Sebuah Nasehat

Segmen 7
“ Sebuah Nasehat

       Setelah Vino menjalani rutinitas kuliah kurang dari seminggu. Pada hari minggu ini saatnya Vino meluangkan waktu untuk refresing. Hanya sekedar penyegaran dari sibuknya jadwal kuliah. Dan hari ini Vino ingin mengajak Clara jalan-jalan ke Malioboro.
       Dengan suasana hari minggu yang cerah, Vino sedang bersiap-siap untuk pergi dengan Clara. Kebetulan juga orang tua Vino sedang pergi ke luar kota karena ada urusan mendadak. Vino di rumah di temani oleh kakeknya, kakek Vino bernama Bambang Atmaja ayah dari Pak Johan orang tua Vino, dan Vino termasuk cucu kesayangan kakeknya. Angin yang berhembus dengan sepoi-sepoi mengiringi kakek Vino yang sedang duduk di teras rumah, sambil membaca koran dan minum kopi. Dengan rasa yang bahagia dan percaya diri, bergegas Vino mengambil motornya di garasi depan kemudian, tak lupa juga Vino menghampiri kakeknya di teras rumahnya untuk berpamitan pergi dengan Clara. Vino bertanya kepada kekeknya.
Vino: kakek, Vino mau keluar dulu. (tersenyum)
Kakek Bambang: mau keluar ke mana Vin?
Vino: biasa kek, mau jalan-jalan dengan pacar Vino (tersenyum)
Kakek Bambang: oh..ternyata cucu kakek sudah tahu yang namanya perempuan (tertawa) dulu saja masih bau kencur.
Vino: iya kek..sekarang kan Vino sudah gede (nada bercanda) jadi, sudah nggak bau kencur lagi malah sekarang bau Vino wangi kek (tertawa)
Kakak Bambang: cucu kakek bisa saja.. ya sudah sana kalau mau pergi dan ingat jangan nakal (tersenyum)
Vino: baik kek,, oh iya kek makanannya sudah Vino siapin di meja makan kalau kakek mau makan (tersenyum)
Kakek Bambang: waduh..cucu kakek baik bener,, (tersenyum)
Vino: kalau begitu Vino pergi dulu ya kek..hati-hati di rumah kek..assalamu’alaikum..(memakai helm)
Kakek Bambang: wa’alaikum salam..hati-hati di jalan, nggak usah ngebut-ngebut kalau naik motor Vin.
Vino: iya kek (menaiki motornya)

       Di ruang tamu Clara sedang menunggu Vino, tanpa disadari adik Clara menghampirinya dan bertanya.
Rico: kak Clara mau pergi ke mana kok rapi bener (bercanda)
Clara: kak Clara mau jalan-jalan sama kak Vino di Malioboro (mencubit pipi Rico)
Rico: ahh..kak Clara nggak ngajak-ngajak Rico kok (cemberut)
Clara: ihh adik kak Clara kok cemberut sih,,nanti gantengnya hilang lho (mengejek) ya sudah Rico boleh ikut tapi jangan nakal lho (mencium pipi Rico)
Rico: yang bener kak..asyik (kegirangan)

       Suara motor Vino pun terdengar dari depan rumah Clara.
Clara: itu kak Vino sudah datang..(melihat ke depan)
Rico: ayo kak pergi sekarang (menarik tangan Clara)
Clara: sebentar Rico,, coba sana bilang dulu sama kak Vino.. boleh nggak hayo (bercanda)
Rico: iya ini Rico mau bilang sendiri week! (mengejek)
“Kak Vino”, kata Rico..(mendekati Vino)
Vino: iya ada apa Rico (tersenyum)
Rico: kata kak Clara hari ini kan kak Vino mau keluar kan sama kak Clara. Lha Rico boleh ikut nggak? (memandang Vino)
Vino: (menunduk sambil memegang bahu Rico) iya kalau Rico mau ikut boleh saja dong (tersenyum)
Rico: itu kak.. boleh kok sama kak Vino (bertanya kepada Clara)
Clara: (tersenyum)
Vino: ya sudah berangkat sekarang yuk Clara nanti keburu siang…
Clara: ayo Vin tapi, sebentar aku mau bilang ibu dulu kalau kita ngajak Rico.

