Aku Tidak Lebih Baik

Segmen 11
“Aku Tidak Lebih Baik”

       Di sekitar alun-alun dekat keraton Jogja mereka semua sedang asyik “nongkrong”. Mereka itu adalah Vino, Clara, Kelvin, Kirana, Faisal, Joni dan Radit. Di dalam sebuah kebersamaan terselip canda dan tawa di wajah mereka masing-masing, ditemani bintang dan bulan yang indah menerangi mereka semua dengan kondisi alun-alun yang ramai. Walaupun masing-masing mereka banyak perbedaan sebuah kesamaanlah yang bisa mempererat tali persahabatan dan cinta kasih diantara mereka. Tentunya, mereka saling menghargai dan mengerti. Lalu, Vino bertanya kepada temannya.
Vino: teman-teman kita sudah lama “nongkrong” di sini (memandang teman-temannya)
Joni: iya Vin, habis ini kita ke mana lagi..
Vino: bagaimana kalau kita ke rumah Faisal..
Radit: boleh juga itu Vin,, gimana teman-teman..
Kelvin: yapz…aku setuju,, kalian semua setuju kan..
Clara: aku sih,,terserah kalian saja….iya kan kirana..
Kirana: iya benar kata Clara…
Faisal: ok! ya sudah ayo ke rumahku sekarang….

       Akhirnya mereka memutuskan untuk main ke rumah Faisal setelah lama di alun-alun. Rumah Faisal tidak jauh dari tempat ini kira-kira 5 km dan selang beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Faisal. Bicara tentang Faisal, dia termasuk anak orang yang cukup kaya kedua orang tuanya bekerja sebagai PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Faisal memiliki adik laki-laki dan perempuan, adik laki-lakinya bernama Reza dan adik perempuannya bernama Putri.
       Dengan perlahan Faisal membuka pintu gerbangnya. “Ayo teman-teman masuk semua” ucap Faisal. Vino berkata “oh iya sebentar, kalian kan belum pada makan, ya sudah aku carikan makan dulu”..
Kelvin: ya terserah kamu saja Vin (tersenyum)
Vino: ok! aku cabut dulu..ayo Clara..(memegang tangan Clara)
Clara: ayo..(tersenyum)
Kelvin: hati-hati Vin…jangan lama-lama..
Faisal: kalian masuk dulu..tunggu sebentar aku buatin minum…
Joni: iya Sal..oh iya Sal aku pinjam laptop kamu dong, biasa aku ingin main game (tersenyum)
Faisal: ok!….(sambil masuk ke dalam rumah)

       Mereka semua duduk di teras rumah Faisal, menunggu Faisal buatin minum dan mengambilkan laptop untuk Joni. Mereka saling mengobrol, ketika Faisal hendak ke kamarnya terdengar suara ibunya sedang berbicara dengan adiknya yang bernama Reza di kamar sebelah. “mah..Reza tadi di sekolah dapat nilai seratus kata Reza.
Ibu: wah,, anak mama memang pintar, tapi buat sendiri atau nyontek temennya (tersenyum)
Reza: buat sendiri dong mah..kemarin kan adik belajar (tersenyum)
Ibu: mana coba mama pengen lihat (melihat nilai ulangan Reza) oh iya..adik dapat nilai seratus mata pelajaran matematika lagi (mencium pipi Reza)
Reza: adik hebat dong mah..(tertawa)
Ibu: iya ..anak mama memang paling jago..(mengusap kepala Reza)
Reza: sama kak Faisal jago mana mah (melihat ibu dengan serius)
Ibu: iya…hebat Reza ..kan Reza dapat nilai seratus buat sendiri lagi (bercanda)
Reza: makasih ya mah..Reza sayang mamah..
Ibu: mama juga sayang Reza…..

