit: itu di jalan malioboro (tersenyum)
Mama: oh ya sudah hati-hati saja (membuka mesin cuci)
Radit: iya mah…ya sudah Radit mau mandi dulu..terus sarapan….(mengambil handuk)
Mama: itu mama sudah gorengin ayam untuk kamu….(memandang Radit)
Radit: iya mah (menuju kamar mandi)

       Setelah pulang kuliah, di bawah pohon yang besar di jalan malioboro Radit menunggu cewek itu untuk menghampirinya karena Radit tak tahu rumahnya tetapi Radit sudah menyebutkan ciri-cirinya dan lokasi dia berada. Sambil duduk di motornya Radit memandang suasana sekitar, tak sengaja Radit mendengar suara memanggilnya “mas” betapa kagetnya setelah Radit menoleh ternyata perempuan itu benar-benar cantik tetapi Radit sedikit tak percaya dan bertanya kepada cewek itu “mbak siapa ya,,ada perlu apa” kata Radit.
Cewek: ada perlu apa gimana…aku yang punya hp itu…
Radit: (kaget) oh…mbaknya yang punya hp ini (sambil memberikan hp ke cewek itu) lalu dalam hati Radit berkata “ternyata dia benar-benar cantik,,, cewek secantik dia pasti sudah punya cowok”.
Cewek: iya mas…makasih banyak…(tersenyum)
Radit: iya sama-sama…kan hpnya sudah aku berikan ke kamu….ya sudah aku pulang (wajah yang dingin)
Cewek: buru-buru amat mas…mampir dulu ke rumahku kenapa, kan kamunya pasti capek (tersenyum)
Radit: (terdiam sejenak sambil memandang cewek itu) rumah kamu yang sebelah mana?
Cewek: itu..dekat kok mas (menunjukin rumahnya) oh iya mas,,,hampir saja lupa..kenalin namaku Veronika…(bersalaman dengan Radit)
Radit: aku Radit…(tersenyum)
Cewek: ya sudah mas…ayo ke rumahku tak buatin minum…
Radit: dalam hati Radit “masih ada cewek secantik dia punya sifat yang ramah dan nggak sombong, dia memang cewek yang baik kelihatannya” ya sudah ayo mbak (tersenyum)
      Radit pun menuju ke rumah Veronika, sesampai di sana Radit di kagetkan lagi ternyata rumah Veronika sangat sederhana. Veronika hidup bersama dengan kedua orang tua dan ditemani kedua adik laki-lakinya. Sempat memandang isi rumahnya, Veronika pun keluar dari dalam rumahnya membawakan minuman dan makanan kecil. Dan bertanya kepada Radit “Dit, kamu kuliah atau kerja”.
Radit: aku …kuliah kok Ver (tersenyum)
Veronika: kamu kuliah di mana dan semester berapa (tersenyum)
Radit: aku kuliah di UGM masih baru semester 2 (tersenyum dan masih memandang isi rumah) kamu sendiri?
Veronika: aku kerja kok…(tersenyum)
Radit: oh..kerja dimana?
Veronika: aku kerja di percetakan (sambil mempersilahkan Radit minum)
Radit: btw kamu lulusan SMA tahun berapa?
Veronika: aku lulusan SMA tahun 2007…(tersenyum)
Radit: wah…berarti sama dong (sambil minum) kamu nggak kuliah Ver?
Veronika: nggak kok….soalnya nggak ada biaya (memandang Radit)
Radit: kamu kan kerja….kan kamu bisa kuliah sambil kerja…
Veronika: nggak bisa Dit…uang kerjaku buat biayai adikku sekolah…
Radit:oh..ayah kamu kerja dimana?
Veronika: ayahku cuma buruh bangunan (tersenyum)
Radit: marasa bangga dan berkata dalam hati “dia memang benar-benar cewek yang baik…dia nggak kuliah memilih untuk membantu adik-adiknya sekolah dulu…dan keluarganya….sangat jarang cewek seperti dia..beruntung banget yang jadi cowoknya sekarang”. Oh..terkadang kebahagiaan kita itu nomor 2..yang nomor satu adalah kebahagiaan orang yang kita sayang…seperti, kamu membiayai sekolah adikmu….kamu cewek yang mau berjuang ternyata…(tersenyum)
Veronika: iya Dit..makasih….memang kita hidup itu..prioritas utamanya adalah kebahagiaan orang lain dulu..begitu…(tersenyum)
Radit: baguslah kalau kamu tahu…(tersenyum)
       Radit sebetulnya punya rasa simpati untuk Veronika, tetapi Radit berpikir pasti Veronika sudah punya cowok dan Radit nggak mau berharap dengannya. Setelah itu Radit pamit pulang dengan ibunya Veronika dan Veronika sudah menceritakan semua kepada ibunya tentang hpnya. Ibunya juga mengucapkan terima kasih kepada Radit. Radit memang benar-benar jatuh cinta dengan Veronika, tapi Radit tak mau merusak hubungan dia dengan Veronika. Janur kuning memang belum melengkung, tetapi Radit berpikir lain bagaimana seorang wanita yang kita cintai didekati dan tiba-tiba tertarik dengan cowok lain pasti rasanya benar-benar sakit. Cowok yang baik tak akan pernah merebut seseorang dari orang lain meskipun dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkannya. Radit tetap senang meski hanya bertemu sesaat dengan seorang bidadari yang cantik dan baik dan itu sudah membuat hidupnya berwarna.
      “Mungkin, belum saatnya aku punya kekasih hati Tuhan pasti mempunyai rencana yang lebih indah dari ini” ucap Radit dalam hatinya. Dia tetap semangat kuliah seperti biasanya dan bersyukur dia masih bisa bernafas berarti itu tandanya dia masih bisa merasakan nikmatnya hidup yang Tuhan berikan.
       Di tempat lain, Veronika juga terbayang Radit dia beranggapan Radit adalah seorang laki-laki yang baik dan jujur tetapi dia merasa jika Radit tak tertarik dengannya karena sifat Radit yang dingin.
       Antara Radit dan Veronika semua beranggapan perasaan yang negatif yang tandanya mereka sama-sama beranggapan tak ada yang tertarik. Padahal saat hpnya Veronika di rumah Radit ada seorang cowok yang mengungkapkan perasaan dengan Veronika tetapi Veronika menolaknya gara-gara dia bertemu dengan Radit. Tetapi Veronika tak menyesal karena mencintai adalah pilihan dan jodoh adalah takdir. Yaitu hanya ada satu jalan menuju sebuah pilihan dan takdir yaitu sebuah keyakinan tapi keyakinan itu kita peroleh bukan dari diri kita sendiri melainkan dari Tuhanlah yang meyakinkan kita. Dan apakah Radit dan Veronika bisa menjadi sepasang kekasih? Dan bagaimana caranya? Itu masih sebuah misteri?
       Hidup itu memang penuh misteri, semua tak ada yang tahu kecuali Tuhan yang membuat alam semesta ini. Yang penting kita hidup jalani yang ada jangan terlalu berharap yang tak ada kerena sebuah harapan mengandung dua hal yaitu kesedihan dan kebahagiaan. Masa lalu adalah pengalaman, masa sekarang adalah usaha kita sekarang dan masa depan adalah misteri. Jadi, jodoh adalah takdir janganlah sering memikirkan jodoh kita nanti, pasti Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan karena Tuhan maha tahu segalanya, termasuk semut yang berada dalam jerami pada malam hari, yang paling utama kita hidup harus selalu ada niat, usaha dan do’a sedangkan sebuah hasil kita pasrahkan saja oleh yang di atas.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s