Cinta Baru Part 1

Segmen 14
Cinta Baru part I

       “Berapa pak” kata cewek itu. “50 ribu neng” jawab supir taxi. Cewek itu pun menuju ke sebuah rumah yang cukup mewah, setelah lama mengetuk pintu tak ada orang pun yang membukakan pintu dengan terpaksa cewek itu duduk di kursi yang ada di teras rumah itu sambil menunggu sang pemilik rumah datang. Dia menunggu sudah hampir 30 menit, tiba-tiba ada seorang cowok  yang datang dan menghampirinya “Tiara kok nggak bilang kamu mau ke sini” ucap cowok itu. Ternyata cewek itu adalah sepupu Radit yang dari Jakarta sedangkan cowok yang menghampirinya adalah Radit. Tiara adalah sepupu Radit anak dari adik ibunya Radit, dia kuliah di Universitas Indonesia seperti biasa Tiara menyempatkan diri untuk main ke Jogja pada saat liburan kuliah. “Wah gimana kabarnya Tiara” kata Radit.
Tiara: kabarku, baik kok Dit? dari mana saja kamu? (tersenyum)
Radit: ini barusan dari rumah temen…kamu ke sini nggak bilang-bilang…sudah lama nunggunya (membuka pintu)
Tiara: wah,, ya lumayan sekitar 30 menit,,,ya nggak apa-apa biar surprise (tersenyum)
Radit: ya sudah ayo masuk…(mempersilahkan masuk)
Tiara: btw mama kamu ke mana Dit (memandang isi rumah)
Radit: oh..mama biasa jam segini masih di kantor…ya sudah kalau kamu mau istirahat, pasti kamu capek (sambil menunjukan sebuah kamar)
Tiara: iya Dit…oh iya, aku bawain film bagus untuk kamu dari Jakarta…ini DVDnya..ya sudah aku mau tidur dulu (tersenyum dan memberikan DVD ke Radit)

      Radit pun langsung menonton DVD dari Tiara tersebut, suasana yang sepi di rumah Radit, dia hanya di temani oleh makanan kecil dan minuman saat nonton film itu. Tak lama kemudian ibu Radit pulang dan berkata “Radit kamu sudah makan belum”. “mamah sudah pulang, ya belum mah Radit belum laper soalnya, oh iya mah..Tiara ke sini” jawab Radit sambil nonton film.
Ibu Radit: oh..di mana Tiara sekarang?
Radit: Tiara sedang istirahat di kamar kok mah (makan makanan kecil)
Ibu Radit: kapan Tiara ke sini (melepas sepatu)
Radit: tadi siang kok mah (tersenyum)
Ibu Radit: ya sudah kamu jangan lupa makan,,,nanti kalau Tiara bangun di suruh makan ya Dit (memandang Radit)
Radit: iya mah…..

       Dua jam telah berlalu Tiara bangun dari tidurnya, dan menghampiri Radit di ruang depan.
Tiara: gimana filmnya Dit…bagus kan? (mata yang sayu-sayu)
Radit: kamu sudah bangun…iya filmnya bagus banget…ini baru saja selesai aku tonton (tersenyum)
Tiara: oh iya Radit…nanti malam temani aku jalan-jalan yuk…biasa mau lihat indahnya kota Jogja pada malam hari (tersenyum)
Radit: wah…pokoknya beres dech…nanti aku antar ke tempat-tempat yang bagus (mematikan DVD)
Tiara: ok! ya sudah aku mau mandi dulu….
Radit: oh iya…kalau kamu mau makan..makan saja..lauknya ada di meja makan (memandang Tiara)
Tiara: iya dit..(mengeluarkan handuk dan pakaian dari dalam tasnya)

