Pesan dari ayah

Segmen 3
“ Pesan Dari Ayah

       Dengan nyala kipas angin, udara masuk melalui ventilasi kamar Vino dengan kondisi kamar Vino yang rapi Vino sedang asyik bermain playstation 2. Dari dapur ibu menuju ke kamar Vino. Tok! tok! ok! Suara ibu mengetuk pintu, “ayo Vino makan dulu ibu sudah nyiapin makanan buat kamu nak (dengan nada lirih). Vino menjawab “iya bu,, bentar lagi ini mau selesai kok..
Bu Risma: ya sudah,, ibu mau nyuci baju dulu kamu jangan sampai telat makan nanti kamu sakit.
Vino: iya bu, ini aku mau beresin PS dulu.

       Dari arah pintu depan, terdengar bunyi bel “ting-tung”, Vino langsung bergegas ke depan untuk membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah ayah Vino yang bernama Pak Johan, ayah Vino pergi keluar kota selama kurang lebih satu minggu untuk memantau perkembangan bisnisnya.
Vino: eh ayah,,kok baru pulang sih yah (wajah yang senang). Aku dan ibu sudah kangen sama ayah.
Pak Johan: ya ayah minta maaf sudah membuat kalian menunggu maklum, ayah kan seorang pengusaha jadi, ayah harus memantau kondisi yang ada supaya bisnis ayah bisa bertahan dan lancar.
Vino: oh begitu ya yah…nanti, malam makan bersama yuk yah, sekalian Vino mau sharing sama ayah (tersenyum)
Pak Johan: ok! anak ayah yang “ganteng” ya sudah, ayah mau istirahat dulu soalnya badan ayah capek. Oh iya ibu kamu ke mana?
Vino: ibu lagi nyuci baju kok yah..
Pak Johan: bilang ke ibu, nanti malam suruh masak yang enak ya..ayah sudah lama nggak ngrasain masakan ibu kamu (tersenyum)
Vino: baik yah,,
Pak Johan: ya sudah,, ayah mau ke kamar dulu (mengusap kepala Vino)

       Waktu menunjukan pukul delapan malam Vino, ayah dan ibu sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama. Dengan suasana yang tenang dan nyaman mereka mulai makan malam. Setelah mereka selesai makan malam, ayah bertanya kepada Vino.
Pak Johan: katanya kamu mau sharing sama ayah, mau sharing tentang apa?
Vino: iya, begini yah..biasa ini masalah cinta yah (nada bercanda). Ayah tahu Clara kan teman SMA Vino dulu..
Pak Johan: iya, ayah tahu…. yang anaknya cantik terus yang ayahnya meninggal karena kecelakaan itu..
Bu Risma: (hanya tersenyum dan memandang mereka berdua)
Vino: iya betul,, kemarin kan ultahnya Clara yah (sedikit bersemangat) yang Vino mau bicarakan, Vino itu suka sama Clara yah.. cuma Vino takut kalau suatu saat Vino dan Clara pacaran bakal putus. Vino khawatir nggak bisa bersama lagi dengan Clara, makanya Vino ingin temenan saja sama Clara biar nggak ada kata putus. Apa itu salah yah?
Pak Johan: kalau kamu nggak ngungkapin perasaan ke dia, apa kamu rela suatu saat Clara pacaran sama orang lain…
Vino: (dengan wajah tertunduk) ya sebenarnya, nggak rela yah..
Pak Johan: sesuatu yang harusnya kamu ungkapin ke orang lain apabila tidak kamu ungkapin itu akan menyiksa dirimu sendiri dan akan merasa tidak nyaman.
Vino: kan ada kata pepatah..setiap pertemuan pasti ada perpisahan…gimana itu yah?
Pak Johan: iya pepatah itu memang benar,, setiap orang kan pasti memiliki pertemuan dan perpisahan yang berbeda. Bukan berarti perpisahan itu buruk, ada juga perpisahan tidak cocok terus putus dan ada pula ditinggal mati oleh suami atau istrinya dan sebagainya.
Vino: oh begitu ya yah..
Pak Johan: Cinta itu ibarat sebuah perusahaan, kan tidak mungkin perusahaan yang biasa saja menjadi maju dan berkembang tanpa dimulai dari nol. Begitu dengan cinta bangunlah cintamu dari usaha dan niat agar menjadi berkualitas.
Vino: maksudnya berkualitas yah?
Pak Johan: segala sesuatu yang dijalankan pasti memiliki etika. Seperti perusahaan kita harus jujur dalam menjual barang agar barang itu dipercaya oleh konsumen. Begitu pula dengan cinta bawalah cintamu ke hal-hal yang positif, menjadi motivasi dan masa depan yang terpenting dalam hidup ini berikan yang terbaik untuk orang yang kita kasihi dan kita cintai niscaya hidup kita kan berarti bagi mereka.
Vino: makasih ya yah…sekarang Vino tahu apa yang harus Vino lakukan?
Pak Johan: bagus! Itu baru anak ayah (tersenyum) ada satu lagi pesan dari ayah jadilah, seorang laki-laki yang berkualitas agar berguna bagi orang lain. Seorang laki-laki tidak lepas dari sebuah tanggung jawab, sebuah kekuatan yang besar pasti terdapat tanggung jawab yang besar juga. Semoga yang ayah bicarakan ini bisa menjadi motivasi kamu untuk menjadi seorang laki-laki yang baik dan berkualitas. Sekarang kan sudah malam, terus besok kamu juga kuliah, sana gih tidur dulu tidur malam-malam nggak baik untuk kesehatan.
Vino: baik yah..makasih atas nasehatnya (tersenyum)
Bu Risma: jangan lupa cuci kaki dan baca do’a sebelum tidur nak.
Vino: iya bu…ya sudah Vino ke kamar mandi dulu ya yah…ya bu(berjalan ke kamar mandi)
Pak Johan dan Bu Risma: (tersenyum sambil memandang Vino)

       Vino kan selalu mengingat apa yang ayahnya katakan tadi, bagi Vino ayahnya adalah seorang motivator bagi hidupnya. Selain itu, Vino juga termasuk anak yang penurut dan bisa menghargai pendapat orang lain. Dengan perasaan yang bahagia Vino pun tertidur  pulas, dengan nyala kipas angin dan suasana kamar yang gelap.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s