       Faisal pun tersentak kaget, kecewa dan psimis dan dalam hati Faisal berkata “mamah memang lebih sayang Reza dibanding aku karena Reza kan lebih pintar sedangkan aku masuk kuliah UGM saja dengan susah payah dan nilaiku dulu waktu SD kelas 6 tidak lebih bagus dari nilai-nilai ulangan Reza”. Sambil membawa minum untuk teman-temannya Faisal berpas-pasan dengan ibunya “ada teman-teman kak Faisal di luar “ kata ibu. Dengan nada yang sedikit kesal Faisal menjawab “iya” sambil kepala tertunduk.
       Di tempat lain, Vino dan Clara sampai di warung bakso. Mereka segera memesan bakso untuknya dan teman-temannya. Sambil menunggu pesanan bakso mereka sedang asyik bercanda. Dan Vino bercerita lucu dengan Clara.
Vino: oh iya Clara,, ada tebakan buat kamu begini (sedikit tertawa) di sebuah hutan itu ada makhluk penghisap darah dan ketika ada kendaraan bermotor lewat sebelumnya aku mau tanya,, kendaraan motor rodanya ada berapa?
Clara: anak SD juga tahu Vin iya 2 lah (tersenyum)
Vino: cerita aku lanjutkan, di dalam hutan itu pengendara kendaraan motor itu tewas karena dihisap darahnya sampai habis..kemudian mobil lewat,, seperti biasa aku mau tanya sama kamu..mobil rodanya berapa Clara (menahan tawa)
Clara: (tertawa) anak TK juga tahu kali Vin…rodanya ada 4 dong,,,
Vino: pengendara mobil itu juga tewas ketika melintasi hutan itu…tapi, anehnya pengendara bemo malah selamat dan tidak dihisap sedikitpun darahnya,,,hayo kenapa (tersenyum)
Clara: (berpikir sejenak) mungkin bemonya ngebut kali Vin (tertawa)
Vino: (tersenyum) salah…..jawabanya ..karena nyamuk cuma takut dengan 3 roda..bemo kan rodanya ada 3 (tertawa)
Clara: (tertawa) cerita yang lucu Vin…itu iklan obat nyamuk…
Pedagang bakso: ini mas baksonya sudah siap…dari tadi tertawa melulu (tersenyum)
Vino: oh iya maaf pak…cuma bergurau (sedikit malu) berapa pak?
Pedagang bakso: semuanya 50rb… (memberikan bakso kepada Vino)
Vino: ini pak uangnya…(tersenyum)
Pedagang bakso: ya sudah makasih mas..(tersenyum)
Vino: sama-sama pak (tersenyum)
Clara: ayo Vin..
Vino: iya, ayo ke rumah Faisal sekarang…mungkin, mereka sudah lama menunggu (tersenyum)

       Di rumah Faisal, nampak Faisal sedang mengantarkan minuman kepada teman-temanya dan mengambilkan laptop untuk Joni. “Vino belum nyampai juga” kata Faisal.
Radit: paling juga dalam perjalanan..
Kelvin: lha itu Vino datang…(melihat Vino dan Clara)
Vino: ini teman-teman aku belikan bakso untuk kalian (tersenyum)
Joni: Wah Vin..baru diomongin kamu langsung datang panjang umur kamu..(tertawa) iya makasih Vin..
Vino: maaf..tadi memang agak ramai..iya kan Clara..
Clara: belinya saja sampai antri (tersenyum)
Vino: ya sudah…dimakan baksonya nanti keburu dingin guys..
Faisal: bentar teman-teman aku ambilkan piring dan sendok …
Joni: sorry ngrepotin kamu men..
Faisal: tenang saja ..biasanya aku juga ngrepotin kalian (tersenyum)

       Dengan ditemani suara jangkrik mereka asyik menikmati baksonya sambil bercanda. Setelah mereka selesai makan, Vino meminta Faisal untuk mengambilkan sebuah gitar. Vino memang seorang anak yang mempunyai kemampuan secara menyeluruh dari sepak bola, musik, game dan tak ketinggalan bakat bisnis yang dimilikinya. Vino asyik bermain gitar dengan Clara, Joni dengan gamenya, Kelvin dan Kirana sedang asik mengobrol sedangkan Radit dan Faisal sedang membaca majalah bola. Banyak aktivitas yang mereka lakukan untuk memperindah suasana. Waktu menunjukan pukul 9 malam, karena ini hari sabtu malam minggu biasanya ada siaran langsung liga inggris kebetulan Vino, Kelvin, Faisal, Joni dan Radit menyukai sepak bola. Untuk nonton sepak bola “bareng” tentunya Vino dan Kelvin harus mengantar Clara dan Kirana pulang ke rumah dan kosnya dulu. “nanti kan ada siaran langsung liga inggris antara MU vs CHELSEA gimana kalau kalian nonton saja di rumahku biar makin seru” ucap Faisal.
Vino: boleh juga tuh..tapi, aku mau nganter si cantik dulu (memandang Clara)
Clara: (tersenyum)
Kelvin: ok! setuju..aku juga mau nganter Kirana balik ke kosnya, maklum sekarang sudah malam (tersenyum)
Radit: ok! ya sudah kalau kalian mau nganter Clara dan Kirana…aku dan Joni di sini…
Faisal: sudah lama kan kita jarang kumpul seperti ini…gara-gara tugas kuliah kita yang padat  (bersemangat)

