Sesuatu Untuk Mereka

Segmen 17
“Sesuatu Untuk Mereka”

       Pak Johan sedang siap-siap untuk berangkat keluar kota karena ada keperluan bisnis, di kamar ibu Risma sedang mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa suaminya. Vino sedang duduk asyik di teras rumahnya sambil memandang anak-anak yang pergi ke sekolah dan memandang motor-motor yang lewat di depan rumahnya. Suasana pada hari itu memang sangat cerah, beberapa saat kemudian terdengar suara pak Johan memanggil Vino “Vino ke sini sebentar” teriak pak Johan dengan nada yang cukup keras dari ruang tamu. Vino bergegas langsung menghampiri ayahnya. “Iya ada apa yah” jawab Vino.
Pak Johan: begini Vin…alhamdulilah sekarang bisnis ayah semakin lancar…kita tahu semua uang ayah kan sebagian adalah rejeki untuk orang lain…karena ayah sekarang sangat sibuk ini, ayah minta tolong ke kamu ini ada cek 30 juta kamu tukarkan ke bank (mengambil cek dari sakunya)
Vino: terus dari cek itu…apa yang harus Vino lakuin yah (penasaran)
Pak Johan: kamu tukarkan ke bank…terus uang itu kamu donaturkan ke panti asuhan di seberang sana (tersenyum)
Vino: (tercengang kaget) dalam hati Vino berkata “jadi ini…yang menjadikan bisnis ayah selalu lancar..dan aku bersyukur dilahirkan dari keluarga ini”.
Pak Johan: ehh kok malah diem (tersenyum)
Vino: maaf yah (tersenyum) iya yah…sekalian Vino mau ngajak temen-temen Vino biar ikut memberi sumbangan juga…
Pak Johan: wah keren itu…berbuat baik tidak harus selalu sendiri..tapi, juga bisa secara bersama-sama (tersenyum)
Vino: iya yah..dengar-dengar panti asuhan di sana juga butuh donator yah..karena anak-anak yatim piatu di sana semakin banyak…
Pak Johan: ayah juga sudah tahu…kita bersedekah juga juga harus efisien…kamu tahu apa itu efisien?
Vino: menurut Vino pengertian efisien lebih dari satu yah…efisien itu juga dapat dikatakan sebagai dayaguna tetapi juga bisa dikatakan perbandingan terbaik antara usaha dengan hasil….lha terus apa hubungannya dengan sedekah yah?
Pak Johan: iya jelas ada …jadi, kita bersedekah itu harus diberikan benar-benar kepada orang-orang yang tepat….yaitu orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan kita….
Vino: oh begitu ya yah…Vino jadi tambah tahu (tersenyum)
Pak Johan: ya sudah ayah mau berangkat dulu,,,tolong jaga ibumu di rumah (memegang bahu Vino)
Vino: baik yah..(tersenyum)

