Di Bawah Hujan

Segmen 9
“Di Bawah Hujan”

       Hawa terasa dingin pertanda akan turunnya hujan disertai langit yang cerah menjadi mendung dan angin bertiup dengan cukup kencang. Di samping jendela, terlihat Clara sedang memandang keluar rumah, “wah sepertinya akan turun hujan” ucap Clara. Tanpa berpikir panjang Clara bergegas keluar rumah untuk memasukan jemurannya ke dalam rumah, setelah beberapa saat hujan pun turun dengan cukup deras. Clara berkata “syukurlah, hampir saja jemuranku kehujanan” dari sudut dapur bu Santi sedang menggoreng singkong dan aromanya menuju ke kamar Clara. “wah ibu pasti sedang goreng singkong samperin ahh” kata Clara.
Clara: wah pas banget bu hujan-hujan begini makan singkong yang masih hangat.
Bu Santi: (tersenyum) oh iya Clara jemurannya sudah kamu masukin ke dalam rumah kan?
Clara: sudah kok bu tadi, hampir saja kehujanan. Lha Rico ke mana bu?
Bu Santi: adik kamu tidur di kamarnya paling kecapekan soalnya tadi baru pulang main sama temen-temennya (sambil menggoreng singkong)
Clara: oh begitu (melihat singkong yang di goreng)
Bu Santi: bagaimana kabar Vino Clara?
Clara: oh Vino baik-baik saja kok bu, oh iya tahu nggak bu. Vino itu kalau di sekolah pinter banget selalu bisa jawab pertanyaan dari dosennya (tersenyum)
Bu Santi: (tersenyum) beruntung banget berarti kamu Clara bisa dapetin laki-laki seperti Vino.
Clara: alhamdulilah bu (tersenyum) malah Clara juga sering banyak belajar dari dia kok bu selain itu, Vino juga anaknya baik.
Bu Santi: iya ibu rasa juga begitu, Vino juga anaknya ramah dan sopan. Ibu mau tanya apa kamu sudah pernah diajak ke rumah Vino?
Clara: waktu SMA lumayan sering bu tapi, saat pacaran sekarang belum pernah. Ya mungkin pasti suatu saat nanti Clara bakal diajak main ke rumah Vino (tersenyum)
Bu Santi: ibu juga senang kamu bisa masuk ke dalam kehidupannya Vino jadi, kamu dan Vino bisa saling mendukung satu sama lain terutama dalam hal pendidikan (tersenyum) kalau boleh tahu Vino orangnya cemburuan nggak Clara (membalik singkong yang di goreng)
Clara: untuk saat ini Clara belum tahu bu, namanya cinta pasti juga ada rasa cemburulah bu (membantu ibu menggoreng)
Bu Santi: kalau kamu Clara pasti kamu cemburu ya sama Vino kalau di kampus, kan Vino “ganteng” banyak perempuan yang menggoda tentunya (menggoda Clara)
Clara: ahh ibu bikin Clara pikiran saja (tersenyum) kalau cemburu pasti ada bu tapi, Clara kan tahu betul sifat Vino, maklum Vino teman SMA Clara malah 3 tahun di SMA satu kelas terus dengan Clara dan Clara yakin Vino pasti bisa menjaga hati Clara.
Bu Santi: (tersenyum) ini Clara singkongnya sudah matang di makan mumpung masih hangat (menaruh singkong ke dalam piring)
Clara: iya bu, taruh di meja saja sekarang gantian Clara yang buatin minum untuk ibuku tersayang (mengambil gelas)
Bu Santi: anak ibu yang cantik ini baik bener (tersenyum) kalau bikin teh hangat untuk ibu nggak perlu manis-manis Clara soalnya kamu itu sudah manis (bercanda)
Clara: ahh ibu bisa saja (tertawa)

