Kado istimewa

Segmen 2
Kado Istimewa

       Di tengah perjalanan yang panas, penuh polusi dan suara klakson mobil. Tiba-tiba Vino teringat sesuatu, Vino teringat ultah Clara yang ke 19 tahun. Vino berpikir sejenak, kado apa yang cocok dan bagus untuk Clara. Akhirnya, Vino memutuskan sesuatu dia tahu kado apa yang cocok dan bagus untuk diberikan kepada Clara.
       Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah Clara, dari pintu depan muncul ibu-ibu setengan baya. Itu adalah ibu Clara yang bernama Bu Santi, di rumah Clara yang sederhana ini Clara di temani oleh adik laki-lakinya yang bernama Rico. Sedangkan, ayah Clara sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan. Ibu Clara bekerja sebagai penjual warteg”. Clara pun turun dari motor Vino.
Clara: makasih ya Vin sudah mau nganter (tersenyum)
Vino: iya, sama-sama kok (memandang Clara dengan senyuman manis)
       Bu Santi pun langsung menghampiri mereka.
Bu Santi: nak Vino, masuk dulu apa? nanti ibu buatin minum.
Vino: nggak usah repot-repot bu, saya langsung pulang saja, kasihan Clara biar istirahat kalau ada saya kan pasti nemenin, lagi pula saya juga ada keperluan kok bu..lain kali aja (tersenyum)
Bu Santi: ya sudah kalau begitu, ibu mau nglayani pembeli dulu, soalnya sudah banyak yang antri (tersenyum)
Vino: iya bu,,,silahkan mudah-mudahan warung ibu semakin laris (tersenyum)
Bu Santi: iya, makasih nak Vino ibu tinggal dulu.

       Clara bertanya kepada Vino.
Clara: memangnya kamu ada urusan apa Vin, kan ini baru masuk kuliah.
Vino: ini bukan urusan kuliah kok, iya pokoknya ada lah..
Clara: ohh begitu.. ya sudah pulangnya hati-hati di jalan ya Vin (tersenyum)
Vino: oh iya,, bentar Clara hampir saja lupa, btw besok malam jam 7 kamu ada acara nggak?
Clara: kayaknya nggak ada? emang kenapa Vin?
Vino: nggak apa-apa, pengen ngajak kamu main saja (tersenyum malu)
Clara: ya sudah..boleh juga itu, aku juga pengen jalan-jalan (tersenyum)
Vino: ok! ya sudah aku pulang dulu, keburu panas…(memandang ke atas)
Clara: hati-hati ya Vin.
Vino: ya Clara..sampai ketemu besok.

       Sesampai di rumah Vino makan, ganti baju terus keluar lagi untuk membeli kado untuk Clara. Pada akhirnya, Vino membeli kue tar dan kalung yang mewah bertuliskan huruf V dan C. Vino pun tak sabar untuk hari esok, setelah membeli kado untuk Clara. Vino kecapekan dan tertidur dengan pulas.
       Di suasana malam yang sunyi, diterangi bulan yang indah dengan kerlap-kerlip bintang Vino menuju ke rumah Clara. Di sana Clara sudah siap-siap untuk pergi dengan Vino.
       Suara motor Vino pun terdengar, Clara langsung menuju ke depan untuk menghampiri Vino.
Vino: ayo Clara, bisa kita pergi sekarang..
Clara: iya bisa, aku juga sudah siap-siap dari tadi.

       Di tengah perjalanan Clara bertanya kepada Vino.
Clara: kita mau pergi ke mana Vin?
Vino: biasa, ke taman yang dulu waktu kita SMA sering ke sana.
Clara: oh,, sudah lama aku nggak ke sana. Apakah ada perubahan dengan tamannya Vin?
Vino: nggak..masih tetap seperti dulu (tersenyum)

       Kemudian, mereka sampai pada taman yang dituju sebelumnya, Vino sudah menaruh kado untuk Clara di taman itu. Dan mereka duduk berdua di tengah cahaya lampu yang indah.
Vino: taman ini indah ya Clara, dipenuhi dengan lampu yang berwarna-warni (memandang ke atas)
Clara: aku juga sangat suka dengan tempat ini, tempat di mana waktu kita SMA sering main di sini. Oh iya..btw kamu masih ingat nggak, ketika kamu dulu di taman ini boncengin aku dengan sepeda ontelmu yang tua itu (tertawa)
Vino: itu sih.. bukan ingat lagi tapi sudah mendarah daging dipikiranku (tertawa). Oh iya Clara, aku punya sesuatu untuk kamu. Tapi, ada syaratnya (tersenyum)
Clara: apa syaratnya? (memandang vino)
Vino: kamu harus memejamkan matamu dulu, biar surprise (tersenyum)
Clara: ya sudah ini aku sudah mejamkan mata (perasaan yang deg-degan)

       Beberapa menit kemudian, Vino menunjukan kue tar untuk Clara. Kemudian Clara membuka mata alangkah terkejutnya dan bingung.
Vino: kamu ingat nggak, sekarang tanggal berapa? kan hari ini ultah kamu yang ke 19 tahun (mengeluarkan kue tar di depan Clara)
Clara: ya ampun Vin, aku saja nggak ingat ultahku (perasaan yang bahagia di wajah Clara)
       Setelah itu, tiba-tiba Clara merasa terharu dan meneteslah air mata dari kedua mata Clara yang indah.
Vino: kenapa kamu menangis Clara?
Clara: aku terharu campur senang Vin,, aku nggak nyangka kamu mempersiapkan ini semua untukku (meneteskan air mata)
Vino: (mengusap air mata Clara) sudah jangan nangis, senyum dong biar makin cantik.
Clara: (hanya tersenyum sambil memandang Vino)
Vino: ini ada kalung untukmu (memandang Clara dengan mesra)
Clara: makasih ya Vin,,pasti kalung ini harganya sangat mahal.
Vino: nggak masalah kok Clara, kamu nggak lihat itu kalung ada huruf  V dan C yang artinya Vino dan Clara (tersenyum)
Clara: iya aku lihat,, masak huruf sebesar ini aku nggak lihat (nada bercanda)
Vino: semoga kita bisa selalu bersama ya Clara (memegang tangan Clara)
Clara: aku juga berharap begitu Vin, mungkin saat inilah kamu teman terbaik untukku dan yang pasti aku kan selalu ada untukmu (menatap Vino)

       Dalam hati Vino yang paling dalam, Vino tak ingin menjalin hubungan dengan Clara karena Vino berpikir setiap awal pasti ada akhir dan Vino tak mau kalau dirinya suatu saat nanti bakal pisah dengan Clara. Seperti kata pepatah di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Mungkin, yang Vino pikirkan sekarang persahabatan akan abadi untuk selamanya.

minato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s