Arti Seorang Ayah

Segmen 8
“ Arti Seorang Ayah

       Di temani suara jangkrik, angin malam bertiup dengan pelan menghiasi dinginnya malam hari. Vino duduk sendiri di depan rumah sambil menatap bintang, dalam hatinya berkata “oh bintang kamu sungguh indah…seindah cintaku padanya...gelapnya langit di malam hari, engkau sebagai penghiasnya…dengan di temani bulan sebagai kekasihmu…selalu ada di setiap terangmu…bintang dan bulan kalian memiliki cahaya yang indah untuk menerangi kehidupan di malam hari…begitu dengan aku dan dia..bagaikan bintang dan bulan yang selalu bersama di setiap malam hari..cintaku dan cintanya bagaikan cahaya bulan dan bintang..memberi keindahan di dunia..menutup kesendirian” vino pun tersadar dari imajinasinya, gara-gara hp BB nya berbunyi terlihat panggilan bertuliskan “Clara Sayang” itu adalah panggilan dari kekasih Vino yaitu Clara, Vino langsung mengangkat telepon itu.
Clara: hallo, sayangku Vino sedang apa kamu?
Vino: oh,, sayang Clara ini aku sedang sendirian saja di depan rumah, sambil menatap bintang,
Clara: bintang kok ditatap sih nggak bakalan jatuh sayang (tertawa)
Vino: kan aku juga bayangin kamu juga,, kita itu seperti bulan dan bintang (tersenyum)
Clara: sayang so sweet banget (tersenyum)
Vino: iya dong, kan aku puitis (tertawa) oh iya sayang btw sedang apa sekarang?
Clara: aku sedang boring ini Vin di rumah.
Vino: boring kenapa emangnya?
Clara: mungkin nggak ada sayang di sini sih (tersenyum)
Vino: kalau cuma itu kan aku bisa main ke rumahmu Clara (tersenyum)
Clara: beneran, nggak apa-apa Vin malam-malam begini.
Vino: iya beneran, ini baru jam setangah 8 kok sayang tenang saja (tersenyum)
Clara: ok! deh kalau begitu sekalian aku juga ingin belajar banyak dari kamu Vin.
Vino: sama dong kalau begitu, berarti kita nanti diskusi dong kayak SMA dulu (tertawa)
Clara: iya Vin, bisa dibilang begitu (bercanda)
Vino: ya sudah aku siap-siap dulu ya Clara sayang.
Clara: sip, aku tunggu ya sayang (tersenyum)

       Vino cepat-cepat bersiap-siap untuk ke rumah Clara, tiba-tiba ayah Vino pun menghampiri Vino.
Pak Johan: ada apa Vin, kok kayaknya buru-buru banget.
Vino: hhmm, Vino mau main ke rumah Clara yah cuma ingin sharing saja kok yah (tersenyum)
Pak Johan: ya bagus kalau bagitu, itu yang dinamakan hubungan yang dewasa selalu menjalani kegiatan yang positif dan nggak sia-sia (tersenyum)
Vino: iya jelas dong yah,.kan Vino sudah gede jadi, tahu yang baik dan mana yang nggak baik. Ya sudah Vino pergi dulu ya yah (mencium tangan ayahnya)
Pak Johan: iya sudah hati-hati di jalan nggak usah ngebut-ngebut malam-malam begini (cukup tegas)
Vino: baik yah,Vino pergi dulu assalamu’alaikum
Pak Johan: wa’alaikum salam..
       Dengan hati yang senang, Vino pun pergi ke rumah Clara dan dia merasa Clara adalah wanita yang Vino butuhkan sekarang dan masa depan. Vino merasa bersyukur kepada Tuhan telah mengijinkan untuk menjalani hubungan dengan Clara. Setelah 15 menit perjalanan, Vino sampai juga di rumah Clara. Terdengar suara motor Vino, Clara cepat-cepat membukakan pintu.
Clara: ya sudah Vin, langsung masuk saja (berdiri di depan rumah)
Vino: iya sayang (melepas helm dan turun dari motornya)
Clara: mau minum apa Vin?