       Beberapa menit kemudian, Rico terbangun dari tidurnya gara-gara hp Clara tertinggal di kamar Rico dan hp Clara berbunyi yang membuat Rico terbangun.
Bu Santi: anak ibu sudah bangun (mencium Rico)
Rico: (terkantuk-kantuk) kak Clara mana bu, ini hp kak Clara berbunyi terus.
Bu Santi: ini Clara Vino nelpon kamu..(melihat panggilan dan berbicara agak keras)
Clara: iya sebentar bu (sambil membawa teh)
Bu Santi: ini hp kamu (menerima minuman dari Clara)
Clara: iya Vin ada apa? (menjawab telepon)
Vino: kamu sedang apa Clara, kok aku telepon nggak diangkat-angkat sih (tersenyum)
Clara: maaf sayang, tadi aku sedang di dapur dan aku nggak kedengeran kalau hpku tadi berbunyi (menuju kamarnya sambil membawa singkong)
Vino: oh, iya sudah nggak apa-apa kok sayang (tersenyum)
Clara: kamu sedang apa Vin?
Vino: ini aku sedang berteduh di konter, tadi habis beli pulsa mau langsung pulang. Ehh, malah hujan (kedinginan)
Clara: oh, pasti kamu di sana kedinginan ya Vin. Sayangku kasihan banget (sedikit kuatir)
Vino: iya, nggak apa-apa sayangku (tersenyum) kamu sedang apa Clara?
Clara: ini aku sedang makan singkong Vin.
Vino: wah enaknya (tersenyum) yang buat singkongnya siapa sayang, kamu ya.
Clara: bukan, yang buat ibu kok Vin. Di sini juga hujan kok Vin malah tadi jemuranku hampir saja kehujanan kalau kehujanan besok cucianya malah tambah banyak (tertawa)
Vino: iya syukurlah yang penting nggak kehujanan (tersenyum) oh iya sayang hujan-hujan begini pasti butuh kehangatan dan pasti kamu ingin mendengarkan puisi-puisi dariku untuk menghangatkan hatimu.
Clara: ahh sayang bisa saja (tersenyum) ya sudah aku dibuatin puisi yang bisa menghangatkan hatiku, sanggupkah kamu Vin? (nada bercanda)
Vino: sanggup dong sayangku, kamu pilih salah satu judul puisi yang kamu inginkan dan nanti aku buatkan puisi yang seindah mungkin dari judul yang kamu pilih (tersenyum)
Clara: (berpikir sejenak) baik, aku milih judul puisinyadi bawah hujan”.
Vino: wah, judul yang relevan dengan kondisi sekarang (tersenyum) sebentar ya Clara, tolong dengarkan baik-baik.

“Di Bawah Hujan”
Dari langit yang cerah menjadi gelap…
Dari cuaca yang panas menjadi dingin..
Dan dari angin yang pelan menjadi kencang…
Itulah tanda-tanda akan turunnya hujan…

Di bawah hujan ini..aku akan merasakan jutaan tetes air yang akan membasahi tubuhku
Aku tak akan pernah pergi dan aku akan selalu di bawah hujan..
Hanya dengan cintamu aku mampu berdiri di bawah hujan
Aku kan selalu bertahan..bertahan..dan bertahan..

Menahan dinginnya air yang membasahi tubuhku..
Jutaan air yang jatuh tak kan pernah bisa membasahi hati dan pikiranku…
Kerena tujuan dan cita-cita hidupku ada di dalam hati dan pikiranku..
Aku terus bertahan hanya menunggu datangnya pelangi…
Dan kerena pelangi itulah aku bisa bertahan
Warna-warna itulah yang akan mengisi kehidupan cinta kita…
Kehidupan cinta sekarang dan yang akan datang..
Untuk meraih asa, tujuan dan cita-cita yang sudah kita ucapkan dalam janji suci di bawah hujan…

Clara: puisi yang sangat indah sayangku, I love you.
Vino: I love you too, arti dari puisi ini adalah kita harus bisa selalu mempertahankan cinta kita dari dunia luar maupun dari dalam karena setiap hubungan pasti akan terselip badai dan badai pasti akan berlalu jika kita bersabar menghadapinya. Sedangkan arti kata pelangi adalah cara-cara kita dalam menyelesaikan masalah menjadikan hidup kita menjadi berwarna untuk mencapai tujuan yang sudah kita rencanakan dan harapkan.
Clara: iya Vin (tersenyum)
Vino: (tersenyum) sayang, ini kan hujannya sudah reda. Aku mau pulang dulu ya sayang nanti keburu sore, ya sudah sayang jangan lupa makan yah dadah sayang.
Clara: baik Vin, hati-hati di jalan ya. Dadah juga sayangku (tersenyum)

       Hanya sebuah kesabaran yang mampu membawa cinta menjadi selalu terjalin dan berilah senyuman yang terindah untuk orang yang kita cintai karena senyuman yang akan membawa kita ke dalam sebuah kenyaman. Di saat kita sedih hanya senyuman yang membuat kita selalu berdiri di atas kepedihan.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s