Engkau Membuatku Hidup

Segmen 12
“Engkau Membuatku Hidup

       Udara terasa segar, Kelvin menikmati embun pagi sebelum cahaya. Kelvin duduk termenung di sebuah taman belakang rumahnya. Ternyata Kelvin sedang menanti momen-momen yang begitu “istimewa” yaitu saat ulang tahun Kirana dan berharap bisa merayakannya berdua bersama Kirana separuh hatinya. Ditemani bunga-bunga yang indah di sekelilingnya Kelvin memetik sebuah bunga melati dan bunga mawar. “Kedua bunga ini memiliki sebuah ciri khas tersendiri, bunga mawar indah dengan warnanya yang merah semerbak sedangkan bunga melati harum baunya apabila bunga ini digabungkan pasti diibaratkan akan menghasilkan seorang wanita yang istimewa, bunga mawar yang memiliki warna indah dan berduri menandakan seorang wanita yang susah untuk didapatkan dan hanya seorang cowok yang mempunyai cinta tulus yang dapat memetiknya atau mendapatkannya sedangkan untuk bunga melati yang putih dan harum bagaikan seorang wanita yang berhati baik, lembut dan penyayang” kata Kelvin dalam hatinya. Dari kejauhan ada suara ibu-ibu yang memanggil Kelvin itu adalah ibu Kelvin yang bernama ibu Sari, ibunya menyuruh Kelvin untuk membelikan makanan untuk sarapan pagi dan bergegaslah Kelvin menghampiri suara itu. “Iya ada apa mah” kata Kelvin.
Bu Sari: tolong Vin, belikan makanan untuk sarapan, ini uangnya (memberikan uanganya kepada Kelvin)
Kelvin: iya mah..mau sarapan apa?
Bu Sari: beli nasi gudeg sama soto saja (tersenyum)
Kelvin: ya sudah mah..Kelvin mau ambil sepeda motor dulu di garasi (berjalan menuju garasi)
Bu Sari: (tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah)

      Di depan rumah ada Pak Parman supir pribadi keluarga Kelvin yang sedang membersihkan mobil. Lalu Kelvin menyapanya “wah Pak, pagi-pagi sudah bersihin mobil”.
Pak Parman: iya den..nanti jam 10 mobilnya mau di pakai bapak (sambil mencuci mobil)
Kelvin: emangnya mau pergi ke mana pak ? (penasaran)
Pak Parman: katanya bapak sih…ada urusan penting..den Kelvin mau kemana?
Kelvin: oh…ini pak mau beli sarapan..ya sudah duluan pak (tersenyum)
Pak Parman: mari den Kelvin (tersenyum sambil mengusap keringat)

       Pagi-pagi yang cerah ini kebetulan Vino dan Clara sedang lari-lari pagi untuk menjaga kesehatan badan. Kemudian mereka berhenti sejenak.
Vino: capek banget ya sayang (mengusap keringat)
Clara: iya Vin..kita sudah jalan-jalan sejauh 2 km (tersenyum)
Vino: kok tahu..emangnya tadi kamu jalan sambil ngukur (bercanda)
Clara: iya nggak lah..kan teori kira-kira (tertawa)
Vino: ini sayang minumnya (memberikan kepada Clara)
Clara: makasih Vin…duduk di taman itu yuk Vin, ramai banget di sana (selesai minum)
Vino: ayo…kebetulan di sana ada yang jualan makanan, kita kan belum sarapan (mengelap keringat Clara)

       Suara-suara orang yang beraktivitas menambah keindahan di pagi hari saat itu, banyak orang yang jualan di sana mulai dari bubur kacang hijau, lontong sate, bubur ayam, soto dan lain-lainya. Mereka memutuskan untuk sarapan bubur ayam dengan penuh keceriaan dan canda tawa dan duduk di tikar sebelah penjual bubur ayam.
       Di tengah perjalanan untuk membeli sarapan, Kelvin terhentak kaget dari arah samping sebuah motor dengan laju sangat kencang tiba-tiba muncul dari gang dan Kelvin terlambat untuk meresponnya. “brrraaakkkk” suara tabrakan, motor Kelvin bertabrakan dengan sepeda motor itu. Beberapa saat kemudian tempat kejadian itu langsung ramai, berbondong-bondong orang untuk menolongnya. Tempat itu tidak jauh dari taman  Vino dan Clara jalan-jalan. Beberapa warga meneriakan “kecelakaan” dengan nada yang cukup keras.
Vino: siapa yang kecelakaan pak (panik)
Warga: itu ada anak remaja kecelakaan katanya kepalanya berdarah dan pingsan (menuju tempat kecelakaan)
Vino: ya sudah pak..aku ikut ke sana (terburu-buru)
Vino: sayang…di sini dulu ya…aku mau lihat siapa yang kecelakaan..
Clara: iya Vin..hati-hati jangan lama-lama (wajah yang ketakutan)

