Cinta Baru Part III

image

16
“Cinta Baru Part III”

       Cinta adalah sebuah perasaan yang mampu melupakan segalanya dan terfokus pada satu titik. Cinta itu perasaan nyaman yang mampu membuat orang selalu tersenyum. Dunia ini selalu dipenuhi dengan sebuah cinta, tetapi cinta yang bagaimana? pada dasarnya cinta itu suci, abadi dan sumber kekuatan. Mungkin, saat inilah yang banyak dialami oleh para kalangan remaja khususnya Joni dan Tiara. Mereka sekarang sedang jatuh cinta dan terselip sebuah kerinduan. Dan inilah kisah cinta diantara mereka.
       Liburan kali ini Tiara banyak meluangkan waktu untuk Joni, mereka saling berkomunikasi, bercerita tentang diri mereka masing-masing yang dapat menghangatkan sebuah hubungan. Kebahagian dan keceriaan terpancar di wajah mereka. Meski mereka saling suka, tapi mereka tidak buru-buru untuk menjalani sebuah hubungan yang istimewa perlu sebuah penyesuain, kecocokan dan menghargai setiap perbedaan diantara mereka. Setiap orang pasti mempunyai sebuah kesamaan dan perbedaan inilah yang dialami mereka berdua. Komunikasi memang penting dalam sebuah hubungan pasalnya, kumunikasi akan menghasilkan sebuah informasi yang akan mereka pelajari dari informasi yang mereka dapat. Kebetulan mereka sama-sama menyukai game, mereka menyempatkan diri untuk bermain game berdua di mall, warnet atau game online, laptop bahkan playstation 2. Kesamaan hoby memang membuat mereka semakin dekat dan akrab. Untuk sifat-sifat mereka, Tiara dan Joni berhati baik dan bisa saling mengerti. Ini adalah hari terakhir Tiara liburan di Jogja tentunya akan melahirkan sebuah kerinduan diantara mereka. Joni belum sempat mengutarakan tentang perasaannya ke Tiara, padahal besok pagi Tiara sudah harus ke bandara mungkin, Joni belum cukup mental untuk mengutarakan cintanya dikarenakan Joni belum pernah menjalani sebuah hubungan yang istimewa yaitu pacaran.
       Pada malam hari Joni dan Tiara sedang asyik makan di sebuah warung. “Makanan di sini enak ya Jon” kata Tiara.
Joni: iya jelas dong..di sini kan tempat langganannya aku dan Radit serta sahabatku lainnya (memandang Tiara dengan mesra)
Tiara: oh begitu ya…(sambil makan)
Joni: memang kamu kalau makan di Jakarta di tempat yang mewah ya (tersenyum)
Tiara: ya belum tentu…kalau aku sih yang penting makanannya enak dan nggak terlalu mahal, nggak selalu di cafe atau restoran begitu..
Joni: btw kamu bisa masak nggak nie (nada bercanda)
Tiara: bisa dong. . .pengen dimasakin apa kamu sop buntut, nasi goreng, soto (tertawa)
Joni: kayak juru masak saja kamu (tertawa) kamu belajar masak dari siapa..?
Tiara: dari mamahku (tersenyum)
Joni: ya bagus…kalau pinter masak kan suaminya nanti betah di rumah (bercanda)