       Waktu menunjukan pukul 19.30 wib mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan di sekitar Jogja. Sebelumnya, Radit adalah anak satu-satunya dari keluarga itu. Ayah Radit sudah bercerai dengan ibu Radit sekitar dua tahun yang lalu, meski orang tua mereka sudah bercerai tetapi hubungan Radit dan ayahnya tetap baik setiap sebulan sekali terkadang ayah Radit mengunjungi Radit dan ibunya. Radit tak pernah menyalahkan kedua orang tuanya yang terpenting bagi Radit kedua orang tuanya masih tetap menyayangi dan memperhatikannya. Sebelum keluar Radit dan Tiara minta izin dulu sama ibu Radit supaya ibu Radit tidak cemas memikirkannya karena kota Jogja belum terlalu aman buat mereka yang masih tergolong labil. Mereka dengan hati yang senang jalan-jalan di sekitar kota Jogja dan menikmatinya, canda dan tawa pun terselip di raut wajah mereka lalu, sampailah mereka di alun-alun kota Jogja. “indah kan kota Jogja” ujar Radit sambil tersenyum.
Tiara: iya dit…kotanya ramai dan budayanya masih melekat di kota ini (melihat sekitar alun-alun)
Radit: di kota Jogja ini acara wayang juga masih banyak dijumpai beda dengan di kota Jakarta (memandang ke langit)
Tiara: memang beda bangat Dit…di Jakarta sering banjir apalagi kalau berbicara soalnya kebudayaan yang ada budaya modern seperti konser band-band gto..budaya-budaya dahulu sudah sedikit luntur (memandang Radit)
Radit: namanya saja ibu kota dan kota metropolis (tersenyum) btw kamu sudah punya cowok belum di sana (nada bercanda)
Tiara: (terdiam sejenak) dulu punya..tapi sekarang sudah nggak…
Radit: lha kenapa kok udahan? (sedikit serius)
Tiara: cowokku selingkuh kok Dit..padahal aku nggak punya salah apa-apa dan aku berusaha memberikan yang terbaik (teringat kenangan)
Radit: masak cewek secantik kamu diselingkuhin…ya sudah sabar saja…bararti itu cowok nggak pernah bersyukur….
Tiara: tetapi terkadang aku masih menangisi dia…di saat tengah malam yang sunyi…biasa teringat kenangan (bersedih)
Radit: aku tahu yang kamu rasain….pasti kamu cinta banget sama dia….tetapi, masih banyak lagi cowok yang bisa menghargai air mata kamu (memandang Tiara dengan belas kasihan)
Tiara: (terdiam sambil melihat suasana alun-alun yang ramai)
Radit: ya setiap apa yang kita jalani dan ambil pasti mengandung sebuah akibat dan siap nggak siap kita harus bisa menerimanya Tiara
Tiara: iya Dit…aku memang cewek yang bodoh…yang bisa-bisanya mencintai dia (bersedih)
Radit: ya sudah jangan menyalahkan diri sendiri….nggak ada gunanya,,itu menandakan kalau dia bukan cowok yang kamu butuhkan di dunia ini (memandang Tiara) …ketika kita masih ke tahap pacaran …jangan sampai kita memberikan cinta 100% dan kita bisa mencintai sepenuh hati dengan suami atau istri kita nantinya…paling tidak kamu bisa memetik sebuah pengalaman yang berharga dari kejadian itu (tersenyum)
Tiara: iya Dit…makasih atas sarannya..kamu memang saudaraku yang baik hati (sedikit senang)
Radit: ya sama-sama…oh iya kebetulan aku punya sahabat yang namanya Joni…dia anaknya cakep, baik dan belum pernah pacaran (bercanda)
Tiara: maksud kamu..kamu mau ngenalin dia ke aku (serius)
Radit: kurang lebih ya begitu (tersenyum) hanya sebuah cinta yang baru yang dapat menyembuhkan lukamu…dan aku pengen sepupuku yang cantik ini tidak sedih lagi (mengusap kepala Tiara)
Tiara: aku cuma bisa pasrah saja Dit…semoga aku bisa ketemu dengan orang yang tepat (mulai tersenyum)
Radit: pasrah bukan berarti berdiam diri Tiara…aku berani dan yakin ngenalin dia ke kamu karena aku percaya sama dia,,kalau dia bisa membuatmu bahagia…(penuh keyakinan) dan aku nggak mau melihat kamu nangis lagi…oke!
Tiara: (tersenyum) makasih ya Dit…
Radit: ya sudah..besok aku kenalin Joni ke kamu..sekalian kita bertiga pergi ke pantai Parangtritis (tersenyum)
Tiara: okeh dech….ya sudah kita pulang yuk Dit….biar ibu kamu nggak kuatir…
Radit: ok! sekalian aku meh nonton DVD lagi (tersenyum)
Tiara: (tertawa) jangan-jangan kamu jatuh cinta lagi sama pemainnya..
Radit: kamu ada-ada saja…ayo kita pulang (menggandeng tangan Tiara)

