Sebuah Harapan

Sebuah Harapan”

       Suara-suara burung merpati di saat itu menambah keramain di Yogyakarta ditambah aktivitas-aktivitas orang yang sedang berjualan, bekerja, pulang sekolah dan polisi-polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Panasnya siang ini tidak menghambat aktivitas mereka dan mereka tetap bersemangat menjalani aktivitas masing-masing. Di sela-sela kota nampak Kelvin dan kekasihnya sedang berjalan-jalan di sekitar Malioboro. Sebelumnya, kekasih Kelvin bernama Kirana. Kirana adalah gadis manis dan baik hati, mereka sudah menjalani hubungannya sekitar 3 bulan yang lalu di kala Kelvin sedang daftar kuliah dan bertemu dengan Kirana di kampus UGM tetapi, Kirana dan Kelvin beda fakultas. Mereka nampaknya sedang minum es krim di sekitar Malioboro. Kemudian, Kelvin bertanya kepada Kirana “oh iya Kirana, cuaca hari ini panas benar ya, tidak seperti biasanya”.
Kirana: iya ini Vin itu lihat es krimnya cepat banget mencair (bercanda)
Kelvin: ahh kamu bisa saja (tersenyum) btw bagaimana kondisi kota Jogja kan kamu sendiri dari Semarang.
Kirana: menurutku ya Vin, kota Jogja sangat nyaman dan budayanya masih sangat kental di kota ini. Berbeda dengan Semarang kota semi-metropolis banyak terdapat mall-mall dan gedung-gedung dan nggak enaknya di kota Semarang kalau hujan lebat pasti banjir terutama di kawasan simpang lima Semarang (tersenyum)
Kelvin: oh begitu, kota Jogja kan adalah kota pelajar jadi, banyak orang-orang yang dari luar sana menuntut ilmu di kota ini seperti, kamu sayang (mengusap kepala Kirana)
Kirana: (tersenyum) btw kamu pernah main ke Semarang Vin?
Kelvin: hmmm,, belum pernah sepertinya tapi kalau hanya lewat pasti pernah (tersenyum) ya nanti aku kapan-kapan diajak main ke kota Semarang dong waktu liburan nanti atau kapan, sekalian aku ingin tahu rumah kamu (memegang tangan Kirana)
Kirana: ok! siip dah pokoknya (membuang bungkus es krim)
Kelvin: ok! makasih, kamu lapar nggak sayang (memandang Kirana)
Kirana: aku Vin hmm,, aku lapar mau cari makan di mana?
Kelvin: kamu kan kalau di Semarang pasti makan yang sedikit mewah seperti, pas jalan-jalan di mall makan pizza atau apalah tapi kalau di sini aku pengen kamu makan gudeg (tertawa)
Kirana: oh gudeg, boleh juga tuh dan aku juga belum pernah ngrasain gudeg yang dari Jogja (tersenyum)
Kelvin: oh begitu, makanya aku suruh nyobain ayo kita ke warung itu sayang. Di sana gudegnya mantap (menarik tangan Kirana)
Kirana: ayo! (tersenyum)

       Bebarapa menit kemudian, mereka sampai pada warung itu dan mereka sedang asyik menikmati gudeg pesanannya. Setelah mereka makan, tiba-tiba Kirana ngajak Kelvin pulang dan Kirana berkata “sayangku pulang yuk aku ngantuk (mata yang sayu-sayu)
Kelvin: oh sayang ngantuk, ya sudah aku antar kamu ke kos (memandang Kirana)
       Di tengah perjalanan pulang tiba-tiba Kelvin bertemu dengan Vino. Saat itu Vino sedang makan di warung dekat Malioboro juga dan beberapa saat Vino keluar dari warung itu hanya ingin mengecek motornya yang di parkir di depan warung. Tanpa Vino sadari, Kelvin memanggil Vino “Vin!”
Vino: eh kamu sob (melihat ke arah panggilan itu)
Kelvin: oh iya Vin, kenalin ini kekasihku namanya Kirana.
Vino: Vino (bersalaman dengan Kirana)
Kelvin: kamu nggak sama Clara Vin.
Vino: nggak,, Clara sedang bantuin ibunya di warung. Btw kamu mau ke mana Vin?
Kelvin: ini mau nganter kirana kembali ke kosnya.
Vino: oh ya sudah silahkan (tersenyum)
Kelvin: oh iya Vin, sebelumnya kamu di sini dulu aku pengen bicara sesuatu sama kamu.
Vino: ya deh sob aku tunggu.
Kirana: ya sudah mas…duluan (bicara dengan Vino)
Vino: oh ya mbak..hati-hati (tersenyum)
Kelvin: mari sob..tunggu sebentar ya..(tersenyum)
Vino: ok! (tersenyum)