      Beberapa menit kemudian ada seorang pemulung sedang memungut sampah-sampah bekas minuman dan makanan di depan warung yang mereka kunjungi. Pemulung itu terlihat sangat letih, dan terduduk di bongkahan batu yang besar sambil mengusap keringat yang mulai bercucuran. Pemulung itu terlihat kelaparan nampaknya, sambil memandang orang yang sedang makan di warung itu. Rasa lapar dan haus yang tak tertahan menjadikan pemulung itu menghampiri mereka di warung itu tetapi si penjual malah mengusirnya pergi karena takut pelanggannya pada nggak selera makan. Mereka merasa menyayangkan atas tindakan dari penjual yang mengusir pemulung itu, tanpa berpikir panjang mereka berdua pun menghampiri pemulung itu yang sedang terduduk di bongkahan batu besar itu. “kakek laper” kata Tiara.
Pemulung: iya non, seharian kekek belum makan (wajah memelas)
Joni: sabar ya kek…maafkan si penjual tadi ya kek…mungkin, tadi penjual itu nggak bermaksud mengusir kakek (memandang pemulung dengan rasa kasihan)
Tiara: ya sudah aku belikan nasi bungkus dan minuman ya kek… kakek ngobrol-ngobrol saja dulu sama temenku (tersenyum)
Pemulung: makasih ya non (tersenyum)
Joni: berarti kakek seharian kerjanya mulung…..
Pemulung: beginilah nak…hanya pekerjaan ini yang bisa kakek lakuin…
Joni: lha keluarga kakek ke mana…seharusnya kan kekek sedang berumpul-kumpul dengan cucu kakek (terharu)
Pemulung: keluarga kakek meninggal semua…karena gempa Jogja tahun lalu (terbayang keluarga)
Joni: kakek kasihan banget….ya sudah kakek yang sabar saja…namanya hidup pasti susahlah kek dan penuh cobaan…tinggal kita pandai-pandai menyikapinya…
Pemulung: iya nak…kamu masih sekolah..
Joni: iya kek…aku kuliah di UGM..
Pemulung: bersyukurlah nak…kamu masih bisa kuliah, bisa hidup lebih baik..tadi, itu temenmu atau pacarmu (tersenyum)
Joni: masih temen kek (malu)
Pemulung: kalau masih..berarti ada kemungkinan bakal pacaran..iya kan nak…(bercanda)
Joni: iya kek (malu)
Pemulung: lagian dia kan orangnya cantik dan baik seperti kamu nak…
Joni: iya kek…tapi, aku malu ngatain cintaku ke dia kek (tersenyum-senyum)
Pemulung: wah…cowok kok pemalu..harus berani..nanti keburu diambil orang nak..(bercanda)
Joni: aku pasti berusaha nyatain cintaku ke dia kok kek (percaya diri)
Pemulung: nah gito…itu baru namanya seorang laki-laki..sebelumnya makasih ya nak, sudah nolong kakek…semoga kamu diberi rizki yang lancar dan dimudahkan urusannya(tersenyum)
Joni: amin kek…kan sudah sepantasnya kita saling tolong menolong kan kek..
Pemulung: tapi zaman sekarang..dunia penuh dengan kemaksiatan nak…makanya, sekarang bencana terjadi di mana-mana..
Joni: memang benar kek…banyak orang yang terlena dengan kenikmatan dunia…sehingga mereka lupa dengan kehidupan yang sebenarnya setelah ini…yaitu di akhirat..
Pemulung: yang penting kita harus bersyukur karena manusia tak pernah puas dengan apa yang sudah Tuhan berikan….
Joni: benar banget kek…itu kek temanku sudah datang,,
Tiara: maaf ya kek..nunggunya kelamaan tadi soalnya yang beli banyak…ini kek makanan dan minumannya (memberikan kepada kakek)
Pemulung: makasih banyak ya..kalian sudah menolong kakek…semoga kalian selalu diberi keselamatan…
Tiara: amin kek…kami mau pergi dulu kek,,,sekarang sudah malam takut nggak dapat bis.. (bersalaman)
Joni: ya sudah…makanannya di makan kek…kami pergi dulu…hati-hati kek (bersalaman)
Pemulung: ya sudah …makasih banyak (terharu) hati-hati juga nak…

       Akhirnya mereka sampai di halte bis sambil menunggu bis mereka saling mengobrol. Beberapa saat kemudian, sebuah bis datang. “Ayo tiara itu bisnya sudah datang” kata Joni. “Waduh bentar Jon, dompetku jatuh” jawab Tiara.
Joni: ya sudah ayo kita cari (sedikit panik)
Tiara: lha bisnya Jon (memandang Joni)
Joni: halah nggak apa-apa…dompet kamu lebih penting kan nanti ada bis yang lewat lagi..
Tiara: ya sudah ayo kita cari bareng-bareng (tersenyum)

