Lapang Dada Adalah Cara Terbaik Untuk Menerima Kekalahan

Segmen 19
“Lapang Dada Adalah Cara Terbaik Untuk Menerima Kekalahan”

      Ayo cepat!cepat! waktu kamu 17,78 detik” ucap pelatih itu. Suasana sore itu, mewarnai anak-anak yang sedang latihan lari untuk kompetisi antar SMP tingkat kabupaten. Terlihat anak perempuan yang duduk sambil minum seusai latihan. “Putri tolong tingkatkan lagi larimu, paling tidak kamu harus bisa lari dengan waktu kurang dari 17 detik dengan jarak tempuh 100 M” kata pelatih dengan seriusnya. “Baik pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin” jawab anak perempuan itu. Kompetisi akan dimulai satu minggu lagi, semua anak-anak itu berlatih dengan sungguh-sungguh meski harus menahan rasa lelah dan letih karena mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama sekolahnya masing-masing.
       Faisal sedang asyik mencuci motornya dari pintu depan ibu setengah baya berkata kepada Faisal “adik, kamu belum pulang kak Faisal”. Sambil mencuci motornya Faisal menjawab “belum mah, paling bentar lagi pulang biasanya putri pulang jam setengah 5”. “Ya sudah kalau begitu, jangan lupa beritahu putri suruh minum obatnya biasanya dia lupa”. “baik! Mah” sambil mengusap keringat di keningnya. Tiga puluh menit kemudian Putri sampai rumahnya dan menggoda Faisal. “Wah tumben kak Faisal nyuci motor biasanya saja nyucinya 2 bulan sekali” sambil ketawa. “Enak saja,, ihhh sukanya ngledek ikk aku bilangin mama lho” mematikan keran dekat pintu gerbang rumahnya.
Putri: bilangin saja sana…week! (bercanda)
Faisal: ya sudah sana mandi dulu…jangan lupa obatnya di minum (tersenyum)
Putri: wah..tumben kakak perhatian bener (tersenyum)
Faisal: nggak,,,tadi mama yang ngingetin (tertawa)
Putri: kirain (sambil memmandang Faisal)
Faisal: kirain apa?
Putri: oh…kirain apa ya..nggak jadi dech (tertawa sambil masuk ke dalam rumah)
Faisal: ahh kamu itu…sukanya ngledek kakak (tersenyum)
       Malam hari itu mereka semua berkumpul di ruang TV yaitu Faisal, Ayah, Ibu, Putri dan Reza. Sambil melihat acara bola mereka saling curhat dengan ayah dan ibunya. Selanjutnya giliran Putri yang berbicara kepada ayah dan mamanya. “Oh iya pah, mah nanti kalau Putri juara 1 lari seratus meter mau ngasih apa” sambil sedikit bergurau.
Ayah: ya nanti lihat saja sendiri (tersenyum)
Putri: kalau mama mau ngasih apa? (tersenyum)
Mama: (berpikir sejenak) uang sakumu mama tambahin selama 3 bulan (tersenyum)
Faisal: nanti ada juga lho…hadiah dari kakak (tersenyum)
Reza: (sedang asyik menonton bola di tv)
Putri: beneran nie kak (serius)
Faisal: beneran dong….yang penting kamu mau berusaha dulu …ok! (memberi semangat)
Putri: baik dech kak…..
Faisal: nah bagus kalau begitu…yang penting kamu giat latihan dan jaga kondisi…
Ayah dan Ibu: (tersenyum sambil memandang mereka berdua)
Reza: mah..Reza mau buat pr dulu ya (sambil menuju kamarnya)
Mama: ya sudah..adik belajar yang serius (tersenyum)
Ayah: kamu harus tepatin janji kamu kalau adik kamu benar-benar juara (tersenyum)
Faisal: ya kalau janji memang harus ditepatin dong yah…kan, dengan memberi hadiah nanti biar  Putri merasa lebih termotivasi (tersenyum)
Ayah: (hanya tersenyum)
Putri: makasih ya kakakku yang baik..yang kadang-kadang nyebelin (bercanda)

       Setelah lama mereka saling mengobrol, akhirnya mereka semua tidur lebih awal untuk menjaga kondisi dan mempersiapkan kegiatan masing-masing untuk besok. Waktu menunjukan pukul 08.00 pagi Faisal berangkat kuliah dengan semangatnya sesampai di kampus Faisal bertemu dengan temannya yang kebetulan satu jurusan dan mereka sering smsan. Cewek itu bernama Fina. Fina adalah cewek yang manis, ramah dan hobby membuat novel. “Faisal hari ini kamu terlihat beda” kata Fina. “Beda apanya perasaan biasa saja” jawab Faisal sambil memandang Fina.
Fina: terlihat wajahmu yang bersemangat (tersenyum)
Faisal: iya..mungkin hari ini aku sedang merasa senang (tersenyum)
Fina: cerita dong..kenapa (tersenyum)
Faisal: jadi begini…adik perempuanku kan 6 hari lagi dia ikut lomba lari mewakili SMPnya…dan aku berjanji kalau dia menang aku bakal memberinya hadiah begitu….
Fina: ya bagus dong…itu namanya kakak yang saling mendukung..aku do’ain dech mudah-mudahan adik kamu juara satu (tersenyum)
Faisal: makasih ya….sekarang mata kuliah manajemen operasi I sih….
Fina: iya…ya sudah ayo kita masuk…
Faisal: ayo…(tersenyum)