Vino: terserah kamu saja sayang (tersenyum)
Clara: ya sudah aku buatin sirup kebetulan itu sirup buatan aku dan ibu (tersenyum)
Vino: wah, pasti enak sirupnya semanis dirimu (tertawa)
Clara: ahh sayang bisa saja (tersenyum) tunggu sebentar ya Vin, aku buatin sirupnya dulu.
Vino: (tersenyum)

       Sambil menunggu Clara, Vino melihat-lihat kondisi di ruang tamu Clara dan Vino melihat foto Clara bersama almarhum ayahnya, Vino bisa membayangkan betapa semangatnya Clara dan ibunya berjuang untuk hidup, untuk kuliah Clara dan kehidupan sehari-hari. Beberapa saat kemudian Clara datang sambil membawa minuman “hayo mikirin apa Vin” ucap Clara.
Vino: oh nggak apa-apa kok sayang (memandang Clara) btw katanya kamu mau sharing, memang mau sharing tentang apa sayang (tersenyum)
Clara: mau tanya saja tentang diri kamu, kamu orang kaya Vin tapi kamu nggak sombong dan kamu mau menjalani hubungan dengan wanita seperti aku yang kondisi ekonominya biasa saja.
Vino: hust, nggak boleh bilang begitu sayang. Bagiku kamu malaikat cinta buat aku dan kamu adalah wanita yang paling baik yang pernah aku temui. Aku nggak mandang dari tingkat ekonomimu atau status sosialmu.
Clara: makasih ya Vin kamu sudah nerima aku apa adanya walaupun aku masih banyak kekurangan (terharu) oh iya, aku mau tanya satu hal dari kamu Vin. Motivasi kamu untuk hidup selalu lebih baik apa? dan kamu juga pintar waktu SMA dulu serta kuliah sekarang.
Vino: ya sederhana saja, nikmatilah setiap detik dalam kehidupan. Semua waktu itu penting jangan sia-siakan waktu hidupmu untuk sesuatu yang buruk.
Clara: oh begitu ya Vin (berpikir)
Vino: seseorang untuk menjadi lebih bijak yang pertama harus bisa menghargai pendapat orang lain. Pendapat orang lain juga sebagai pelengkap persepsi kita sehingga kita menjadi mengerti apa yang orang lain pikirkan walaupun berbeda dari persepsi kita. Yang kedua terkadang ketika orang sedang menemukan momen yang menyenangkan menjadikan lupa dengan segalanya karena dia kurang menikmati hidup hanya kesenangan yang dia pikirkan tanpa melihat ke bawah disaat dirinya sedang berada di atas.
Clara: (tersenyum sambil memandang Vino)
Vino: selain itu, cobalah kamu belajar dari cobaan-cobaan yang sudah kamu hadapi pasti kamu akan merasakan hikmah dibalik itu semua, “semakin sulit sebuah tujuan yang kita capai semakin besar kebahagiaan yang akan kita raih“ karena di dalam menempuh sebuah tujuan pasti akan melahirkan niat, usaha dan do’a.
Clara: oh begitu jadi, Tuhan menyukai orang-orang yang benar-benar mau berusaha walau terkadang ada cita-cita atau tujuan yang nggak tercapai (tersenyum)
Vino: iya benar banget, Tuhan akan mengganti dengan keberhasilan yang lebih baik dari cita-cita sebelumnya. Andai orang itu mau berusaha keras walau kita kalah dalam sebuah kompetisi tetapi tetap semangat dan menerima dengan lapang dada itu yang dinamakan kita berdiri di atas takdir”.
Clara: (dalam hati Clara) “kamu memang seorang yang sempurna untuk diriku dan aku berharap kamu dapat menjadi pemimpin yang baik kelak nanti.
Vino: kok diem sayang (menyentuh tangan Clara)
Clara: aku cuma sedang membayangkan saja Vin (tersenyum)
Vino: membayangkan apa ya?
Clara: ahh sayang mau tahu saja (tersenyum)
Vino: ahh kamu ada-ada saja (memandang clara)
Clara: (tersenyum)
Vino: oh iya, aku punya pertanyaan buat kamu. Emmm, apa nikmatnya kita berpuasa?