       Mereka mencari dompet Tiara di sekitar jalan yang mereka lewati dan akhirnya Tiara ingat sesuatu kalau dompetnya tertinggal di warung nasi bungkus saat membeli makanan untuk pemulung tadi. Benar sekali, dompetnya memang tertinggal di sana dan untung saja masih disimpan si penjual tadi. Waktu sudah sangat malam, mereka pun menunggu bis di halte dengan suasana yang dingin Joni pun menawarkan jaketnya ke Tiara agar tidak kedinginan. Lima belas menit menunggu, akhirnya bis datang mereka merasa sangat lega dengan kondisi malam seperti ini mereka mendapatkan jasa bis. Di dalam bis, Tiara tertidur dengan posisi kepalanya tersandar di bahu Joni. Dan Joni memandangnya dengan penuh rasa kasih sayang dan nyaman.
       Joni kaget, tiba-tiba bis melaju dengan pelan dan Tiara terbangun. “Ada apa ini mas” kata Joni kepada kenek bis. “Itu mas, ada bis yang kecelakaan” jawab kenek tersebut. Sambil memandang ke luar jendela, tiba-tiba Joni merasa kaget. “Lihat itu Tiara, itu kan bis yang tadi hampir kita tumpangin” ujar Joni.
Tiara: ya tuhan..iya Jon benar banget…(merasa bersyukur)
Joni: aku nggak bisa bayangkan kalau itu terjadi pada diri kita (ketakutan)
Tiara: aku juga Jon…berarti kita beruntung apa gara-gara kita sudah nolong pemulung tadi Jon (memandang Joni)
Joni: iya mungkin, ada kaitanya juga (masih memandang ke luar jendela)

       Segala puiji bagi Allah SWT mereka beruntung bisa terhindar dari kecelakaan. Kita tahu do’a seorang pemulung pun bisa sangat manjur, karena hati pemulung yang di tolong tadi benar-benar merasa tertolong dan merasa berterima kasih kepada mereka sehingga pemulung itu mendo’akan agar mereka diberi keselamatan. Memang Tuhan selalu melindungi dan menjaga hambanya yang beriman dan yang berbuat kebaikan. Ada satu hal yang bisa dipetik, apabila kita berbuat ikhlas pasti allah akan membalasnya dengan sesuatu yang istimewa. Kebaikan akan selalu menang dan diberi keberuntungan. Apabila seorang yang beriman sengaja atau tidak sengaja berbuat keburukan pasti Allah akan langsung menegurnya dan janganlah bangga kalau kamu diberi kebebasan saat melakukan kejahatan karena disaat itu Allah sudah tidak sayang terhadap kita dan membiarkan kita ke dalam kemaksiatan. Sebanarnya persahabatan, percintaan dan kehidupan apabila kita bawa ke hal-hal yang positif akan terasa sangat indah dan sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jadi, kita hidup harus bisa selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Ketika kita masih bisa bernafas di saat itulah kesempatan masih ada untuk melakukan perbuatan yang baik dan diridhoi Allah. Novel yang penulis buat untuk semua kalangan tetapi khususnya para kalangan remaja bahwa kita tahu bangsa tergantung dari generasi mudanya. Generasi muda adalah fondasi, calon pemimpin, calon masa depan untuk negara dan bangsa kita. Maka perbaikilah sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Generasi muda ibarat sebuah api yang bisa membakar apa saja yang ada di depanya sedangkan air adalah generasi tua yang mampu memadamkannya. Berilah contoh yang terbaik untuk seseorang yang kita kenal dan kita cintai dan disaat mereka mengamalkannya mereka akan memberi sebuah contoh yang terbaik pula kepada generasi yang ada di bawahnya.
       Keesokan harinya Joni mulai membuka mata secara perlahan-lahan dan matanya langsung tertuju jam yang ada di depanya. Dia tersentak kaget, ternyata sudah jam 7 lebih padahal dia sudah ada janji dengan Tiara untuk mengantarkannya ke bandara. Joni merasa sedikit bingung apakah dia masih bisa ketemu dengan Tiara atau tidak. Joni pun, langsung bergegas bersiap-siap dan menuju ke rumah Radit. Sampailah Joni pada kediaman Radit. “Ada apa Jon, kok ngos-ngosan” ucap Radit. “Di mana Tiara, dia sudah berangkat ke bandara belum dit” jawab Joni.
Radit: baru saja Tiara pergi ke bandara Jon…gimana ayo aku temani kamu nyusul Tiara ..
Joni: ok! ya sudah kita berangkat sekarang (sedikit panik)