       Setelah berbicara dengan ibunya, ibu Clara pun mengijinkan Rico untuk ikut dengan mereka. Mereka bertiga menuju ke Malioboro, beberapa saat kemudian mereka sampai di Malioboro. Di sana banyak penjual dan suasana di sana cukup ramai, banyak terdapat turis juga yang sedang berbelanja di sana.
       Pada saat jalan-jalan mereka memutuskan untuk istirahat sejenak dan mencari warung untuk makan. Sampailah mereka pada warung yang mereka tuju.
Vino: sayang (panggilan mesra Vino ke Clara) mau pesan apa?
Clara: aku pesan nasi soto saja Vin (tersenyum)
Vino: kalau kamu Rico mau pesan apa?
Rico: Rico sama kayak kak Clara saja, nasi soto (memandang Vino)
Vino: iya, kak Vino pesankan dulu tunggu sebentar (tersenyum kepada Rico)

       Pada saat mereka makan, tiba-tiba Vino ingin buang air kecil.
Vino: Clara aku mau cari toilet dulu mau buang air kecil (terburu-buru)
Clara: ya sudah sana Vin jangan lama-lama ya.
       Karena letak toilet dengan warung itu cukup jauh jadi, Vino agak lama untuk kembali ke warung. Setelah ia keluar dari kamar mandi. Terdengar teriakan orang minta tolong “ tolong! Tolong!, dompet saya kecopetan itu suara ibu-ibu setengah baya meminta tolong. Ternyata, pencopet itu bersembunyi di kamar mandi sebelah Vino. Ibu setengah baya bertanya kepada Vino “mas, lihat orang tadi lari ke sini nggak”. Vino berpikir sejenak “ia curiga dengan orang yang masuk dengan tergesa-gesa tadi. Kalau ia bilang orang itu ada di sini pasti pencopet itu bakal dihajar oleh warga”. Terpaksa Vino berbohong dengan ibu setengah baya tadi. Dengan memberanikan diri dan melihat kondisi sedang sepi, Vino mengetuk kamar mandi yang dicurigai ada pencopet itu “ tok! tok! tok! ada orang di dalam, keluar saja mas ibu tadi dan warga sudah nggak adaucap vino. Pencopet itu kaget ternyata Vino sudah tahu kalau dirinya adalah pencopet akhirnya, pencopet itu keluar dengan wajah memelas dan berkata “tolong mas, jangan laporkan saya ke polisi”.
Vino: nggak mas, aku nggak bakal lapor ke polisi. Kamu masih kecil seharusnya kan masih sekolah kenapa menjadi pencopet (merasa kaget dan kesal)
Pencopet: (nada yang terbata-bata) aku terpaksa mas menjadi pencopet karena ibuku sedang sakit (sedih)
Vino: (terharu) biar enak kita ngobrol di sana saja, jangan di sini nanti mengganggu orang yang sedang di kamar mandi.

