Sepiring nasi untuk pengemis

Segmen 4
“ Sepiring Nasi Untuk Pengemis”

       Hari ini Clara nggak masuk kuliah karena ibunya sedang sakit di rumah jadi, Clara harus berjualan sendiri untuk membantu perekonomian keluarganya. Warung bu Santi memang sering didatangi pengunjung terkenal dengan menu masakannya yang enak. Selain itu, bu Santi orangnya baik dan ramah menjadikan para pengunjung betah untuk menunggu di saat warungnya sedang ramai. Waktu menunjukan pukul 10.00 wib, saatnya Clara menjemput adiknya di sekolah. Jarak antara sekolah adiknya dengan rumah kira-kira 2 km, Clara ke sana dengan naik sepeda. Di tengah perjalanan menjemput adiknya hp Clara berbunyi, ia berhenti sejenak di tempat yang teduh untuk menerima penggilan itu, ternyata itu telepon dari Vino.
Vino: hallo Clara..
Clara: iya Vin, ada perlu apa? (memandang sekitar)
Vino: nggak ada apa-apa. Btw kamu nggak berangkat kuliah kenapa?
Clara: maaf,, aku jaga warung karena ibuku sedang sakit jadi, aku nggak tega lihat ibuku jualan..
Vino: ibu kamu sakit apa?
Clara: iya biasa,, batuk dan demam.
Vino: hmm,, sudah kamu beliin obat belum Clara..
Clara: alhamdulilah sudah Vin,,tapi sekarang sudah agak mendingan.
Vino: ya baguslah,,aku do’ain mudah-mudahan ibu kamu cepat sembuh (tersenyum)
Clara: amin,, makasih ya Vin kamu memang temanku yang sangat baik (tersenyum) ya sudah Vin, kebetulan aku lagi mau jemput adikku pulang sekolah kasihan nanti dia lama menunggunya.
Vino: oh ya sudah hati-hati di jalan, Assalamualaikum.
Clara: wa’alaikumsalam..

       Beberapa menit kemudian, Clara sampai di sekolahan adiknya. Adik Clara sudah menunggu di pintu gerbang sekolah dan Clara pun langsung menghampirinya.
Clara: adikku sayang,, sudah lama ya nungguin kak Clara (tersenyum)
Rico: ya lumayan kak,, emang kak Clara habis dari mana saja sih?
Clara: nggak dari mana-mana, cuma tadi di jalan kak Vino telepon begitu…
Rico: pasti kak Vino kangen ya sama kak Clara…gara-gara tadi nggak masuk kuliah (nada bercanda)
Clara: ihh,, anak kecil mau tahu saja (tersenyum) ya sudah ayo pulang, warungnya nggak ada yang jaga..
Rico: ayo kak…

       Di siang hari yang panas ini, tiba-tiba ada pengemis datang. Dengan umur yang sudah tua dan badan yang lemas dengan wajah yang pucat, pengemis itu menghampiri Clara di warungnya.
Clara: ada apa kek, ada yang bisa saya bantu?
Pengemis: kakek lapar mbak,,tapi kakek nggak punya uang untuk membayarnya. Kakek hidup sebatang kara nggak ada yang memperhatikan kakek.
Clara: kakek kasihan banget (wajah yang terharu) bentar ya kek, saya ambilkan makan dan minum untuk kakek.
Pengemis: makasih ya mbak (wajah yang pucat)
Clara: ini kek, makanan dan minumannya..dihabisin ya kek. Kakek dari mana? (menaruh di depan kakek)
Pengemis: kakek dari Magelang mbak, kakek terpaksa mengemis karena kakek sudah nggak punya siapa-siapa lagi di sini dan kakek juga tak mampu lagi untuk bekerja. Kan kakek sudah sangat tua.
Clara: (dalam hati Clara) dia merasa bersyukur, dia bisa kuliah dan bisa makan sehari-hari bahwa masih ada banyak orang yang kesusahan seperti kakek ini. (duduk di samping kakek)
Pengemis: kamu baik banget mbak,, masih ada gadis secantik kamu masih peduli dengan orang seperti kakek ini (sambil makan dengan lahapnya)
Clara: sudah sewajarnya kek,, manusia saling tolong-menolong. Masih banyak di dunia ini yang nggak seberuntung saya, masih punya tempat tinggal yang layak, bisa cari uang dan alhamdulilah bisa kuliah. Kita sebagai orang yang mampu wajib menutupi kekurangan orang lain.
Pengemis: (dengan wajah memelas) andai saja di dunia ada banyak orang seperti kamu mbak, pasti hidup ini semakin mudah dan orang sebaik kamu, secantik kamu pasti suatu saat bakal dapetin seorang laki-laki yang baik juga karena Tuhan itu adil.
Clara: amin kek (tersenyum)

       Beberapa menit kemudian, setelah selesai makan.
Pengemis: sebelumnya, terima kasih mbak sudah peduli sama kakek. Mudah-mudahan kamu diberi rejeki yang melimpah atas kebaikan yang telah kamu tanam. Ya sudah kakek, pergi dulu ya mbak.
Clara: hati-hati ya kek (melihat kakek yang sedang berjalan dengan perasaan terharu)
Pengemis: iya mbak (tersenyum)

       Bahwa di setiap bumi yang kita pijakan masih banyak orang-orang yang tak mampu, masih butuh pertolongan kita maka dari itu, kita harus bisa bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Cobalah kita tanamkan sikap peduli yang tinggi agar kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Walau setiap manusia ada dosa. Paling tidak kita berusaha untuk selalu menjadi lebih baik karena Tuhan akan selalu menolong hambanya yang beriman.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s