       Lalu mereka cepat-cepat menyusul Tiara ke bandara dengan mengendarai sepeda motor. “Mudah-mudahan aku nggak terlambat Dit” kata Joni. “Semoga juga begitu men” jawab Radit.
       Selang beberapa waktu, mereka sampai ke bandara dan mereka berusaha mencari Tiara namun mereka terlambat pesawat yang ditumpangi Tiara sudah berangkat sekitar 5 menit yang lalu. Wajah Joni sangat menyesal dan Radit berusaha menenangkannya. “aku payah Dit, padahal aku sudah janji dengan Tiara untuk mengantarkannya ke bandara” terlihat sangat sedih.
Radit: sudahlah Jon, nggak perlu terlalu disesali yang penting kamu sudah berusaha untuk menepati janjimu (memandang Joni)
Joni: iya dit…pasti Tiara kecewa denganku (tertunduk lesu)
Radit: kata siapa Tiara kecewa (tersenyum)
Joni: kamu kok bisa bilang begitu (sedikit berpikir)
Radit: ini ada surat dari Tiara untukmu (mengeluarkan surat dari saku celananya)

       Joni pun duduk disekitar bandara dan mulai membuka isi surat itu dengan perasaan yang deg-degan. Isi surat Tiara.
       Aku tak tahu harus berkata apa saja untukmu, dengan aku menulis surat ini agar aku bisa menyampaikan sebagian isi hatiku. Terima kasih kamu selalu ada untukku disaat aku sedang terpaku dengan kesedihan, memberi kesan yang terindah selama aku berada di Joga dan kamu mengajariku banyak hal tentang sebuah kehidupan. Aku merasa sangat bahagia saat bersamamu kamu telah melukis cinta dalam hatiku. Dan aku baru pertama kali bertemu dengan seorang laki-laki yang baik seperti kamu. Walau ini teramat singkat tetapi kamu telah bisa menaklukan isi hati, jiwa dan pikiranku. Pasti aku akan selalu merindukanmu. Aku berharap kamu bisa menjaga perasaanku ketika aku jauh di sana. Aku selalu memikirkanmu karena itu yang dapat aku lakukan ketika aku tidak ada disampingmu. Dan tak dapat dipungkiri aku memang telah jatuh cinta kepadamu, rasa nyaman yang aku rasakan ketika aku bersamamu. Tolong jaga cinta kita berdua yang akan menjadi masa depan kita berdua. Kamu baik-baik di sana ya…karena aku akan mendo’akan yang terbaik untukmu. Mungkin, hanya ini yang bisa aku katakan…Tiara cinta Joni……
       Joni merasa sangat bahagia dan lega bahwa dia telah menemukan seorang bidadari yang bisa dia harapkan. Dia akan selalu menjaga cintanya, berusaha menepati janji yang terucap dan selalu setia dengan Tiara. Perasaan yang istimewa selalu menyelimuti Joni yang mampu membangkitkan semangat hidupnya. Tuhan lah yang memberi kebahagiaan untuk hamba-Nya, semua sudah terencana dengan baik. Tiara dan Joni bisa dipertemukan dengan kondisi yang sebetulnya tidak mungkin. Berkat kuasa Tuhan mereka mampu menjalani sebuah hubungan yang istimewa. Di dunia ini tak ada yang tidak mungkin, begitu dengan cinta sebuah perasaan yang misteri yang harus kita dapatkan untuk seorang yang tepat. Cinta itu adalah sumber kekuatan yang mampu menggerakan kita melakukan sebuah hal yang tak mungkin sekalipun. Cinta adalah anugrah yang harus kita jaga kesuciaannya jangan sampai ternoda dengan hal-hal yang dapat merugikan kita dan menerpurukan kita.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s