       Jam pelajaran telah berakhir, Faisal ingin mengajak Fina untuk mencari hadiah yang cocok untuk adiknya lalu Faisal menghampiri Fina yang sedang sibuk memasukan buku pelajaran di tasnya. Mereka saling mengobrol, membicarakan apa kesukaan Putri. Dan kebetulan Putri suka novel, Fina berpikiran juga, ingin memberikan hadiah novel buatanya. Faisal pun sangat senang dengan rencana Fina untuk memberi Putri sebuah novel karyanya sendiri. Mereka berputar-putar di daerah sekitar Jogja untuk mencari hadiah yang tepat. Dua jam telah berlalu, mereka berhenti di sebuah toko. Faisal melihat boneka panda yang besar “pasti Putri suka dengan boneka ini” ucap Faisal dalam hati. “Ada apa Faisal, kamu ingin memberi boneka panda itu untuk adikmu” ujar Fina sambil memandang boneka itu.
Faisal: iya…yang aku tahu Putri suka hewan panda (tersenyum)
Fina: oh…ya nggak apa-apa belikan saja…
Faisal: iya aku belikan (sambil mengambil boneka dari almari kaca)
Fina: adik kamu suka coklat nggak Faisal (tersenyum)
Faisal: kayaknya suka…emang kenapa?
Fina: oh…aku mau ngasih coklat kebetulan itu ada di sana..
Faisal: nggak usah repot-repot Fin (sedikit malu)
Fina: halah…nggak apa-apa kan biar surprise (tersenyum)
Faisal: iya dech..terserah kamu saja (memandang Fina dengan senyum manis)

       Waktu terus berlalu, sampailah pada hari di mana kompetisi dimulai. Secara diam-diam Faisal dan Fina menonton lomba lari di mana digelarnya lomba itu. Mereka menunggu beberapa menit, akhirnya saat yang ditunggu tiba. Dari kejauhan Putri bersiap-siap. Ada banyak peserta yang memiliki bakat lari. Pertandingan sangat seru, dan heboh dari sorak-sorak penonton. Walau Putri sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, tapi Putri hanya mendapat posisi dua. Dia sangat kecewa dengan peristiwa itu. Padahal keluarganya sudah berharap dia bakal juara kalau dilihat dari prestasi Putri sebelumnya. Wajah putri terlihat sedih, dia tak tahu harus bilang bagaimana dengan keluarga apalagi dengan kakaknya. Sesampai di rumah, terlihat rumah keadaan sepi dan Putri masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba Putri kaget, ada kakaknya dan Fina yang sedang duduk di ruang tamu. “Kamu nggak perlu bersedih kali” ucap Faisal. “Kakak sudah tahu, Putri gagal meraih posisi pertama” jawab Putri dengan mata berkaca-kaca.
Faisal: iya kakak tadi diam-diam melihat kamu dari kejauhan dengan kak Fina (tersenyum)
Putri: kakak nggak marah (kepala tertunduk)
Faisal: kenapa harus marah Put…ini ada hadiah dari kakak (memperlihatkan boneka pandanya)
Putri: putri kan nggak juara kak (sambil sedikit mengeluarkan air mata)
Faisal: kakak tahu..kamu tidak dalam kondisi prima karena penyakit yang ada di dalam tubuhmu….sudah bagus lagi, dengan kondisi seperti ini kamu dapat juara 2 ,,padahal lawan kamu kan tinggi-tingi dan terlihat kuat,,,
Putri: tapi kan Putri sudah ngecewain kakak (mengusap air matanya sendiri)
Faisal: bagi kakak yang terpenting adalah usaha kamu menuju juara itu,,,dan kamu sudah memberikan yang terbaik untuk semua orang yang mendukungmu…walau kamu tak meraih juara satu…cobalah, kamu bersikap lapang dada mengakui sebuah kekalahan..pasti tidak akan tersiksa batin seperti yang kamu alami sekarang….jika kita mengalami sebuah kekalahan, pahamilah kekalahan tersebut untuk menjadi lebih baik pada pertemuan berikutnya..tolong diingat itu pesan dari kakak…kamu jangan nangis…
Fina: iya dik…betul kata kakak kamu…kakak kamu memberi hadiah karena atas usaha dan perjuangan kamu…ini ada novel untuk kamu, ini buatan kakak sendiri lho (tersenyum)..sebagai hadiah dari kak Fina juga (memeluk Putri)
Putri: maksih ya kak Fina….(sedikit terhibur)

       Akhirnya Putri pun terhibur dengan apa yang mereka lakukan, mungkin dalam hidup ini usaha, niat dan do’alah yang terpenting dan bersikap lapang dada. Maka, dengan itu semua kita lebih mendapatkan sebuah makna dari sebuah kekalahan. Terkadang apa yang kita inginkan belum tentu terwujud, cobalah lapang dada menerima kenyataan dan kekalahan. Karena dengan itu, kita terasa di atas walau kita sebanarnya di bawah. Lapang dada adalah cara terbaik untuk menerima kekalahan. Lapang dada berarti kita ikhlas menerima kekalahan itu. Hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang juga di bawah. Lapang dadalah yang dapat menghilangkan sebuah rasa kecewa dan kesedihan

minato

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s