Clara: nikmatnya berpuasa ya mungkin, ketika waktu berbuka karena kita menahan haus dan lapar dan ketika air masuk pertama kali ke dalam mulut kita terasa nikmat banget Vin (tersenyum)
Vino: iya benar (tersenyum) ini sama halnya dengan seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang benar-benar indah dan sempurna. Pasti orang itu akan berjuang mati-matian untuk mendapatkannya. Usaha, niat dan do’a pasti akan dilakukan dan ketika seseorang berhasil mendapatkan yang mereka inginkan pasti rasanya bahagia banget, itu yang dinamakan nikmatnya “hidup”. Bahwa mendapatkan sesuatu dengan perjuangan lebih berarti dari pada hanya sekedar mengacungkan jari saja misalnya, orang kaya yang membeli mobil Ferari dengan orang miskin yang bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anaknya, tingkat kebahagiaannya besar mana sayang?
Clara: ya jelas besar orang miskin yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya (tersenyum)
Vino: ya bagus berarti kamu paham yang aku bicarakan tadi (tersenyum) hmmm,, sekarang gantian aku yang tanya sama kamu. Seberapa pentingkah sosok ayah bagi kamu Clara?
Clara: (merasa kaget) figur seorang ayah buatku sangatlah penting Vin. Ayah ibarat nahkoda yang selalu menjaga dan mengawasi awak kapalnya sedangkan kapal adalah sebuah rumah tangganya yang harus dijalankan dengan benar sampai pada sebuah tujuan. Ayah itu adalah sebagai pemimpin rumah tangga dan ayah yang mengkoordinasi anggotanya menuju nilai-nilai yang benar, sosok ayah juga mempunyai sebuah tanggung jawab yang besar termasuk kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Orang tua adalah cinta pertama di dunia. Terus, hidup dihadapkan dalam berbagai pilihan seperti, ingin hidup mewah ataukah sederhana? dan menurutku hidup sederhana adalah cara untuk lebih menghargai hidup karena dengan ekonomi yang sederhana, berusaha mencari yang terbaik buat kita dengan tetap menghargai kehidupan dengan tidak berfoya-foya dan tidak menunjukan sesuatu yang lebih di mata orang-orang yang jauh dari kita.
Vino: ohh begitu, maaf ya sayang aku mengingatkan pada seorang ayahmu yang pastinya membuatmu sedih dan rindu (memegang tangan Clara)
Clara: nggak apa-apa kok sayang (tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Vino)
Vino: oh ya sayang, aku merasa nyaman banget ketika di dekat kamu. Kamu adalah orang yang sangat berharga buat aku, dengan selalu menjaga dan mencintaimu hidupku akan selalu berarti. Bantu aku ya sayang menjalani hidup yang susah dan tidak bisa diperkirakan ini (tersenyum)
Clara: pastinya sayang, kedua orang yang bersatu dan bekerja sama itu tentu lebih baik dalam menyelesaikan sebuah masalah kerena manusia tidak bisa terlepas dari kodratnya bahwa kita diciptakan berpasangan untuk mengarungi hidup.
Vino: benar sekali sayang (memandang Clara dengan rasa cinta)
       Beberapa menit setelah asyik mengobrol.
Clara: (tertidur di bahu Vino)
       Lalu Vino, membawa Clara di kamarnya dan menyelimuti Clara dengan selimut yang tebal dan berkata “selamat tidur sayang” dengan nada lirih. Di raut wajah Clara ketika tidur mencerminkan betapa dia bahagianya menjadi bagian dalam hidup Vino, kemudian Vino keluar dari kamar Clara.
       Vino sangatlah menghargai dan menghormati Clara sebagai calon pendamping hidupnya. Untuk sekarang dan selamanya. Dan inilah yang dinamakan sebuah cinta sejati yang tertuju kepada satu orang. Seseorang yang menjadi semangat hidup dan motivasinya bahwa cinta sebenarnya memiliki kekuatan yang sangat besar yang mampu menggerakan seseorang menjadi jauh lebih baik dan berguna.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s