       Selang beberapa waktu kemudian, Kelvin menghampiri Vino di warung tadi.
Kelvin: ayo sop..kita ke alun-alun saja..nggak enak ngobrol di sini,,takut mengganggu pengunjung (nada yang pelan)
Vino: ok! ayo…
Vino: ya sudah mari bu (berbicara dengan penjual)
Penjual: iya silahkan (tersenyum)

       Akhirnya, mereka sampai di alun-alun Jogja dengan suasana menjelang sore mereka duduk di sana.
Vino: mau bicara apa Vin…?
Kelvin: biasa…ini tentang Kirana, kamu kan pakarnya memberi solusi tentang cinta (bercanda)
Vino: ahh kamu bisa saja..kamu ada masalah dengan Kirana (memandang alun-alun)
Kelvin: oh nggak kok Vin…jadi begini seminggu lagi kan Kirana ultah, aku bingung mau ngasih kado apa (garuk-garuk kepala)
Vino: (tertawa) oh masalah itu… Kirain apaan,, kalau saranku..kamu lebih baik kado dia dengan sesuatu yang belum dia punya?
Kelvin: hmm apa ya? (bingung)
Vino: kira-kira yang tepat dan cocok untuk dia apa..kan kamu kekasihnya jadi kamu yang lebih tahu (tersenyum)
Kelvin: oh iya..aku baru ingat minggu yang lalu ketika aku dan Kirana sedang jalan-jalan ke mall…Kirana seperti melihat sesuatu,, seperti sebuah cincin..terus aku tanya “kamu ingin beli cincin itu” tapi dia menjawab agak gugup “nnggak” begitu sob..
Vino: ya mungkin..dia ingin beli cincin itu tapi, karena harganya mahal dia nggak enak sama kamu..dan mungkin, dia juga nggak punya uang sebanyak itu..
Kelvin: iya mungkin juga sob….tapi aku juga masih ingat bentuk cincin yang dia lihat (memandang ke langit)
Vino: iya bagus dong kalau kamu masih ingat (tersenyum)
Kelvin: aku lihat-lihat kamu semakin bahagia saja dengan Clara (memandang Vino)
Vino: iya Vin,,aku semakin bahagia sama Clara,, alhamdulilah…dia benar-benar perempuan yang aku cari selama ini (membayangkan Clara)
Kelvin: aku rasa juga begitu,,Clara memang perempuan yang terbaik buat kamu (tersenyum)
Vino: oh iya..pasti kamu mempunyai harapan dong sama Kirana..alangkah baiknya harapan kamu itu kamu tulis di sehelai kertas bersama dengan cincin itu pasti terlihat lebih bermakna…
Kelvin: bagus juga ide kamu Vin (senang)
Vino: (tersenyum) kalau aku boleh tahu harapan kamu apa dengan kirana…
Kelvin: harapanku “agar dia bisa selalu mencintaiku sampai kapan pun dan tetap di sampingku meskipun aku punya masa lalu yang pahit yang belum dia tahu semuanya” lagipula aku sudah nyaman bersama dia…jaman sekarang sangat sulit bisa menemukan seseorang yang benar-benar “klik” dengan kita dan mulai sekarang aku akan lebih menghargai hubunganku sendiri…aku juga yakin Kirana perempuan yang aku butuhkan di dunia ini…walau hubunganku masih seumur jagung..aku sudah bisa merasakan kahangatan cintanya dan aku juga berusaha memberi yang terbaik untuknya (terbayang Kirana)
Vino: baguslah Vin..cepat-cepat kamu beli cincin itu..nanti keburu dibeli orang lain…
Kelvin: ya tentu sob..pasti akan aku dapatkan cincin itu (penuh keyakinan)
Vino: kamu jangan lupa Vin…tulis harapanmu untuk dia bersama dengan cincin itu…baginya harapanmu adalah suatu keharusan yang harus dia lakukan untukmu..apalagi kalau yang kamu berikan ke dia..sesuatu yang menurut dia belum kamu ketahui..pasti dia sangat senang dengan kado yang kamu berikan nanti (tersenyum)
Kelvin: ok! makasih sob..kamu memang sahabatku yang terbaik..
Vino: semoga sukses Vin..aku selalu mendukungmu..
Kelvin: ok! ayo kita pulang sekarang sob..matahari sudah mulai tenggelam (lebay)
Vino: ayo!! (tertawa)

       Sahabat adalah orang-orang yang dekat dengan kita dan mengerti kita, sahabat yang baik adalah sahabat yang membawa kita ke dalam hal kebaikan, memberi motivasi dan semangat karena sahabat itu akan terus abadi dalam pikiran kita, andai suatu saat nanti seorang sahabat tidak ada dalam dunia ini lagi. Tanpa sahabat mungkin kita tidak memiliki teman yang istimewa. Dengan kata lain, adanya sahabat membuat hidup kita menjadi “istimewa”.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s