       Di tengah malam yang sunyi, suasana kamar  yang gelap Radit tidur dengan pulas. Tidurnya Radit yang pulas dikarenakan Radit sedang bermimpi dalam cerita DVD yang dia tonton, ceritanya tentang perang yang melibatkan sebuah cinta antara seorang prajurit dengan putri seorang raja. Dalam mimpinya Radit menjadi prajurit yang sedang berperang melawan pemberontak, dikala itu dia menang melawan pemberontak itu dan seorang putri raja menghampirinya dan berkata “pangeranku” dan prajurit alias Radit pun menjawab “Tuan putri
Tuan putri: pangeran tak apa-apa (sambil memeluk)
Prajurit: aku tak apa-apa tuan putri, jangan kuatirkan aku (memandang dengan mesra)
Tuan putri: aku sungguh tak bisa membayangkan apabila terjadi sesuatu dengan pangeran (sangat cemas)
Prajurit: andaipun aku gugur di medan perang itu sudah menjadi resikoku,,karena aku seorang prajurit tuan putri..dan aku harus berani mati…

       Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan tuan putri, akhirnya prajurit itu memutuskan untuk pulang ke rumahnya, jarak rumahnya cukup jauh dari kerajaan di mana dia mengabdi sebagai prajurit. Prajurit itu, harus menyeberangi sebuah jembatan untuk sampai di rumahnya. Di luar kehendak, ternyata jembatanya putus dan prajurit itu jatuh ke sungai. Sebelumnya, karena Radit tak bisa berenang terpaksa dech prajurit di dalam mimpinya juga tak bisa berenang dengan nafas yang terengah-engah Radit terbangun dari mimpinya kerena terjatuh dari tempat tidurnya. Gubrak!! Suara Radit jatuh dari tempat tidurnya. “waduh ternyata aku mimpi tow” berkata dalam hatinya. Seandainya kalau aku bisa berenang pasti aku bisa melanjutkan mimpiku nich” kata Radit. Di saat itu waktu menunjukan pukul setengah 5 pagi, karena sudah subuh Radit pun bergegas sholat subuh. Dan pagi harinya Radit bercerita dengan ibunya dan ibunya tertawa mendengar cerita Radit. “makanya kalau nonton film jangan serius-serius amat” kata ibu sambil tertawa. “Namanya ceritanya saja mendramatisir mah” ucap Radit sambil tersenyum. “ Ya sudah mama mau mandi dulu mau berangkat kerja” sambil menahan tawa. “mamah, mamah anaknya jatuh dari tadi diketawain mulu”. Dan tiba-tiba Tiara menghampiri mereka berdua “ada apa ini tante kok  pada ketawa” sambil tersenyum. “Ini lho, sepupu kamu lucu gara-gara nonton film sampai dibawa ke mimpi. “Taw nggak tante, Radit saja nonton filmnya diulang-ulang terus gimana nggak kebawa sampai mimpi” sambil tertawa. “Mamah dan Tiara kompak bener ngetawain Radit” kata Radit sambil agak cemberut. “ih, Radit cemberut nanti “gantengnya” hilang lho” kata Tiara.
Radit: kamu bisa saja (sedikit tersenyum)
Tiara: oh iya dit, indomaret terdekat ada dimana?
Radit: kamu mau beli apa emangnya Tiara (tersenyum)
Tiara: beli pembalut (sedikit malu)
Radit: ya di situ..(menerangkan tempat indomaret terdekat) ya sudah kamu kalau mau beli pakai motorku saja..ambil saja di garasi..
Tiara: ok! dech…