       Tibalah Vino di tempat kejadian itu. “Kelvin” teriak Vino.
Warga: kamu kenal nak dengan orang ini (memandang ke arah Vino)
Vino: iya pak yang remaja ini teman kuliah saya….ya sudah pak langsung dibawa ke rumah sakit terdekat saja (panik)

       Vino dan Clara menuju ke rumah sakit, karena sebelumnya Vino sudah cerita sama Clara bahwa yang kecelakaan adalah Kelvin. Dengan wajah yang kuatir, panik dan takut, Vino dan Clara menunggu di rumah sakit untuk mendapatkan informasi dari dokter apakah luka Kelvin parah atau tidak. Beberapa jam kemudian dokter memberitahu mereka kalau lukanya cukup parah dan harus mendapatkan perawatan yang instensif. Dan Kelvin pun belum sadar juga setelah beberapa menit. Mereka memutuskan untuk menghubungi keluarga Kelvin dan para sahabat Kelvin. Akhirnya mereka semua berkumpul di rumah sakit itu dari pihak keluarga Kelvin dan para sahabatnya yaitu Joni, Faisal dan Radit. Sambil menunggu Kelvin sadar mereka terus berdo’a dalam hatinya semoga Kelvin tidak apa-apa dan baik-baik saja. Beberapa saat kemudian Kelvin mulai tersadarkan diri dan pihak yang pertama masuk adalah keluarganya sedangkan para sahabatnya masih menunggu di luar.
       “kita semua harus tenang ya…Kelvin pasti baik-baik saja” kata Vino.
Joni: iya Vin…kita semua juga berharap begitu (memandang Vino)
       Tiba-tiba Bu Sari memanggil Vino, “nak Vino ke sini masuk sebentar Kelvin mau bicara sama kamu”.
Vino: iya bu (bergegas Vino menuju ruang di mana Kelvin dirawat)
Vino: iya Vin..kamu baik-baik saja kan (menatap mata Kelvin)
Kelvin: aku nggak tahu Vin..kepalaku sakit banget (setengah sadar)
Vino: kamu harus bisa bertahan Vin…masih banyak hal yang harus kamu lakukan, kamu jangan menyerah kayak begini,,,kita semua kan selalu berdo’a untuk kesembuhanmu (bersedih)
Kelvin: makasih sob… (menahan rasa sakit dikepala) tolong..kamu jangan beritahu Kirana dulu,,,aku nggak mau dia kuatir..
Vino: iya Vin…kamu mau kan selalu bersama Kirana terus..maka dari itu, kamu harus bisa bertahan dan berjuang…bukannya besok ultah Kirana momen bahagia yang kamu nanti selama ini..
Kelvin: (tersenyum lemah)
Vino: kita semua akan selalu mendukungmu…dan kita semua yakin kamu bisa bertahan dan bisa keluar dari cobaan ini..masih banyak cita-cita yang belum kita capai..kamu jangan nyerah ya Vin…(nada yang lirih)
Kelvin: (mata yang sedikit redup) pasti aku kan berusaha, berjuang…sebetulnya aku ingin merayakan ultah bersama dia…tapi, aku nggak sanggup dengan kondisi seperti ini…sekarang yang bisa aku lakuin adalah meminta tolong ke kamu Vin…tolong kasihkan cincin ini dan sebuah kertas harapan ke dia..kamu bisa ambil cincinya di rumahku nanti..kamu bisa minta tolong kepada Pak Parman (meneteskan air mata)
Vino: baik Vin..aku pasti bakal menyampaikannya (memegang tangan Kelvin)

       Waktu terus berjalan, dan sampailah pada titik puncaknya. Vino akhirnya ke kosnya Kirana untuk memberikan sebuah cincin dan kertas harapan untuknya tepat pada ultahnya. Dengan kondisi yang terpaksa Vino menceritakan semuanya kepada Kirana. Dan Kirana sempat meneteskan air mata. Kirana semakin yakin Kelvin seorang laki-laki yang dia cari, bagaimana tidak dengan kondisi yang kritis Kelvin masih sempat memikirkan orang yang dicintainya padahal dirinya tidak tahu apakah dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini atau tidak. Akhirnya dengan kuasa Illahi, Kelvin masih bisa tertolong dan Kelvin bersyukur masih bisa hidup dengan para sahabatnya dan orang yang dicintainya.
      Itulah arti dari sebuah persahabatan dan cinta, perlu kita tahu semangat kita setengahnya berasal dari orang-orang yang kita anggap penting. Tanpa, orang-orang itu, mustahil kita bisa memiliki kehidupan yang lebih baik, hanya cinta kasih yang mampu menghangatkan dunia ini dan meredam emosi. Maka dari itu, berikankalah yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai dan niscaya kita akan berharga dimata mereka. Tujuan kita hidup sebenarnya memperbaiki kehidupan kita dan orang lain ke arah yang lebih baik, hanya itu. Masalah kekayaan dan kehormatan adalah sebuah alat untuk mencapai tujuan itu.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s