       Akhirnya mereka berada di suatu tempat yang agak sepi di sekitar Malioboro.
Vino: kamu nyadar nggak yang kamu lakuin itu salah?
Pencopet: (dengan rasa malu) iya mas aku sadar, aku salah tetapi kalau aku nggak seperti ini ibuku bisa mati mas, beliau sakit keras?
Vino: emang ibu kamu sakit apa?
Pencopet: sakit kanker payudara mas (meneteskan air mata)
Vino: (sangat terharu) sudah separah itukah.
Pencopet: iya mas..karena kami orang nggak punya jadi, kami tak mampu bawa ibuku ke rumah sakit.
Vino: kalau kamu biayain ibu kamu dengan uang hasil mencopet malah jauh dari ridho Allah, ibu kamu jadi nggak sembuh-sembuh, sabar saja ini pasti cobaan untuk kamu karena di setiap cobaan pasti ada berkah di dalamnya dan setiap usaha yang keras pasti ada sebuah kemudahan di dalamnya.
Pencopet: (terdiam)
Vino: Tuhan tidak memandang kita dari kekayaan, kehormatan tetapi Tuhan memandang kita dari iman kita. Semua yang lahir di dunia ini dengan kondisi perekonomian yang berbeda-beda, ada yang lahir dari kalangan atas, menengah dan ke bawah. Dan semua itu adalah yang terbaik untuk kita “seperti kayu yang dibakar..lama-kelamaan akan menjadi arang dari arang itulah, terdapat kemudahan di dalamnya, arang berguna untuk membakar jagung dan untuk manfaat lainya. Sama halnya cobaan, suatu saat Allah akan memberi kemudahan di setiap cobaan yang berat semua memerlukan waktu dari kayu yang dibakar hingga menjadi arang” jadi, kita harus bersabar pertolongan Allah pasti akan datang untuk memberi kemudahan kepada hambanya.
Pencopet: iya mas, aku khilaf (tertunduk)
Vino: ya syukurlah kalau sudah sadar..btw berapa biaya untuk ibu kamu?
Pencopet: sebetulnya sangat banyak mas, ibu harus menjalani operasi pengangkatan tumor (lesu)
Vino: sudah katakan saja berapa (melihat sekitar)
Pencopet: sekitar 15 juta mas
Vino: (berpikir sejenak) “sungguh tak mungkin, dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu dekat, kalau pinjam di bank pasti dia tak punya jaminan untuk mengembalikan itu dan bunganya pasti sangat besar apalagi dia benar-benar keluarga yang tak punya. Untuk saat ini ibunya harus cepat-cepat dioperasi kalau tidak bisa tambah kritis”. Ok! baiklah aku bisa membantu kamu, ini aku ada cek aku tulis angka nominalnya 20 juta tolong kamu tukarkan ke bank untuk biaya operasi ibu kamu dan sisanya 5 juta dirikanlah usaha kecil-kecilan yang bisa menghasilkan dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga kamu.
Pencopet: (rasa tak percaya) terima kasih banyak mas (menangis) aku nggak nyangka ada anak yang masih muda, mempunyai hati emas dan masih peduli dengan orang seperti kami.
Vino: iya mas sama-sama, alhamdulilah aku punya uang sebanyak itu. Dari rejeki kita pasti kan ada sebagian untuk orang lain (tersenyum) mungkin inilah yang dinamakan kemudahan mas, di setiap air mata, pasti ada sebuah senyum di dalamnya dan mungkin ini dari usaha keras kamu untuk benar-benar menyembuhkan ibu kamu. Akhirnya, Tuhan memberi pertolongan. Ya sudah dompet yang tadi kamu copet tolong kembalikan pada ibu tadi kasihan ibu tadi (memandang pencopet)
Pencopet: baik mas tapi, kalau ibu itu marah dan menuntut aku bagaimana mas?
Vino: jangan kembalikan sekarang, tapi kembalikanlah nanti malam karena sekarang dalam suasana yang panas seperti ini dapat memicu emosi orang, kembalikanlah dengan pakaian yang rapi, nada bicara yang lembut dan sopan. Kamu datang untuk baik-baik dan kamu pun insyaallah akan diterima secara baik-baik juga, aku hampir lupa untuk memastikan apakah ibu kamu benar-benar sakit kanker payudara maukah kamu ajak aku pergi ke rumahmu? (penasaran)
Pencopet: iya mas, aku akan mengantar mas untuk melihat kondisi ibuku (mulai berjalan)
Vino: ya sudah ayo, nunggu apa lagi (berjalan mengikuti pencopet itu)

       Mereka sampai di rumah yang benar-benar tak layak huni itu, Vino sangat sedih melihat kondisi ibu anak itu yang lemah tak berdaya di kamar karena Vino buru-buru akhirnya Vino hanya sebentar di sana.
       Vino akhirnya kembali ke warung dan berusaha menceritakan apa yang barusan terjadi kepada Clara. Seperti kata pepatah “gajah mati meninggalkan gading dan manusia mati akan meninggalkan amal perbuatannya bahwa menjadi orang yang baik adalah suatu keharusan, yang akan menimbulkan kenyamanan, kebahagiaan dan kemudahan. Semua itu, kembali kepada moral bahwa moral yang baik akan mencerminkan sebuah tingkah laku yang baik. Mungkin, uang yang tak seberapa dibanding dengan nyawa orang lain itu sangat bermanfaat dan berguna bagi anak itu dan keluarganya.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s