       Ayahnya pun berangkat keluar kota dengan perasaan yang bahagia, ayah Vino pun sangat bangga mempunyai anak seperti Vino. Dan berharap Vino mampu meneruskan bisnis ayahnya. Vino mempunyai banyak kemampuan dari hard skill sampai soft skill. Hard skill adalah kemampuan yang dimiliki dari luar yaitu seperti kemampuan berbicara bahasa inggris, komputer, berpikir analisis dan sebagainya sedangkan soft skill adalah kemampuan dari dalam yang berkaitan dengan hati nurani kita seperti, sebuah kejujuran, tanggung jawab, keramah tamahan dan lain sebagainya. Vino berusaha menggerakan teman-temannya agar bisa memberi uluran tangan sebelumnya, mereka semua berkumpul di rumah Vino yaitu Clara, Kirana, Radit, Kelvin, Joni dan Faisal. Vino memberitahu teman-temannya tentang apa yang akan mereka lakukan, Vino menawarkan kepada teman-temannya untuk memberi barang-barang yang layak pakai bukan pakaian bekas yang robek-robek dan usang. Dan mereka sangat senang dengan ide Vino dan tanpa lama-lama mereka menuju ke panti asuhan tersebut. Panti asuhan yang banyak dipenuhi dengan anak-anak yatim piatu itu. Mereka semua tak diselimuti kesedihan apapun hanya keceriaan di wajah anak-anak yatim piatu itu. Bersama-sama Vino dan teman-temannya masuk ke dalam ruangan-ruangan di sana untuk melihat kondisi apakah ada kelayakan atau tidak. Ternyata kondisinya masih bagus dan layak digunakan, setelah itu mereka menemui pengelola panti untuk memberi sumbangan berupa uang dan barang-barang yang layak pakai seperti alat tulis, pakaian, obat-obatan, makanan dan lain-lain. Dengan kunjungan mereka pengelola panti merasa sangat senang dan terbantu tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka semua. Mereka bermain-main dengan anak-anak panti tersebut dan terpancar kesedihan di wajah mereka. Bahwa mereka sangat bersyukur orang tua mereka masih ada. Kemudian, Vino bertanya kepada salah satu anak di panti asuhan itu yang kira-kira berumur 10 tahun. “Sedang apa dek” kata Vino.
Anak Panti: ini kak, aku sedang buat PR (sibuk menulis)
Vino: buat PR apa dek (memandangnya)
Anak Panti: buat PR matematika…(tersenyum)
Vino: bisa nggak ngerjainnya (nada bercanda)
Anak Panti: bisa dong kak (mengigit pensil)
Vino: mana coba kakak mau lihat ….
Anak Panti: ini kak (menyerahkan buku PRnya)
Vino: oh iya…jawabanya benar semua….adik pinter (melihat jawabannya) ya sudah adik tingkatkan belajarnya biar makin pinter…cita-cata adik mau jadi apa..hayo? (tersenyum)
Anak Panti: mau jadi dokter kak (wajah yang ceria)
Vino: alasanya apa mau jadi dokter (tersenyum)
Anak Panti: ya agar bisa nyembuhin banyak orang kak (menulis sambil memandang Vino)
Vino: (hanya memandang anak panti itu dengan rasa yang bangga)

       Teman-teman Vino juga sedang menghibur anak-anak di panti asuhan itu. Anak-anak panti asuhan itu merasa sangat senang dengan kedatangan mereka. Dengan suasana yang ramai mereka banyak melakukan kegiatan ada yang sedang menggambar, bermain, bercanda dengan temannya, belajar dan masih banyak lagi. Mereka semua sangat bahagia tinggal di panti itu, tanpa ada tekanan dari mereka, semua diberi kebebasan berkreasi, dibimbing dan diarahkan ke hal-hal yang positif. Anak-anak di panti asuhan itu semuanya baik nggak ada satupun anak yang nakal. Mungkin, proses pendekatan yang dilakukan pengelola panti dan para pekerja di panti asuhan itu melakukannya dengan tepat dan sepenuh hati yang menjadikan panti asuhan itu adalah rumah mereka sendiri untuk para anak-anak itu. Hampir dua jam Vino dan teman-temannya berada dipanti asuhan itu, dari dua jam itu banyak makna yang mereka dapatkan terutama adalah kasih sayang dari orang tua. Kita tahu mereka ada yang tak mendapatkan kasih sayang dari orang tua kandungnya tetapi mereka tetap tegar, semangat, tak mengeluh karena mereka berusaha menerima kenyataan dan menyikapinya dengan baik. Sesuatu yang paling menyakitkan adalah kehilangan sebuah kasih sayang dan cinta dari orang-orang yang kita anggap penting, maka dari itu, berikanlah yang terbaik untuk anak-anak kita nantinya karena anak adalah titipan illahi yang harus kita jaga, bimbing dan diarahkan agar mereka atau anak-anak kita bisa menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi orang lain. Kita hidup tak terpisah dari orang-orang yang kita cintai dan orang-orang disekitar kita. Apabila kita saling membantu dan peduli dengan orang lain, pasti jarang di dunia ini orang-orang yang kesusahan. Banyak orang hidup yang hanya mementingkan diri sendiri mencari kekayaan dan kekuasaan, bukan itu arti kehidupan sesungguhnya, bagaimana kita bisa membawa orang-orang disekitar kita ke arah yang positif dan berguna. Tujuan hidup itu hanya menjauhi larangan-Nya dan mematuhi perintah-Nya sedangkan kekayaan dan kekuasaan adalah sarana untuk mencapai tujuan itu. Dengan kekayaan kita bisa membantu orang-orang di sekitar kita dan dengan kekuasaan kita bisa menjadi pemimpin yang baik yang mampu mengarahkannya ke arah yang jauh lebih baik. Itulah arti kehidupan sesungguhnya. Cinta dan persahabatan adalah komponen sebagai alur untuk mengisi kehidupan kita agar jauh lebih indah.

minato

 

Kunjungi Tempat wisata di semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s