       Vino dan Kelvin pun mengantar cewek mereka masing-masing, sedangkan Faisal, Radit dan Joni menunggu mereka kembali di rumah Faisal. “ayo kita beresin piring dulu” kata Radit.
Faisal: ya sudah ayo..biarin Joni main game..
Joni: maaf lho men,,,soalnya ini nanggung banget mau selesai (tersenyum)
Radit: no problem (bercanda)

       Disaat Radit dan Faisal beresin piring, tiba-tiba Radit bertanya kepada Faisal.
Radit: aku lihatin dari tadi kamu sering banyak diam..ada masalah men (serius)
Faisal: halah…nggak apa-apa kok Dit…(senyum terpaksa)
Radit: siapa bilang kamu nggak apa-apa…aku tahu kalau kamu sedang ada masalah..ayo crita dong (menuju dapur bersama Radit sambil membawa piring)
Faisal: baiklah men..jadi begini….

       Setelah Radit mendengar cerita dari Faisal, malah tertawa.” Oh itu, masalahnya kirain apaan” kata Radit.
Faisal: sudah jelas Dit…mamaku pilih kasih (wajah sedih)
Radit: mungkin kamu salah faham men…
Faisal: kenyataannya aku tidak lebih baik dari Reza (lesu)
Radit: begini ya men..setiap orang itu diberi kelebihan dan kekurangan dan mungkin, kelebihan adikmu dihitung-hitungan…apakah kamu lupa siapa yang membawa tim futsal kita juara,,tidak lain ya kamu men…kamu yang paling jago diantara kita..kesimpulanya, bakat kamu ada dicabang sepak bola,,,belum tentu adikmu bisa melakukannya begitu sebaliknya..
Faisal: benar juga sih Dit,,,(memandang isi dapur)
Radit: untuk soal kasih sayang,,,karena Reza paling kecil pasti dia butuh kasih sayang dan perhatian yang lebih untuk memotivasinya..kamu sekarang sudah besar dan tidak seperti anak kelas 6 SD…tugas kita sekarang hanya membuat orang yang kita sayangi bahagia…kamu seharusnya bangga punya adik yang pintar dan punya ibu yang perhatian untuk anak-anaknya (tersentum)
Faisal: aku faham yang kamu bicarakan Dit…dengan adanya kalian hidupku menjadi terarah…
Radit: ok! sama-sama…sudah sewajarnya seorang sahabat membantu sahabatnya yang lain..dengan kita bersatu pasti kita lebih solid dan tangguh…masih ingat dengan tugas makalah kelompok kemarin…? makalah kita menjadi terbaik dibandingkan teman kita sekelas…karena kelebihan yang kita miliki disatukan dan menjadi hasil karya yang terbaik…
Faisal: iya men..aku tahu…tanpa kalian aku bukan apa-apa
Radit: dan tanpa kalian juga..aku juga bukan siapa-siapa…intinya kita saling berbagi dan melengkapi..ok!
Faisal: baik men…ya sudah ayo kita ke depan…kasihan Joni ditinggal sendirian..

       Suara motor Vino terdengar kemudian disusul suara motor Kelvin.
Vino: Faisal dan Radit kemana?
Joni: itu mereka sedang beresin piring..tapi, kok lama ya (main game)
Kelvin: MU vs CHELSEA mulai jam berapa?
Joni: ya…15 menit lagi kick off (mematikan laptop)
Vino: itu…mereka keluar,, (tersenyum)
Faisal: ya sudah..ayo kita nonton liga inggris di kamarku saja..(wajah yang cerah)
Joni: ini men…laptopnya …makasih..
Faisal: ok!…..(tersenyum)

       Mereka akhirnya nonton siaran langsung liga inggris bersama di kamar Faisal. Terasa nyaman bukan, kalau terselip senyum, canda dan tawa diantara kita. Dan mereka menikmatinya dengan penuh keceriaan. Bahwa kita tahu setiap menusia dilahirkan dengan potensi yang berbeda-beda tetapi, kalau potensi disatukan akan menghasilkan sebuah kekuatan yang besar. Di satu sisi, dengan potensi yang kita miliki, kita juga bisa dihargai oleh orang lain karena orang lain merasa bangga atas kemampuan yang kita miliki dan akan melontarkan kata pujian dengan kita. Setiap manusia itu tidak ada yang sempurna, setiap manusia diberi kelebihan yang berbeda-beda yang belum tentu dimiliki dan dilakukan oleh orang lain. Maka kita harus bersyukur atas pemberian karunia dari Tuhan. Bahwa Tuhan telah menciptakan manusia secara proporsional.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s