      Beberapa menit kemudian Tiara sampai di indomaret terdekat, dia membeli pembalut yang dia butuhkan. Di samping Tiara juga ada cowok yang sedang membeli sesuatu. Saat pembayaran di kasir Tiara panik merogoh-rogoh sakunya ternyata Tiara lupa membawa dompet gara-gara tadi terburu-buru. “bentar ya mbak” ucap Tiara kepada penjaga kasir. Sang cowok pun berkata “kenapa mbak, lupa bawa uang ya” sambil tersenyum. Dengan sangat malu dangan pipi yang berwarna merah “iya mas”.
Sang cowok: ya sudah ini kebetulan aku ada sisa uang membeli makanan (memberi uang kepada Tiara)
Tiara: makasih mas…tapi, nanti aku kembalikan (sambil menyerahkan uang ke kasir)
Sang cowok: halah nggak apa-apa lagi mbak..tenang saja (terpesona)
Tiara: ya sudah mas…maaf kalau ngrepotin..aku jadi nggak enak sama mas (tersipu malu)
Sang cowok: iya sama-sama…aku duluan ya mbak… soalnya aku buru-buru mau ke rumah temenku..(tersenyum dan bersalaman dengan Tiara)
Tiara: iya ..hati-hati ya mas (wajah yang ceria)
       Di tengah perjalanan pulang ke rumah Tiara sangat bahagia karena berkat sang cowok tadi dia bisa membayar harga pembalutnya. Sesampai di rumah melalui samping rumah, tiba-tiba Radit memanggil Tiara “Tiara ke sini dulu” ucap Radit. Akhirnya Tiara menuju teras rumah Radit, alangkah terkejutnya dan bahagia. “ini lho sahabatku yang namanya Joni” kata Radit.
Joni: bukannya mbak yang di indomaret tadi (bersalaman dengan Tiara)
Radit: oh,,kalian sudah saling kenal (tersenyum)
Tiara: bukan begitu Dit..kebetulan mas ini yang tadi nolong aku gara-gara aku lupa bawa dompet (tersenyum)
Radit: oh,,,ini sepupuku Jon namanya Tiara (memandang Joni)
Radit: ya sudah temani Joni bentar Tiara…aku mau matikan laptop dulu (memandang mereka berdua dengan tersenyum)
Tiara: iya (sedikit gugup)
Joni: oh mbaknya saudaranya Radit yang dari Jakarta (tersenyum)
Tiara: kok tahu mas….(sedikit heran)
Joni: iya aku tahu,,Radit kan dulu pernah cerita kalau dia punya sepupu di Jakarta begitu (memandang Tiara)
Tiara: oh…masnya juga satu jurusan dengan Radit (tersenyum)
Joni: iya mbak…

       Tiba-tiba Radit datang dan menyela pembicaraan mereka.
Radit: wah….lama-lama tambah akrab dan lancar kalau kayak begini (nada bercanda)
Joni: ahh kamu bisa saja Dit..(tersenyum)
Tiara: ya sudah..aku mau mandi dulu Dit..(menepuk bahu Radit)
Tiara: tinggal dulu ya mas..(tersenyum)

       Ketika Tiara sedang mandi, Radit dan Joni ngobrol-ngobrol dan tak lupa juga membicarakan Tiara disela-sela perbincangan mereka. Dan akhirnya, mereka bertiga pergi ke pantai parangtritis yang agak jauh dari rumah Radit. Antara Joni dan Tiara pun semakin akrab, dan mulai membuka diri.
       Dari pertemuan antara Joni dengan Tiara di indomaret, nampaknya mereka sudah membuka hati melalui pandangan yang pertama. Paling tidak dengan adanya Joni luka Tiara sedikit terobati dan Joni menemukan cinta pertamanya. Mungkin, itulah yang dinamakan misteri cinta, tidak tahu kapan cinta itu bisa muncul dan terkadang sesuatu yang tidak kita duga adalah cinta sejati kita. Cinta tidak lepas dari sebuah kenyamanan yang akan melahirkan suatu “kesetiaan”. Putus cinta janganlah putus asa atau terlalu terlarut dalam kesedihan, pasti Tuhan akan menggantinya yang jauh lebih baik. Berpikirlah positif tentang takdir Tuhan, setiap umat-Nya pasti akan diberi sebuah kehidupan yang terbaik.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s